Wednesday, August 5, 2015

BNI Setia Menemani Mewujudkan Mimpi


Perkenalan saya dengan BNI bermula dari kebiasaan menabung sejak kecil. Dulu emang cuma bermodal celengan berbentuk aneka karakter, sampai sekarang pun saya masih mengandalkan metode menabung seperti ini di samping menabung di bank. Sejak SMA, saya mulai berani untuk pergi ke bank dan membuat rekening. Sejak saat itu, sekitar tahun 2005, saya mulai menabung di BNI. Namanya anak SMA yang masih maju-mundur pemikirannya, saya cuma setor ke bank agak banyak kalo abis lebaran, masih terbilang anak-anak jadi THR-nya banyak.
ATM Gallery BNI Kalianda

Selebihnya saya datang ke bank satu atau dua bulan sekali bermodal uang Rp. 50.000. Malu? Ya enggaklah. Soalnya kata Ibu nabung sedikit enggak masalah, yang penting kontinyu. Sayangnya, saya emang enggak pernah setia sama bank. Ya, kembali lagi ke jiwa muda yang maju-mundur. Akhirnya rekening saya tertutup dengan sendirinya setelah saya malas lagi pergi ke bank tanpa teman yang sekedar nengok Abang Satpam.

“Lu mau nabung, nggak? Gue temenin deh, Satpamnya ganteng, baik lagi!” kata seorang teman.

Setelah kuliah di Universitas Lampung, saya kembali akrab dengan BNI. Pasalnya, saya mendaftar SPMB dan mendapatkan formulir di BNI. Setelah kuliah, saya tidak lantas membuka rekening BNI meskipun urusan keuangan selalu lewat bank ini. Di pertengahan masa kuliah, saya butuh menyimpan uang ketika melakukan Praktek Umum (PU) di LIPI Subang, Jawa Barat. Sejak saat itu saya kembali membuka rekening di BNI. Pulang dari PU, saya dikirim ke Sumatera Barat sebagai relawan pasca bencana gempa tahun 2009. Saya masih setia dan tetap setia dengan BNI, meski di sana saya di tempatkan di pelosok yang tidak terdapat bank atau pun ATM. Dan memang rekening saya jarang sekali ditengok, apalagi diisi ulang.

Sekitar tahun 2010, saya mulai sedikit mengenal perbankan syariah. Saya mulai sering pergi ke luar daerah Lampung sendirian sejak kegiatan seleksi Mahasiswa Berprestasi di Jakarta. Saya juga mulai sering diajak untuk bekerja di proyek-proyek kecil dan dapat uang, Pulang dari Jakarta, saya ke Surabaya untuk event yang tidak jauh berbeda. Di sana, saya bertemu banyak kawan-kawan yang paham agama sehingga kemudian hati saya tergerak untuk membuka rekening di BNI Syariah di Pahoman, Kota Bandar Lampung. Namun lagi-lagi, lantaran jarang ditengok, rekening itu tertutup dengan sendirinya. Meski kartu ATM BNI Syariah masih saya pegang hingga kemarin saya berberes rumah kos di Yogyakarta, rekening saya di bank itu sudah benar-benar tidak aktif. Maafkan saya BNI, saya memang gampang galau, gampang bosan, dan alasan utamanya adalah enggak punya uang yang kontinyu untuk saya setor ke kamu!

