Tuesday, January 7, 2014

Belajar dari Senja

إِنَّ فِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ
Artinya: Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.QS Yunus ayat 6.

Entah sejak kapan saya mengagumi senja. Iya, senja. Pergantian antara siang dan malam. Bagi saya senja mengajari saya untuk lebih bermakna. Dia sangat memberikan makna diantara singkatnya waktu. Dia selalu memberikan ketenangan dan ketentraman. Berharap segera senja agar segera pulang ke rumah, bergumul dengan keluarga. Banyak orang merindukan senja.


Senja adalah simbol pemersatuan. Sepertihalnya cinta, senja menyatukan dua hal yang sangat berbeda. Ya, senja menjadi perantara pertemuan dan penyatuan antara siang dan malam. Seperti cinta yang mampu memudarkan segala perbedaan. Justru makin menjadikan perbedaan itu semakin indah. Seindah jingga senja.

Dari senja pula saya belajar ikhlas melepaskan. Dia rela melepaskan siang pada malam. Tanpa keluhan, tanpa beban. Padahal baru saja senja menaiki tahtanya setelah sore, tapi dia sudah kembali rela menghilang demi malam.

Saya ingin sekali berguru pada senja. Menggali rahasianya dalam melewati semuanya dengan indah, hangat. Senja selalu penuh romansa, yang ditebarkan melalui semburat jingga. 

Senja selalu membuat saya penasaran. bagaimana dia menjalani semuanya ditengah kehebohan manusia. Aktivitas yang tak pernah habis, dan selalu hectic. Senja mungkin hanya tersenyum tenang menyaksikan peristiwa-peristiwa, mengetahui keserakahan manusia dengan kemauan yang tak terkira banyaknya. 

Pada senja saya juga sering membuncahkan semuanya. Ya, senja adalah waktu yang paling tepat untuk berdoa. Saya ingin merenggut kekuatan dari senja dalam menghadapi segalanya pada setiap episode kehidupan, tanpa lelah dan menyerah. 

Pergantian siang dan malam yang tampaknya seperti sederhana, justru ia menunjukkan Kemahakuasaan dan Kemahabijaksanaan Allah, dimana orang-orang yang berhati besih dan bertingkah laku baik selalu mengetahui hal tersebut dan mencari kebenaran. Banyak kejadian di alam ini yang dianggap manusia tidak penting, tapi hal itu tidak sederhana bila memandang kebesaran dan kemuliaan Allah. Seperti senja, yang selalu bermakna.
 

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<