Saturday, February 12, 2011

Special For my Dear

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawabannya." (Al-Isra: 36)

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Cinta apa kabar kau disana? Aku masih disini menunggumu berkelana, bertahan disini menunggumu ku disini. Sayang, segeralah engkau pulang. Menunggumu dengan sepenuh hati yang tegar dalam berjuang mencapai ridhoNya. Aku setia menanti dalam kejujuran dan kemurnian hatiku. Setia menanti saat itu tiba, tanpa butuh rentetan kata dalam bentangan untaian kisah melalui tinta. Sebab tak perlu lagi alas an untuk menjelaskan tentang cinta. Meski hidupku begitu tawar tanpa kepedulian dan hadirmu. Aku rela menanti dibatas ini, andai saja kau tahu rasa ini untukmu…
Cinta bukanlah hanya mengedepankan ego semata. Cinta adalah abstraksi yang menjadikan segala yang kita miliki jadi sempurna. Hatiku hampa tanpamu disisiku. Maafkan aku yang sering menyakitimu, membuatmu merasa begitu kerdil dihadapanku. Namun sesungguhnya aku merasa tidak ada apa – apanya dibandingkan dirimu. Kita begitu kontras, dengan perbedaan antara kita yang menjadikan sempurna. Bukan lagi perpecahan yang ada.

Terlalu sakit, terlalu perih kisah ini kusimpan sendiri. Sampai lidahku kelu untuk mengisahkannya. Sampai dadaku sesak merasainya. Sampai kepalaku ingin pecah memikirkannya. Sampai air mata tiada dapat kubendung lagi. Hanya aku. Biarkan kusendiri yang menyimpan kisah ini. Allah yang maha tahu, aku berpasrah pada ketetapanMu. Kali ini aku benar – benar hanya ingin menyimpannya sendiri. Meski sesak, perih, sakit teramat dalam yang kurasakan. Biar kupendam sendiri. Biar takdir yang berbicara. Sampai saat itu tiba dan penantian ini menjadi manis pada akhirnya.
Aku bukan putri bergaun sutra yang menunggu pangerannya dijendela kastil yang terjaga. Juga bukan putri tidur yang butuh sebuah kecupan demi terbangun dari mimpi yang panjang. Padahal aku tidak butuh pangeran berkuda yang membawa pedang. Bukan pula gatotkaca yang bisa membawaku terbang nyentuh awan. Bukan pujangga yang terlalu romantis. Aku hanya butuh dia. Sosok tiada sempurna yang kuyakin akan menjadikan hidupku jadi sempurna. Yang dapat menjalankan semua kewajibannya didunia. Seorang imam yang mampu meridhoiku untuk menyentuh surga.

Ketika kau datang, kau memaksaku untuk menyerahkan seluruh yang ada didiriku,
meruntuhkan benteng pertahananku yang telah aku bangun. Kau memaksaku untuk terus berharap, bahwa dia milikku selamanya. Sebuah kisah yang ada disemesta. Tentang cinta yang mengisyaratkan duka. Menghadirkan tangis dalam senyuman. Akan selalu terkenang selama mentari bersinar. Kisah tentang cinta yang datang. Kisah tentang cinta yang dilarang. Kisah tentang cinta yang hilang. Namun selalu abadi dan tak pernah mati. Hanya bahasa tubuh yang mengisyaratkan cinta itu ada. Disini. Didalam dada ini. Didalam aliran darahku. Dalam hembusan nafasku. Dalam sorot mataku. Tak pernah terkuak hingga kini. Cinta yang ada dalam jelaga. Cinta penuh harapan dan keinginan. Sampai engkau kembali dari pengembaraanmu.

Ada lagi yang bilang cinta itu butuh pengorbanan
Waktu, harta, harga diri, bahkan perasaan kah yang dikorbankan
Siapa yang menjamin itu tak sia-sia
Emangnya cinta itu apa…..
Emangnya cinta itu milik siapa
Ketika cinta diberikan ternyata tak ada yang menerima
Ketika cinta dinantikan ternyata tak ada yang datang
Ketika ada yang bilang cinta, nyatanya hanya demi mendapatkan cinta
Itulah cinta diantara manusia, tiada yang suci tiada yang abadi
Semua seringkali karena emosi, karena cinta diri
Cinta sejati adalah cinta yang bikin hidup lebih hidup
Cinta sejati membuat yang hidup ingin lebih lama hidup
Cinta sejati memberi semangat untuk mengabdi
Cinta sejati buatku bertahan meski membosankan
Cinta sejati tak mungkin menghadirkan senyap, merana dan sepi
Cinta sejati membuat kasmaran sampai mati…..Berikan pada Illahi Rabbi

