Thursday, May 21, 2015

Kenapa Yahudi VS Islam Melulu?!

INFO PENTING!!!

Interview Channel Israel bersama seorang doktor berkebangsaan Israel, Dr. Malhom Akhnauf, penggagas program Star Academy.

Pertanyaan: Bagaimana perasaan Anda saat ini, ketika obsesi terbesar Anda, yaitu ‘STAR ACADEMY’ benar-benar telah menjadi kenyataan di pusat negeri-negeri Islam?”

Jawab: Perasaan saya tidak bisa saya lukiskan, yang jelas kami telah menghabiskan sebagian besar umur kami – demi melangsungkan program tsb - hingga pada akhirnya, kami berhasil mewujudkan tujuan ini!

Pertanyaan: Apa yang Anda maksud bahwa itu telah menghabiskan sebagian besar umur kami?

Jawab: Iya benar. Kami memang telah menggarap program ini selama bertahun-tahun, hingga kemudian kami berhasil mengokohkan acara ini di negara-negara Barat, lalu meluas ke negeri-negeri Arab. Dan kami meyakini bahwa sesungguhnya program ini akan terus mengalami perkembangan dan kemajuan hingga sampai pada puncak keberhasilannya, seiring dengan perjalanan Negara Israel.

Pertanyaan: Kenapa Anda sangat yakin bahwa program ini pasti berhasil?

Jawab: Karena sungguh kami mengetahui bahwa umat Islam saat ini telah dijauhkan dari agamanya, tetapi pada saat yang sama para pemuda Muslim kini memiliki kecenderungan berpegang kepada Islam, yang sekiranya hal ini dibiarkan, niscaya suatu saat mereka akan menghancurkan negara kita!

Pertanyaan: Mengapa Anda begitu berhasrat unutk menjadikan program Star Academy ini sebagai sarana untuk menghancurkan umat Islam?

Jawab: Karena kami hendak menjauhkan mereka dari agama Islam.

bla...bla...bla...


Note: Star academy itu semacam program TV untuk mencari bakat anak muda utk menjadi bintang atau artis. Seperti sekarang yg banyak marak di TV negeri ini, Indonesia Idol, X factor Indonesia, Indonesia mencari bakat, Rising Star, Dangdut Akademia, dan lain2. Para orang tua yg awam sangat bangga kalau anaknya bisa tampil apalag menjuarai ajang tersebut bahkan rela mengorbankan aqidah

Adakah yang pernah mendapatkan broadcast serupa? Saya mendapatkan ini di sebuah grup Whatsapp. Setelah ada yang memosting ini, reaksi anggota grup ada yang marah, ada yang kesal, memaki-maki, dan sebagainya. Saya kemudian melontarkan pertanyaan: kenapa sih kok Yahudi membongkar triknya kepada umat Islam? Apa mereka ingin kita marah? Kalau sudah marah, kita akan gupek. Kalau sudah begini, sesuatu yang buruk bisa saja terjadi.

Kemudian mereka menjawab dengan segala macam teori turun temurun yang memang sudah saya hafal betul dan saya tahu akan dijawab seperti apa. Saya sudah dijejali dengan paham ini sejak SMA. Ya, sejak saya ingin belajar Islam lebih kaffah. Tapi hingga kini teori itu masuk kuping kiri keluar kuping kanan saja bagi saya. Entah kenapa, menurut saya, terlalu jauh untuk menyadarkan umat untuk menuju ke sana.

Teman-teman saya lalu mencontohkan serangan yahudi yang saya pahami sejak dululewat food, fashion, and fun. Mereka memberitahu saya bahwa McD adalah salah satu trik Yahudi dan kita menyumbang aksi mereka dengan menjadi konsumen di McD, KFC, dan sebagainya. Ekspansi minimarket-minimarket juga begitu marak. Tapi saya juga tahu mereka tetap berbelanja di sana.

Perangi Mc Donald, KFC, dan Antek-antek Yahudi Lainnya!

