Sunday, August 25, 2013

Pesona Pantai di Selatan Jogja

Setidaknya ada enam puluh satu pantai yang tersebar di Kabupaten Gunung Kidul. Pantai-pantai tersebut telah dikelola sehingga tersedia beragam fasilitas bagi pengunjung, namun banyak pula pantai yang masih alami dan sepi pengunjung. Pantai yang masih alami inilah yang justru menantang bagi para penyuka wisata minat khusus.

Untuk mencapai kawasan ini, kita dapat menggunakan kendaraan pribadi agar lebih leluasa untuk menyambangi lokasi satu persatu. Tidak ada angkutan umum yang menjangkau lokasi wisata. Pengunjung dapat menyewa kendaraan ketika masih berada di Kota Jogja, baik itu mobil ataupun sepeda motor dengan berbagai jenis. Kita dapat menemukan tempat rental sepeda motor diberbagai penjuru kota. Biasanya tarif dipatok perhari Rp. 50.000 - Rp. 70.000 atau bergantung pada hasil nego harga. Di Kawasan kampus, rental sepeda motor biasanya lebih murah dengan memberikan jaminan kartu mahasiswa, KTP, dan identitas penting lainnya yang terkesan lebih ribet. Jika di spot wisata seperti Malioboro atau Prawirotaman, cukup dengan meninggalkan KTP atau ditambah uang jaminan.

Jika tidak membawa kendaraan, kita dapat menumpang bus atau elf dari Terminal Giwangan atau Jalan Wonosari dengan tarif Rp. 6.000. Sampai di Wonosari, biasanya akan ditawarkan untuk menyewa mobil plus sopir atau dengan ojeg. Tentunya harus ada negosiasi harga disini. Saya pernah menyewa satu mobil untuk dapat mengantar kami menuju beberapa pantai dengan tarif Rp. 150.000. Menariknya, kita tidak perlu repot merogoh kantong untuk setiap kali masuk kawasan pantai tertentu karena tarif wisata sudah dikenakan diawal masuk portal kawasan pantai. Jadi kita bebas mengunjungi dan berlama-lama dipantai manapun di Gunung Kidul ini. Tarif yang dikenakan adalah Rp. 5000/orang. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir Rp. 2000/sepeda motor atau Rp. 5000/mobil.

Perjalanan dari Kota Yogyakarta menuju lokasi pantai bervariasi antara satu sampai satu setengah jam. Jika kita baru saja melakukan perjalanan jauh atau kira-kira akan kelelahan, sebaiknya stay setidaknya untuk satu malam di Gunung Kidul. Dengan perkiraan perjalanan pagi dari Jogja, berburu penginapan dengan harga yang sangat terjangkau dibibir pantai (sekitar Rp. 70.000 - Rp. 300.000). Kemudian beristirahat sejenak, dan berburu sunset. Dengan begitu badan akan lebih bugar.

Dibeberapa lokasi pantai juga memungkinkan untuk mendirikan tenda. Selain pantai yang tersedia banyak warung dan toilet umum untuk mencari air tawar, ada juga pantai yang terdapat sumber mata air tawar. Hal penting lainnya adalah jangan sungkan untuk berbaur dengan masyarakat sekitar. Gali terus informasi masyarakat lokal yang sangat berharga dan dapat menjadipetunjuk untuk kita dalam menemukan kejutan-kejutan lain di Selatan Yogyakarta ini.

Berikut adalah sedikit review beberapa pantai di Gunung Kidul. Let's check it out!!!

Pantai Indrayanti (Pulang Syawal)

Pantai ini memanjakan pengunjung dengan pasir putihnya, bukit karang, dan air  laut yang bersih dan biru jernih. Selain itu juga terdapat cafe dan restoran serta penginapan yang unik jika terlihat dari luarnya. 



Pantai Sundak



Pantai Sundak terletak disebelah Pantai Indrayanti di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus. Pantai ini menyajikan gua karang yang konon terendam air laut. Nama ‘Sundak’ sendiri berasal dari kata asu (anjing) dan landak laut yang berkelahi disebuah gua. Akibat perkelahian yang menyebabkan si landak mati tersebut membuat pemilik anjing tersebut menemukan mata air tawar didalam gua. Mata air itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh warga untuk keperluan sehari-hari. Hingga pada akhirnya pantai ini lambat laun menjadi ramai dan perekonomian warga mulai bangkit.  Selain bermain air dan menikmati keindahan alamnya, kita juga dapat menikmati aneka seafood disini.






