Friday, January 17, 2014

Niat Itu Tempatnya Di 'Hati'


مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ
Artinya:
Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. (QS, Ash-Shura: 20).
 
Beberapa hari ini kehebohan media sosial cukup mengusik hati saya. Utamanya mengenai munculnya kelompok orang-orang yang kontra terhadap program #OneDayOneJuz yang belakangan ini cukup fenomenal. Tidak hanya di Indonesia, bahkan merambah hingga ke mancanegara. Berikutnya mengenai sentilan identitas pada saat membantu korban bencana, khususnya banjir di Ibukota. 


Dimana ke-bhineka-an yang dulu semasa SD selalu kita agung-agungkan? Seandainya kita bersedia untuk berpikir lebih sederhana dan lapang dada terhadap keberagaman, tidak akan kita menghebohkan hal-hal yang tidak patut diperdebatkan.

Dulu ketika saya turut membantu korban di gempa Sumatra Barat, kami selalu memakai ID card. Bahkan kami tidur di tenda tanpa melepas sepatu sehingga kami selalu siap ke lapangan kapan pun dibutuhkan tanpa lepas identitas.

Saya paham, kami para relawan berasal dari berbagai latar belakang. Bukan mencurigai, tapi bisa saja kami menyelewengkan bantuan. Bisa saja kami berbuat ketidakpatutan. Selain itu banyaknya bantuan rawan kejadian pembagian pangan yang sudah kadaluarsa, rusak, atau cacat. Hal itu bisa saja lepas dari kontrol kami, tapi lembaga yang menaungi kami akan bertanggungjawab. Jadi bukan masalah riya’ atau tidak kami memakai identitas, tapi lebih pada persoalan tanggungjawab dan traceability.

Niat itu tempatnya di hati, begitulah pesan orang-orang tua kepada saya. Sebagaimana kita ketahui, bahwa ada dua syarat supaya amal perbuatan kita diterima oleh Allah SWT. Pertama adalah adanya niat yang ikhlas dan benar, dan kedua, perbuatan itu harus nampak jelas, sesuai syariah, dan bukan bid’ah.

Kemudian mengenai gerakan One Day One Juz (ODOJ) yang juga banyak dipersoalkan, saya justru heran, apa yang dipersoalkan. Sama halnya dengan saya menulis di blog dan membagi-bagikan pelajaran dalam suatu ayat setiap hari. Bukan untuk riya’ dan mengejar duniawi. Apalah artinya hadiah yang disiapkan oleh Sist Prima jika dibandingkan dengan hadiah yang lebih dahulu sudah dijanjikan oleh Allah.

Kedua gerakan tersebut (ODOJ dan 1H1A) sangat berdampak positif bagi saya. Pertama, tentu saja saya mendapatkan kawan-kawan baru dan lingkungan baru yang berenergi positif. Kedua, saya mempunyai targetan harian dalam membuka, membaca, bahkan menadaburi Alquran. Ketiga, saya juga mengembangkan keterampilan saya dalam menulis. Tidak jarang inspirasi menulis datang dari rekan-rekan ODOJ juga. Bahkan Rasulullah pernah bersabda”

“Bacalah (khatamkanlah) Al Quran dalam satu bulan. “(HR. Al Bukhari)

Ditengah kondisi masyarakat yang banyak melupakan Al Quran, ini merupakan upaya yang sangat luar biasa. Gerakan semacam ini harus didukung dan dikuatkan. Bukan dicemooh dengan dalih memberatkan, memaksa, riya’, dan mengharapkan hadiah dan pujian semata. Kalaupun ada yang terjerumus dalam penyimpangan niat, biarlah hal itu kembali kepada pribadinya masing-masing. Biarlah Allah yang memutuskan diterima atau tidaknya amalan seseorang.

“Apakah engkau sudah membedah dadanya sehingga engkau tahu apakah hatinya berucap demikian atau tidak?” (HR. Muslim).

Mengungkit kebaikan, baik itu kepada Allah atau kepada makhluk merupakan perbuatan yang tidak baik dan Allah SWT senantiasa memperingatkan manusia untuk tidak melakukannya.

“Barangsiapa dalam Islam membuat kebiasaan baik, maka tercatat baginya pahala dan pahala orang yang mengikutinya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka yang mengikutinya. Barangsiapa dalam Islam membuat kebiasaan buruk, maka tercatat baginya dosa dan dosa orang yang mengikutinya setelahnya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka.”(HR. Muslim).

Wallahu’alam
 

1 comment:

  1. Adeeem. Makasih karena udah mengingatkan dengan cara yang kau suka mbak :))

    Salam,
    Senya

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<