Saya punya pemikiran berbeda mengenai hal ini. Saya lebih memilih untuk melakukan kampanye ala saya sendiri. Saya katakan bahwa teori mereka tentang permusuhan Yahudi dan Islam untuk melarang orang masuk ke Mc Donald hanya akan menjadi kentut lewat!!! Saya tahu kata-kata saya terlalu sarkas. Tapi saya sudah terlalu jengah dengan kebencian. Agama adalah pembawa damai, bukan pembawa kekerasan dan permusuhan. Kalau ingin berjuang demi agama dan menolong agama Allah, banyak cara yang lebih elegan daripada adu otot tentang penyedia fastfood yang telah menghidupi ratusan bahkan mungkin ribuan karyawan Indonesia. Dan mereka tinggal di Indonesia!!!

Siapapun tahu, bahwa fastfood tidak baik bagi kesehatan. Tidak perlu saya ulas di sini teorinya, atau mungkin lain kali lewat tulisan berbeda. Saya tahu pihak KFC bisa membaca ini. Maka mereka mengeluarkan iklan bahwa fastfood di KFC tidak berbahaya bagi kesehatan. Si cantik imut-imut Andien yang saya lihat menjadi bintang iklannya. 

Kampanye Slow Food
 
So, kenapa nggak kita kampanye anti fastfood saja? Saat ini slow food telah banyak dikampanyekan. Cari saja infonya. Saya pernah bertemu komunitas pengampanye slow food berbasis di kampus UGM. Mereka bukan hanya muslim. Mereka tidak membawa isu agama yang sensitif. Mereka membawa isu kesehatan dan mengangkat budaya lokal. Nyatanya, kalau kita mau kembali kepada kearifan lokal semuanya akan baik-baik saja. Kalau pondasi kita cukup kuat di local wisdom, nggak akan mungkin goyah dan memilih ke Mc D cuma gara-gara ingin tampil gaya.

Ya, teman-teman saya menilai bahwa anak muda dan orang-orang lebih memilih datang ke tempat modern karena gaya. Karena pergi ke tempat mentereng dan mahal adalah prestise tersendiri. Saya nggak begitu! Saya pergi ke KFC atau McD karena saya butuh Wi-fi. Atau saya memang ingin bertemu teman. Atau saya butuh tempat untuk menjadi produktif dengan laptop atau buku. Tempat-tempat itulah yang memberikan kenyamanan, pelayanan ramah, dan segala keunggulan yang lainnya. Saya katakan kepada teman-teman saya bahwa mereka punya perusahaan-perusahaan besar dan bagus. Kita harus mencontohnya dari segi strategi bisnis mereka. 

Kampanye Go Green 

Klaisk banget ya, lagi-lagi saya ngomongin this fuckin bulshit. Entah sudah berapa kali saya menulis tentang green lifestyle. Menurut saya, se-go-green-go-reen-nya KFC dengan slogan di mana-mana, mereka itu tetap nyampah. Lihat saya gelas yang mereka pakai. Lihat bungkus nasinya. Lihat sedotan dan segala macamnya. Kamuflasi go green-nya mereka kalau menurut saya. Okay, katanya mereka pakai bahan yang mudah terurai dan ramah lingkungan. Butuh waktu berapa tahun untuk terurai?
Apalagi Mc D yang masih pakai styrofoam untuk wadah. Saya pernah melakukan perjalanan kembali ke Jogja dari Surabaya. Waktu itu jadwal kereta saya masih empat jam lagi tapi saya sudah tiba di gubeng lebih awal. Saya memilih untuk menunggu di McD yang letaknya di pusat perbelanjaan bersebelahan dengan Monumen Kapal Selam. Di sana saya tahu bahwa mereka menggunakan wadah sekali pakai. begitu konsumen selesai makan, mereka memasukkan semuanya ke dalam kotak sampah. Tanpa ada yang dicuci, tanpa ada pemilahan sampah. Bukankah itu hal buruk? Tidakkah mereka sadar bahwa kita sudah darurat sampah?

Mereka menyediakan kenyamanan dan segala bentuk pelayanan lainnya. Sementara tempat-tempat makan kita yang terbilang punya nama besar dan lumayan sukses saja masih menyediakan hiburan tikus got lewat. 

Minimarket Antek Yahudi

Sudah sering, ya, dengar bahwa ajakan untuk memboikot Unilever, boikot pusat perbelanjaan, tapi mereka sendiri diam-diam masih pakai produknya, kok. Palsu banget, ya?! 

Teman-teman saya bilang bahwa segala 'mart-mart' yang mereka temui itu adalah salah satu antek Yahudi. Yang sering meminta kita untuk menyumbangkan uang kembalian kita. 

