Sunday, March 16, 2014

Endometriosis: Pemicu, Gejala, dan Pengobatannya

Endometriosis berasal dari kata endometrium, yaitu jaringan yang melapisi dinding rahim. Penyakit endometriosis ini adalah tumbuhnya jaringan dinding rahim di luar rahim. Lokasi tumbuhnya beragam di rongga perut, seperti di ovarium, tuba falopii, jaringan yang menunjang uterus, daerah di antara vagina dan rectum, juga di kandung kemih. 

Konsumsi kopi dalam jangka panjang diketahui dapat menurunkan risiko kanker endometrium (dinding dalam rahim). Pernyataan ini ditulis dalam sebuah artikel jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, sebuah media terbatas yang diterbitkan oleh American Association for Cancer Research.

Dalam penelitian itu diketahui bahwa kebiasaan minum lebih dari 4 cangkir kopi per hari dapat meminimalkan 25% risiko kanker endometrium, sedangkan perempuan yang  mengonsumsi 2-3 cangkir per hari, berkurang 7% risiko mengalami kanker tersebut. Jika responden memilih untuk mengonsumsi kopi jenis decaffeinated (dihilangkan kadar kafeinnya) lebih dari 2 cangkir sehari, maka risikokanker endometrium mereka berkurang hingga 22%.
 
Sejauh ini hanya diketahui bahwa endometriosis banyak ditemui di kalangan perempuan yang keluarganya menderita endometriosis juga. Ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa endometrial implant dapat sampai keluar rahim. Berdasarkan teori, hal ini disebabkan karena adanya kemungkinan darah kotor melimpah atau tumpah ke belakang rahim melalui saluran fallopian. Ada juga yang mengatakan endometrium ini dibawa ke tempat lain melalui saluran darah atau saluran kelenjar dan bisa juga karena wanita-wanita yang sering tertekan jiwanya (stress).

Gejala
 
Sebagaimana di kutip dari bidanku.com bahwa endometriosis memiliki gejala khas antara lain:
  • Pada sat menstruasi, perut akan terasa nyeri, kadang diikuti oleh kejang-kejang di otot perut
  • Jika akan duduk, sakit akan terasa pada pinggang
  • Bagian panggul akan terasa nyeri, di daerah belakang dan samping panggul
  • Jika pernah mengalami sakit maag, maka gejala endomteriosis akan mirip saat sakit perut ketika mengalami maag
  • Saat buang air besar, terasa sakit pada daerah anus dan sekitarnya
  • Ada kecenderungan vagina menebal
  • Sebelum tiba siklus haid, di dahului oleh munculnya bercak merah
  • Pada saat berhubungan, akan terasa sakit
  • Pada saat haid berlangsung, jumlah darah yang keluar berlimpah

Pemicu

Endometriosis dapat disebabkan oleh beberapa hal yang sebenarnya sangat dekat dengan perempuan. Diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Krim Tabir Surya.
Jurnal Environmental Science & Technology menunjukkan fakta bahwa berdasarkan sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa Benzophene atau Osybenzone yang terkandung di dalam krim tabir surya, dan cenderung sangat tinggi berpotensi memicu endometriosis. 
Para ahli menyarakan agar sebaiknya meneliti kandungan krim tabir surya sebelum membelinya. Pastikan krim pilihan Anda tidak mengandung kedua jenis unsur kimia tersebut.
2. Pestisida
Jenis racun pembunuh hama ini, dapat masuk ke dalam tubuh kita melalui sayur dan buah-buahan segar, dan hasil pertanian lain yang tidak dicuci bersih atau tidak diolah hingga matang. Bahkan jika bertempat tinggal di dekat lokasi pertanian yang mengunakan pestisida, ada kemungkinan air tanah di area tersebut telah terkontaminasi pestisida.


Paparan pestisida yang terus terjadi diketahui dapat menyebabkan penundaan menstruasi, perdarahan berat saat menstruasi, dan siklus menstruasi yang panjang. Dua jenis pestisida yang saat ini sangat umum digunakan, atrazine dan Glyposat, memengaruhi Aromatase, sejenis enzim yang mengubah testosteron menjadi esterogen, sehingga menyebabkan PMS yang sangat menyakitkan. Agar menghindari kontaminasi pestisida ini, sangat disarankan agar jika memungkinkan perempuan mengonsumsi sayur dan buah organik.

3. Trans Fat
Trans fat adalah lemak buatan hasil industri. Jenis lemak ini sejak lama telah diketahui merusak jantung, dan baru belakangan ini dipastikan mengganggu sistem reproduksi perempuan. Hal ini telah dipublikasikan pada tahun 2010 oleh Jurnal Human Reproduction. Disebutkan bahwa perempuan yang mengonsumsi trans fats dalam jumlah relatif banyak berisiko 50% alami endometriosis. 


Tetapi tidak semudah menghindari makanan berpestisida dengan mengonsumsi makanan organik, karena trans fat saat ini nyaris terkandung dalam berbagai bahan makanan, selain menyarankan untuk menghindari makanan berlemak para ahli mencari solusi lain. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa perempuan yang mengonsumsi Omega 3 dalam kadar tinggi memiliki risiko 22% lebih rendah terhadap endometriosis. Makanan yang mengandung Omega 3 tinggi adalah ikan Salmon.

Pengobatan

Jika endometriosis terjadi akibat adanya gangguan hormonal, maka hal ini dapat disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan pengatur produksi hormon. Jika endometrisosis dalam bentuk kista, penyembuhan dapat dilakukan dengan operasi laparoskopi diikuti dengan terapi hormonal. Jika operasi berjalan dengan baik, maka perempuan yang mengalami endometriosi ringan sebelumnya besar kemungkinan akan kembali bisa hamil kembali, tapi ada pula beberapa kasus perempuan yang menderita endometriosis dapat hamil tanpa dilakukan operasi terlebih dulu, lalu gejala endometriosisnya bisa berkurang. Jadi, jangan terlalu cemas jika anda mengalami endomteriosis. Peluang masih terbuka lebar untuk anda dapat hamil, selama anda bisa menerapkan pola hidup sehat, berpikiran positf dan melakukan terapi atau pengobatan sesuai dengan petunjuk teknis dari dokter.

Menurut menstruasi.com, jika terlambat dilakukan pengobatan, maka endometriosis akan berkembang ke stadium yang lebih berat sehingga bisa menyebabkan infertilitas. Biasanya, pengobatan yang diberikan tergantung pada gejala, rencana kehamilan, usia dan luasnya endometriosis. Pada wanita dengan endometriosis ringan sampai berat, terutama dengan kasus infertilitas, diperlukan pembedahan untuk membuang sebanyak mungkin jaringan endometriosis dan mengembalikan fungsi reproduksi. 

Selain operasi, perawatan bisa dilakukan dengan minum obat, diantaranya obat yang mengandung hormon Progesterone. Bahkan seiring dengan kemajuan ada juga pengobatan dengan cara penyuntikan sebulan sekali. Selanjutnya dapat di baca link berikut: Endometriosis Pengobatan Alternatif.

Pengalaman survivor endometriosis tanpa operasi dapat di baca pada link berikut: Endometriosis Perempuan dan Ancaman.

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<