Tuesday, April 26, 2011

Andai Aku jadi Presiden


Tulisan ini dibuat gara – gara nggak bisa ikut nyontreng pas pemilu presiden tahun 2009 silam. Sambil berhayal dikamar kost aa’ Lili semasa PU (Praktek Umum, red) di B2PTTG LIPI Subang.

Pemilu Presiden (Pilpres) sudah berlangsung dan bahkan sudah selesai, begitu juga dengan Pilgub. Entah berapa banyak orang yang udah nyalonin diri jadi caleg dan sampai saat ini pula cukup banyak caleg yang "gila" gara-gara kesuksesan pada saat pemilu tidak berpihak pada mereka. Tak mau kalah, pihak – pihak yang lebih pede malah mencalonkan jadi presiden. Tapi walau bagaimanapun, saya cukup sadar diri untuk enggak mencalonkan diri saya jadi caleg ataupun presiden. Hoho...lagi pula, siapa juga yang bakal milih saya? Mungkin bapak ibu saya saja berat untuk mencontreng saya...huehuehue.

Sebagai orang dengan daya imajinasi diatas normal, sebagai seorang pemimpi... saya juga boleh dhunkz berangan – angan...hehe.. kalo saya jadi presiden. “kalo” ...lho... catet!!! Tentunya saya juga punya uneg – uneg, mimpi, bagaimana caranya negara saya tercinta ini gaul, gaya, cool, maju, keren, punya piil yang tinggi... hehe check this out!!!

Indonesian people = green citizen

Hmm..tidak ada yang bisa menampik lagi bahwa Indonesia mempunya potensi besar untuk itu. SDA yang ada memungkinkan Indonesia menjadi lumbung bioetanol dunia. Bayangkan saja, ethanol yang juga merupakan komponen minuman keras bisa berguna mengurangi emisi karbon dari bahan bakar energi fosil yang selama ini kita gunakan. Sungguh suatu penemuan yang berguna bagi kehidupan manusia. Begitupula dengan biodiesel yang berfungsi menggantikan solar yang banyak digunakan oleh mobil – mobil yang suka mengeluarkan tina hitam mirip cumi – cumi (asap, red).

Untuk menghindari kemungkinan SPBU Bioethanol mempunyai fungsi ganda sebagai bar, pub atau warung miras lainnya mungkin untuk perizinan mendirikan SPBU harus lebih ketat. Ini bertujuan agar tidak ada orang bodoh yang mau meminum bahan bakar yang dibeli dari SPBU Bioethanol. Bila perlu harus melibatkan MUI untuk sertifikasinya..
Pemanfaatan bioetanol sebagai bahan bakar atau campuran tak dapat ditawar lagi. Maklum konsumsi premium Indonesia kan terus melambung seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan teknologi kendaraan yang terus maju. Celakanya premium itu tak lagi sepenuhnya ditambang di dalam negeri, tapi harus diimpor. Menurut salah satu sumber, konsumsi premium 2001 mencapai 14,60-miliar liter. Dari tahun ke tahun konsumsi bensin kian meningkat. Pada 2003 konsumsinya mencapai 12,34-miliar liter, 2004 15-miliar liter, dan 2005 17,47-miliar liter.

katanya, pada 2005, seperlima dari total kebutuhan premium Indonesia diimpor;
jumlahnya mencapai 3,5-miliar liter. Di tengah harga minyak yang terus
melonjak, harga jual premium masih bergantung pada subsidi pemerintah.
Biaya produksi sebenarnya Rp6.300, nilai subsidi Rp1.800 per liter.
Memproduksi etanol dari bahan nabati bukan barang baru bagi industri
di Indonesia. Berdasarkan data Departemen Perindustrian dan Perdagangan
Produksi, produksi bioetanol pada 2002 mencapai 180-juta liter. Itu
diperoleh dari empat pabrik di Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Peternakan di Indonesia yang juga merupakan penyumbang emisi methane terbesar dibanding industri lain. Methan yang tingkat keberbahayaannya 40x lipat daripada bahaya CO2 merupakan potensi besar Indonesia. Biogas yang diolah dari limbah industri dan peternakan akan menjadi sumber energi ramah lingkungan. Kita juga menyumbang begitu besar terhadap pemanasan global. Dan bisa dibayangkan jika tidak lantas ditangani akan berakibat suhu dunia akan meningkat 6o C pada 2025.
Pengembangan Sustainable agriculture. Hal ini juga merujuk pada masa depan dunia. Disamping ,emingkatkan nilai jual produk pertanian Indonesia dipasar dunia, sistem ini akan menjamin bahwa anak cucu kita kelak masih dapat menikmati kekayaan alam yang kita lihat sekarang ini. Karena jika tidak, bisa dipastikan alam akan rusak dan mereka tidak akan kebagian apapun kecuali bencana.

So, kenapa nggak ngembangin teknologi dengan lebih profesional? Inginkah punya negara yang dihargai di level internasional?
Etos Kerja yang Tinggi

Coba kita tengok Jepang....
Jangan kita contoh keberhasilan Jepang dalam bidang JAV dengan bintangnya sekelas Sora Aoi atau Reina Matsushima. Itu mah masuk kategori pornografi, PARAH!!
Saya inginnya bangsa Indonesia mempunyai etos kerja yang tinggi seperti bangsa Jepang. Workaholic. Tidak mengenal lelah dan sangat menghargai waktu. Supaya bisa seperti Jepang yang hanya butuh beberapa waktu setelah peristiwa bom atom Hiroshima dan Nagasaki sehingga dapat menjadi negara dengan perekonomian papan atas dunia. Jepang aja bisa, masa kita enggak?!

Berbesar Hati, bercermin dari Hillary
Barack Obama akhirnya menjadi presiden Amerika dari Partai Demokrat. Dia mengalahkan pesaingnya di internal Partai Demokrat, Hillary Rodham Clinton. Yang menarik, setelah kalah, Hillary mengakui kekalahannya dengan sportif. Itu pun masih disertai pernyataan yang diucapkan di hadapan pendukungnya bahwa dirinya akan mendukung Obama sepenuhnya. Mantan ibu negara Amerika itu juga mengimbau pendukungnya agar ikut mendukung Obama.

Nahh..sikap Hillary yang sportif itu patut menjadi cermin positif. Menjadi pelajaran bagi elite politik di Indonesia yang tengah bersaingan untuk berkuasa, baik dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), pilkades, pemilihan ketua RT, maupun pemilihan presiden (pilpres). Pelajaran yang patut ditiru ialah sikap sportif dalam menerima kekalahan dalam persaingan politik.

Demikian sedikit orasi politik saya hari ini. Jangan pikir ini hanya janji manis belaka. Mari contreng saya jadi presiden! *nyelipin amplop berisi duit sepuluhribuan ke para pencontreng sambil kedip2*. Wakakakakakkk. Semoga mimpi-mimpi diatas bisa terlaksana demi Indonesia yang lebih baik. Bravo Indonesia...!!!!!!!

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<