Sunday, January 19, 2014

Ketika Semesta Jadi Saksi Bijaksana [Sebuah Monolog 2# Episode]

Aku berpaling. Aku menatap galaksiku. Galaksi yang tidak akan pernah bisa dilihat siapapun kecuali aku. Kecuali kau melihatnya dengan mata jiwa. Ya, galaksi yang berada dibawah orion itu galaksiku. Bintang– bintang itu menatapku. Lantas semua diam. Sibuk dengan pikiran masing –masing. Kemudian kosong.

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
Artinya:
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS, Al Ankabut:64)


 "Ketahuilah, aku hanya ingin sedikit memberi arti.Aku hanya punya ambisi untuk dapat bermanfaat bagi orang lain. Lantasapalagi... buat apa aku hidup jika hanya untuk diriku sendiri. Kehilangan jatidiri. Sepi. Dan mereka hanya mencibirku." Bulir bening itu mulai membasahi pipi yang dingin karena belaian angin malam.

" Bukankah engkau selalu berada diantara sahabat -sahabat yang begitu kau sayangi? Orang – orang yang selalu kau banggakan.Bahkan menjadi inspirasi bagimu..." kata tanah.

" Bukankah kau melakukan apa yang orang lain tidak mampu untuk melakukannya sehingga kau mampu mendapatkan apa yang (mungkin)tidak mereka dapatkan? Atau bahkan kau melakukan apa yang tidak pernahterpikirkan dibenak mereka. " Awan menimpali.

"Bersyukurlah untuk semua yang kau dapatkan karenaAllah telah memberikan semua untukmu. Bersyukurlah. Agar Ia mau melimpahkanrahmat-Nya kepadamu." Angin sok dewasa.

Aku terdiam. Membalas SMS yang makin membuatku marah. Geram. Dan semakin merasa kecewa dan makin membuatku merasa termarginalkan.Atau malah tersisih sama sekali. Dan membuatku menyadari bahwa aku bukan bagiandari mereka. Terkadang komunikasi yang tidak sehat justru akan menunjukkangelagat asli dari pihak yang kita ajak berdiskusi.

"Apakah kalian tahu, bahwa mereka itu hanya...[speechless]. Mereka tidak pernah menganggapku bagian dari mereka.Mereka hanya mampu menasehati tanpa berpikir apakah mereka sudah cukupmengaplikasikannya. Mereka hanya bisa menyunggingkan senyum, menyatakan 'uhibbuki fillah ya ukhti', sementara aku tidak merasakan getaran yang ditimbulkan medan magnet dari ucapan itu. Mereka hanya menganggap mereka itusempurna, sedangkan disini aku teriris sembilu demi melihat senyuman dan ramah tamah palsu itu. Terkadang mereka memerendahkan suara, menunjukkan kelebihan,dan sebagainya...bukan apa – apa, hanya untuk menjaga image saja. Miris memang. Bacalah. Bacalah dengan mata jiwa."

"Lalu apakah kau pikir kau mempunyai hak untuk menghakimi mereka??" tanya sebuah bintang dari galaksi pari.

"Aku terlalu naif untuk berbicara bahwa...[lagi –lagi aku kehilangan kata – kata]."

 "Tapi itulah komunitasmu. Engkau sendiri mengakui bahwa kau nyaman berada disana."kata rumput liar.

 "Tentu saja mereka menganggapmu sahabat. Mereka menganggapmu bagian dari mereka. Tidak ada keraguan untuk itu." Kata angin.

"Sahabat katamu??? Sahabat itu rela membagi suka dan duka. Sahabat itu bukan hanya mendengarkan. Tapi sesekali berbagilah apa –apa yang ia rasakan kepada sahabatnya. Bukan dengan menutup diri dan terlihat eksklusif begitu. Sahabat itu murni dan ikhlas. Bukan karena jaga image. Sahabat itu saling memahami,bukan hanya ingin dimengerti. Sahabat itu memberi dan menerima, bukan hanyamemberi atau menerima saja. Sahabat itu saling melengkapi, sehingga bangunanmenjadi kokoh. Bukan mencuri satu persatu batu bata yang akan menjadikannya hancur. Sahabat selamanya akan tetap menjadi sahabat. Bukan sahabat tapi mesra.Sahabat adalah malaikat tanpa sayap. Miris. Inilah sebuah ironi. Ironi yang membelenggu."

Rasulullah bersabda: “Seseorang tergantung agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memerhatikan siapakah teman dekatnya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi) 

Maka bergaullah dengan orang soleh dan baik dan jauhilah bersahabat dengan orang-orang jahat karena akan mematikan hatimu.

Read also Ketika Semesta Jadi Saksi Bijaksana #3

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<