Sunday, April 19, 2015

Emancipate Yourselves From Mental Slavery




Emancipate yourselves from mental slavery
None but ourselves can free our minds – Bob Marley

Terinspirasi dari lagu-lagu Bob Marley yang dinyanyikan HB tadi pagi, saya pun memasukkan beberapa lagu ke playlist di music player saya. Get Up Stand Up, Buffalo Soldier, dan Redemption Song yang terus terngiang dan saya putar ulang. Hingga akhirnya saya memberanikan diri untuk menulis ini. Setelah melalui pertentangan-pertentangan dalam diri, akhirnya saya tahu untuk apa harus #BeraniLebih. Saya seperti 'terbangun' dan tahu apa sebenarnya yang harus saya utamakan.


Redemption Song hanyalah salah satu lagu penyembuh nyeri sembilu di ulu kalbu. Terkadang mendengarkan lagu-lagu reggae semacam ini mampu menghadirkan semangat untuk bangkit lagi. Meski tidak terdengar ‘terlalu-rege’, tapi karena kesederhanaan yang penuh makna itulah Bob Marley menghadirkan kekuatan lirik yang sangat touchy. Redemption Song sendiri memang hadir dalam kondisi politik yang serba sulit. Ia bercerita bagaimana beremansipasi untuk melawan tirani. Lagu yang menyuarakan kebebasan dan perlawanan terhadap pemerintahan yang kejam. Kacau. Seperti saat yang terjadi dalam otak dan tubuh saya dengan segala tuntutan dan tanggungjawab yang sering saya lepaskan begitu saja.

“Merdekakanlah dirimu sendiri dari mental budak. Bukan orang lain tapi hanya diri sendiri yang mampu membebaskan pikiran kita”, kata legenda reggae itu.

Menurut saya, penggalan lirik ini benar-benar melawan musuh yang selalu membelenggu kita untuk berkembang. Bukan ketiadaan fasilitias, bukan aturan-aturan, bukan kesewenang-wenangan orang lain, tapi diri sendiri. Diri sendirilah yang harus bertanggungjawab untuk melawan keterbatasan, mendobrak hambatan, dan #BeraniLebihBerpikirMerdeka. Memerdekakan pikiran-pikiran yang mendoktrin bahwa kita adalah budak, korban. Korban tidak pernah mengambil peran untuk bertanggungjawab dan menerima akibat. Itulah yang melemahkan kita.

Saya harus #BeraniLebihBerpikirMerdeka bahwa saya bukan budak! Saya bertanggungjawab terhadap keberlangsungan hidup saya, keluarga, masyarakat. Saya harus menjadi sesuatu yang mempu memberikan perubahan pada keadaan. Mengambil tanggungjawab, menerima resiko, dan memenangkan perseteruan dalam diri adalah tugas diri sendiri. Bukan orang lain.

Have no fear for atomic energy
‘Cause none of them can stop the time

Tidak ada ketakutan terhadap energi atom karena mereka tidak dapat menghentikan waktu. Waktu terus bergulir, sampai kapan saya akan terus tersihir? Mengeluh dan berpasrah pada kondisi tubuh yang lemah sebagai alasan untuk tidak melakukan gebrakan-gebrakan besar. Berdiam diri dan menyerah ketika tubuh mulai goyah. Sementara pikiran-pikiran negatif terus menghantui dan menghadirkan tekanan yang makin menjadi-jadi. Dengan menganggap diri ini bukan korban, saya akan sadar bahwa saya hanya insan. Dan Tuhan tidak akan mengubah nasib saya, selama saya hanya diam dan bergelut dengan kenangan hitam, tuntutan, atau pun cercaan. Membebaskan pikiran, dan membiarkan tubuh, jiwa, dan hati memainkan perannya dengan seimbang. That should I do, #BeraniLebihBerpikirMerdeka karena kita bukan budak siapa-siapa.

Won’t you help to sing
These songs of freedom?



Facebook : Rinda Gusvita
Twitter/Ig : @vitarinda




9 comments:

  1. Wow..filosofis sekali Dik Rinda:)

    ReplyDelete
  2. Wow..filosofis sekali Dik Rinda:)

    ReplyDelete
  3. tulisannya selalu bersemangat, seperti biasa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus, donk! Siapa lagi yang mau menyemangati kalau bukan diri sendiri. Makasih sudah mampir Mbaaakkkk :D SEMANGAT, ya!

      Delete
  4. Aiiihhh oke banget niiihhh
    bikin semangat pagi pagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus! Semangat pagi sepanjang hariiiiiiiii!!!

      Delete
  5. Merdekakanlah dirimu sendiri dari mental budak. suka bgt kata2 itu. follow blog saya juga ya gorgeous-coll.blogspot.com

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<