Pantai Krakal



Pantai ini berjarak kurang lebih 1km dari Sundak. Pantai ini menyediakan ombak yang pas untuk berselancar. Tapi harus bawa papan selancar sendiri. Disini juga banyak penginapan yang jaraknya sangat dekat dengan bibir pantai. Topografi pantainya bagus, dengan pasir putih dan karang. Banyak juga disewakan gazebo disekeliling pantai.


Pantai Baron


Pantai Baron terletak dua puluh kilometer dari Wonosari. Pantai ini menyuguhkan keakraban dan kearifan warga sekitar. Uniknya pantai ini adalah kita harus menyebrangi aliran air laut terlebih dahulu untuk dapat bermain ombak dan pasir pantai yang menyilaukan seperti kaca. Dipantai ini terdapat agenda tahunan yaitu tradisi Padusan (mandi) dimaknai sebagai pembersihan diri atau mensucikan diri sebelum melaksanakan ibadah puasa bagi umat muslim.

  




 
Pantai Watu Lawang

Pantai ini terletak kurang lebih 500 m dari Indrayanti. Untuk mencapainya kita harus melewati jalan setapak dan kebun warga. Pantai ini terdiri daridua bagian dimana untuk mencapai sisi pantai lainnya kita harus melewati pintu (lawang) yang berupa batu karang. Terdapat beberapa warung dan toilet disini sehingga tidak menyulitkan pengunjung untuk mendapatkan air tawar jika ingin berkemah.








Pantai Pok Tunggal

Nah, ada sedikit pengalaman menggelitik sewaktu menemukan pantai ini. Awalnya saya kira pantai Pok Tunggal ada disisi Pantai Watu Lawang. Ternyata pantai ini memang berada tidak jauh dari Pantai Watu Lawang karena hanya dipisahkan oleh tebing yang sulit dicapai. Untuk itu harus melewati jalan memutar yang sudah disediakan. Pantai Pok Tunggal dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun mobil. Dari jalan aspal kita harus melewati jalanan batu yang curam melewati kebun warga. Untuk itu harus berhati-hati.

Pok Tunggal yang dimaksud adalah sebuah pohon yang tumbuh ditengah-tengah pasir pantai yang putih dan bersih. Disini terdapat juga sumber mata air tawar yang tidak pernah kering dan dimanfaatkan oleh warga. Kita dapat melihat pemandangan dari atas sebuah bukit yang dilengkapi dengan fasilitas gazebo. Disini juga banyak disediakan warung dan toilet. Pengunjung juga dapat mendirikan tenda mulai pukul 17.00 sampai 07.00. 

Seperti dipantai-pantai lainnya, disini terdapat sarana penunjang keamanan pengunjung, jalur evakuasi, dan beberapa warning board seperti larangan membuang sampah sembarangan, larangan berenang, memanjat pohon, dan bergelantungan dipohon (seperti primata yang banyak terdapat di tebing-tebing yang mengelilingi pantai ini). :)








Berikutnya saya akan membagikan pengalaman saya dan teman-teman Backpacker Indonesia Regional Yogyakarta dalam 'Blusukan Pantai II' untuk mencapai pantai "non-komersil" melewati tebing-tebing karst, kebun, hingga semak belukar. 

Pantai Wedi Ombo
 
Perjalanan dengan sepeda motor kami berakhir di Pantai Wedi Ombo. Kami memarkir kendaraan disini dan beristirahat sejenak. Pantai ini terlihat lebih kotor karena bebatuan dan rumput laut yang berserakan. Namun karena ombaknya yang relatif kecil, pantai ini menjadi pilihan keluarga untuk membawa anak-anak mereka berlibur. Disini juga banyak warung, toilet,dan ada juga mushola sehingga tidak akan menyulitkan pengunjung.