Yah, cintaku hanya untuk sang Ilahi Rabbi...
Cinta kepada sang maha cinta,
Yang maha membolak balikkan hati


Dia
siapakah itu??? Mengapa dia seolah memberikan tulang pembungkus dagingnya padaku. siapakah itu… Mengapa ia tertawa diatas kelopak kamboja yg layu diatas pijakan kakinya. siapakah itu...yg tertawa di tengah tarian kematian…ya ALLAH dialah korban pencurian atas tulang rusuknya….dialah pengisi ruang dijwaku… dialah tawa yang menjadi tangisku…dialah senang yang menjadi sakitku…dialah ranting yang menyulut api dalam kasihku…

Saat cinta berubah jadi amarah yang membara Saat cinta berubah jadi gelisah yang tak kunjung hilang. Saat cinta berubah jadi tetesan embun neraka. Aku tidak akan berpaling dari takdir. Burungpun harus terbang mengepakkan sayapnya.

Daun-daun keringpun harus gugur tinggalkan ranting. Malampun harus datang tepat menggantikan siang. Lekat dengan kepatuhan, sarat dengan ketundukkaan. Dapatkan buahnya…

Tiada susah payah, tiada bencana, penuh kepasrahan. Berjalanlah bersama yang memperjalankan. Hadirkan ketulusan sepenuh kelapangan dada Ketika hidup berada dalam bimbang. Hanya’entah’ yang bisa kuucap. Karna tak tahu apa yang harus dilakukan. Hanya bisa diam dalam bisu. Ketika desah menguak pintu hati. Hanya ‘kosong’ yang terlontar dalam kesah. Nyatanya tak semudah membuka daun jendela. Yang ada hanya tanya dalam diam. Ketika datang tanya mengapa ada bimbang. Hanya’pilihan’ yang bisa kubentang ,karena memutuskan butuh pemikiran. Timbang menimbang menangkan satu pilihan. Haruskah bimbang tiada bertepi Bila keikhlasan telah diberi. Jangan biarkan terkurung membui. Membuka jendela hati sebagai solusi. Kepasrahan pada kehendak Ilahi adalah obat yang tak terganti. Kan hapus bimbang, jernihkan hati. Luruhlah pongah, sombong dan dengki. Ketika datang tanya sudahkah bimbang pergi. Katakan ‘pasti’ bimbang itu sudah tiada lagi. Kalau datang lagi, kan segera pergi. Karena Pengobat Hati telah lekat dijiwa ini. Rabbi …pancaran cahayaMu, hangat meresap ke kalbuku. Menjalar kesegenap denyut nadi dan aliran darahku. Menggetar sanubari dan ragaku terhanyut. Tafakurku menyatu dalam dongak wajah dan tangan berpadu. Dan terucap syukur penuh syahdu, bak diterpa rindu

Yaaaa…Rabb, kuharap ini rindu tak bertepi. Selalu hadir dan terbit setiap hari, tiada henti. MenujuMu dengan cinta dan gairah menggebu. Telah kuyakini Engkau pengharapan terakhirku yang mengantarku kepenantian hakiki. Lalu berkumpul dan bercengkerama dengan insan pilihan yang Kau cinta. Dan mereka pun begitu mencintaiMu. Insan yang memiliki kelembutan terhadap sesama muslim. Insan yang selalu tegas terhadap orang kafir. Insan yang berjihad dijalan Allah. Mereka tak takut celaan orang-orang yang suka mencela. Mereka adalah insan yang senantiasa sujud ruku dan zakat. Tak kan kukotori perjalanan ini,dengan cinta semu pada dunia. Tak kan kukotori langkah-langkah ini, dengan tujuan yang tak pasti. Tak kan kusesali tinggalkan dunia fana ini, karna penuh kesenangan palsu. Tak kan jejak demi jejak berlalu dengan catatan buruk yang merusak jati diri diatas perhelatan dunia yang penuh hidangan dan aneka warna gemerlap. Ada pesta tetumbuhan yang menari dibawah sepoi tiupan semilir angin Ada pesta manusia dengan berjuta peran bak diatas panggung sandiwara.Ada pesta antara benda-benda bergerak dan tak bergerak nan hingar bingar

"Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu." (Ali Imran:120)

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<