Oh, man! Buka mata, yuk! Kenapa sih mereka bisa berkembang? Karena mereka memiliki strategi dan dianggap punya masa depan bisnis yang baik. Daripada teriak-teriak menghina dina tempat belanja macam itu, contoh dong aktivitasnya kawan-kawan dari Gusdurian. Iya, kawan kuliah saya ada yang aktif di Gusdurian yang sering disinggung-singgung juga oleh teman-teman saya yang lainnya. Gusdurian melakukan pembinaan dan pendampingan untuk warung-warung kecil supaya mereka bangkit dan lepas dari himpitan toko modern. 

Saat ini aktivitas mereka tersebar di Jogja dan akan merambah Jawa bagian tengah. Mereka juga punya target ekspansi aktivitas.Toko tradisional butuh pendampingan, maka melalui Kios Rakyat ini mereka menggandeng para supplier produk untuk mendistribusikan produk kepada kios kecil dengan harga murah.

Agama Pembawa Damai dan Keselamatan
Populasi umat muslim di dunia (Sumber: Wikipedia)

Berdasarkan peta di atas, populasi umat muslim yang terbesar ada di Indonesia (206 juta jiwa), disusul dengan Pakistan (180 juta jiwa), kemudian India (160 juta jiwa),  Bangladesh (132 juta jiwa), dan Nigeria (80 juta jiwa). Dengan populasi umat sebesar itu, bisa jadi Indonesia menghadapi tantangan tersendiri. Belum lagi umatnya itu juga yang menciptakan perpecahan dengan sendirinya. Padahal sudah bagus kita hidup di Indonesia dengan segala keberagamannya. Agama mengajarkan keindahan, kasih sayang, dan perdamaian. Sudah seharusnya kita jaga. Dan sudah terlalu banyak kompor yang membuat orang tersulut emosinya hingga meledak-ledak. Sudah banyak bukti. Yang damai juga banyak.tergantung kita mau pilih yang mana?

Mengenai Star Academy itu sendiri, silakan kembalikan kepada diri kita. Sudah melakukan apa untuk memproteksi keluarga kita? Sejauh apa kita peduli dengan teterbukaan informasi dan kemajuan zaman? Jangan lantas memilih menjadi terbelakang dan menafikkan semua perubahan dengan dalih kembali ke ajaran Nabi. Di zaman iut bahkan belum ada internet, belum ada teknologi canggih yang bisa membuat kalian menyebarkan kabar hoax dan menciptakan keresahan dimana-mana. Berkaca saja dari realita sosial yang terjadi di sekeliling kita, lakukan perubahan jika mampu. Nggak perlu terlalu jauh sampai ke Israel dan menebarkan kebencian!

6 comments:

  1. Mengenai boikot produk Unilever, awwwww...musti pikir panjaaaaannggg deh. Ada perusahaan di bawah unilever yg berbasis di daerah Seimengke, Sumut. Perusahaan refinery minyak CPO. Minyak CPO setelah diolah kan jadi bejibun, banyak banget produknya ya, mulai yg digunakan di industri makanan seperti minyak goreng dan mentega sampe yg diolah menjadi energi. Sangat sulit tentunya memilah karena produk itu larinya ke perusahaan2 lain yg kmdian mengolahnya menjadi barang yg baru pula, yg tanpa ada kata Unilever di kemasannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ... dan job vacancy di Unilever nyatanya masih banyak dicari, Mbak :v Makanya nggak usahlah yaaaa bicara boikot kalo emang belum bisa hidup soliter :D

      Delete
  2. Setuju banget mbak Rind, wah baca tulisan mu serasa dengerin ketua demo berorasi. Betul sekali ga usah dikit2 agamalah, berpikir seserhana saja berbuat baik bagi sesama dan tidak merugikan org lain, mikirin mo boikot mc d jg cuma ngayal wong yg jajan nambah byk gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe... saya terlalu dekat dengan perbedaan, dan menganggapnya potensi untuk berkembang :D

      Delete
  3. semangat, damai itu indah, terlebih saat berdamai dengan Allah. Ngomong apa ya saya, asal nulis, ga kayak mbak Vita, bahasanya sudah kayak orasi... Salam kenal... hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga, Mas. Terimakasih sudah mampir :D

      Delete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<