Pantai Greweng

Untuk mencapai pantai yang dikelilingi tebing ini kami harus berjalan melewati berkebunan dan sempat tersesat. Cukup banyak warga yang berkebun, berladang, hingga sekedar mencari rumput, oleh karena itu tidak perlu takut tersesat terlalu jauh. Istilah Malu bertanya jadinya jalan-jalan berlaku disini.





Pantai Sedahan

Dalam melakukan susur pantai, selain kesehatan fisik yang dipersiapkan, obat-obatan, dan perbekalan juga harus cukup. Air minum dan makanan cemilan hingga berat juga harus dipersiapkan dengan baik. Jika tidak kuat membawa beban berat dan belum terbiasa melakukan perjalanan serupa, beban dapat dibagi dengan teman, atau bergantian membawa beban. Selain itu pakaian juga harus disesuaikan. Jangan memakai pakaian yang mudah tersangkut disana sini. Kenakan pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat. Untuk urusan alas kaki, ini menjadi sangat penting. Kenakan sepatu tracking atau sandal outdoor/sandal gunung plus kaus kaki sehingga nyaman dan aman ketika berpijak pada batuan karst dan semak berduri. Yang tidak kalah penting, kumpulkan sampah, setidaknya sampah yang kita hasilkan. Jangan kotori laut yang indah dan mengindahkan.





Oh, ya...kami menemukan mata air tawar disini, sehingga aman jika mendirikan camp. Selain itu kami juga sempat berbincang dan melihat aktivitas seorang bapak yang sedang mengambil rumput laut dari pantai. 


Pantai Dadapan

Dari Pantai Sedahan, kami melanjutkan perjalanan dengan medan yang semakin curam. Disini tidak lagi ditemukan ladang warga. Kami hanya menemukan karst dan semak belukar dimana-mana. Tapi kemudian voila!!! kami menemukan surga yang tersembunyi dan terlihat memanggil-manggil kami untuk segera turun dari atas tebing. Dan kami pun berpikir keras bagaimana caranya untuk turun. Hingga pada akhirnya kami sampai di bibir Pantai, membuka bekal, dan sejenak memejamkan mata. Sampai air pasang menghampiri kami yang menandakan kami harus segera pulang. Bersama matahari yang juga beranjak pulang keperaduan.




Rasanya enggan untuk pulang kembali kekota setelah melakukan perjalanan yang tidak mudah untuk mencapai lokasi yang penuh kedamaian ini. Ombak dan angin merupakan musik alam dengan ritme yang menetramkan. Sangat cocok sekali jika kita ingin 'lari sejenak dari kenyataan', mendamaikan otak dan jiwa. Sekedar untuk bermuhasabah dan mentadaburi ciptaan-Nya. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang akan kau dustakan?

Peta wisata pantai Gunung Kidul ada disini
Baca juga tempat wisata lain di Yogyakarta di sini.

Pantai di Gunung Kidul :
Watugupit, Klampok, pranggedong di Giricahyo, Purwosari
Karangtelu, Kesirat, Gesing, di Girikarto, Panggang
Grigak, Nampu, Ngunggah di Giri Wungu, Panggang
Langkap, Butuh di Krambilsawit, Saptosari
Nguyahan, Ngobaran, Torohudan, Ngrenehan di KAnigoro, Saptosari
Parangracuk, Baron, Kukup, Sepanjang di Kemadang, Tanjungsari
Drini di Banjarejo, Tanjungsari
Krakal di Ngestirejo, Tanjungsari
Sili, Ngandong, Sundak, Indrayanti, Somandeng di Sidoharjo, Tepus
Pok Tunggal, Seruni di Tepus, Tepus
Siung, Banyunibo, Watutogok, Sawahan, Pakundon, Muncar, Songlibeg, Lambor, Ngondo, Jogan, Busung, Timang, Jagang Kulon, Weru, Kelosirat, Ngetun, Klumpit, Ngluran, Ngungap, di Purwodadi, Tepus
Wediombo, Jungwok, Botorubuh, Greweng, Sedahan, di Jepitu, Girisubo
Sadeng di Pucung, Girisubo
Krokok di songbanyu, Girisubo
Sadranan, Sanglen, Nglolang, Pondok Rangon, Watukodok di Ngestirejo, Tanjungsari
Peweden Ciut di Kemadang, Tangjungsari
Bekah di Giripurwo, Purwosari






 

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<