Mulai Ketergantungan Gara-gara TAPMA

Setelah lulus dari S1, saya sempat bekerja selama hampir dua tahun. Kemudian saya mendapatkan Beasiswa Unggulan dari Dikti untuk melanjutkan kuliah di UGM, Yogyakarta. Sejak masa pendaftaran, lagi-lagi saya akrab dengan BNI. Saya membeli formulir pendaftaran di BNI dan setelah resmi diterima sebagai mahasiswa, secara otomatis saya mempunyai rekening di BNI Cab. UGM Bulak Sumur. Uang beasiswa saya terima lewat rekening BNI TAPMA ini. Saya juga mempunyai kartu ATM berwarna baby blue  cenderung toska lucu yang juga berfungsi sebagai Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). BNI Taplus Mahasiswa (BNI TAPMA) adalah tabungan yang diberikan kepada para mahasiswa Perguruan Tinggi yang bekerjasama dengan BNI yang berfungsi untuk menampung keperluan pembayaran SPP dan atau lainnya. Lewat kartu ini saya bisa mendapatkan banyak manfaat, di antaranya:
  • Sebagai Kartu Mahasiswa yang dapat berfungsi sebagai Kartu Identitas yang dapat digunakan untuk keperluan berbagai aktivitas sehari-hari di lingkungan Universitas seperti: Absensi, Akses Door dll
  • Munculnya rasa “memiliki/bangga” terhadap universitas/ perguruan tingginya (bukan sombong :p)
  • Meningkatkan image, karena Kartu dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan dan dapat bertransaksi di ribuan jaringan ATM BNI, ATM bersama dan Link serta fasilitas BNI Internet Banking, BNI Phone Banking dan BNI SMS banking.
  • Bisa digunakan untuk belanja menggunakan debet di beberapa toko.
  • Setoran yang sangat kecil minimal Rp. 5.000,-
  • Bisa diambil sampai saldo Rp. 0,-
  • Kepercayaan untuk sewa motor di lingkungan sekitar kampus.
Dua poin terakhir ini penting banget karena sirkulasi keuangan saya sangat bergantung dari kiriman uang rakyat oleh Dikti dan saya nggak punya kendaraan bermotor. Kiriman uang beasiswa sangat nggak menentu. Kadang tiga bulan sekali, pernah juga sampai tujuh bulan saya nggak dikirimi uang. Di saat-saat kondisi keuangan sedang palung itulah, saya (mungkin juga mahasiswa lainnya) sangat berterimakasih pada ketentuan saldo minimal. Di kantor BNI Cab. UGM Bulak Sumur juga ada ATM dengan nominal penarikan uang Rp. 20.000. Ini tentu sangat membantu *wink wink*

Selain itu, berbekal KTM BNI ini saya mendapatkan kepercayaan sebagai mahasiswa S2 UGM kece yang nggak harus meninggalkan KTM sebagai jaminan di rental. Alasannya, KTM saya kan juga berfungsi sebagai ATM jadi saya nggak bisa meninggalkannya ke sembarangan orang. Maka saya cukup memberikan jaminan kartu perpustakaan dan KTP kepada pihak rental motor langganan. Kadang juga saya hanya memberikan kartu perpustakaan saja. Padahal seharusnya jaminannya meliputi tiga jenis kartu penting termasuk KTM.

Di akhir masa kuliah dan beasiswa menjelang berhenti, saya masih membutuhkan uang untuk penelitian. Sejak saat itu saya bergantung pada uang kiriman orang tua lewat BNI yang siap sedia kapan pun juga saya butuhkan. Saya mulai sangat bergantung dengan BNI untuk melanjutkan hidup, transaksi ‘bisnis’, belanja on line, pembelian tiket, dan sebagainya.

Why BNI?

Yang namanya jodoh, walaupun udah putus-nyambung tetap saja ketemu. Ya, mirip kisah saya dan BNI ini. Dulu saya berkali-kali buka rekening, dicuekin, digantungin sampai akhirnya putus sendiri hingga sekarang saya malah ketergantungan dengan BNI. Lalu kenapa harus BNI, sih?
1.       Friendly dan menyentuh semua kalangan
Gara-gara produknya berupa Taplus Anak, TAPMA, Taplus Muda, Taplus, Taplus Bisnis, BNI Haji, dan sebagainya jadi semua orang dengan berbagai kepentingannya bisa menggunakan jasa BNI. Hal ini menjadi alasan banyak orang punya rekening di BNI sehingga memudahkan transaksi.

2.      Banyak promonya
Ini sih kabar baik buat pemburu hadiah, diskon, dan semacamnya (persis kayak saya). Banyak promo-promo menarik di waktu-waktu tertentu yang sering banget digelar BNI. Tanggal 15 dan 16 Juli kemarin aja ada program tambahan Rp. 20.000 untuk pembelian pulsa Telkomsel Rp. 100.000. Lumayan banget dan bisa dapet nggak cuma sekali isi pulsa. Ada lagi promo tiket konser Andien Metamorfosa sampai 50% di Periode Juli-September. Diskon-diskon lain juga suka tiba-tiba ngagetin, so harus selalu update kabar tentang BNI.

3.      Tetap melayani pada akhir pekan dan hari besar
Layanan Weekend Banking memang sangat memanjakan nasabah. Meski saya terbilang jarang menggunakan fasilitas ini di kantor-kantor BNI tertentu. Pasalnya saya anaknya sangat Malas Gerak (Mager). Karena nggak semua kantor menyediakan layanan Weekend Banking, so kita harus cek dulu di menu ‘locator’ di web resmi BNI. Ada juga pelayanan yang tetap dibuka pada hari-hari besar yang biasanya ada update-nya di menu ‘pengumuman’ di web resmi BNI.
4.      BNI Experience yang memanjakan nasabah
Sebagai smart people pengguna smart phone yang selalu mobile, saya harus banget download aplikasi ini. lewat BNI Experience ini saya bisa menemukan lokasi ATM dan kantor BNI di menu ‘locator’, update promo dan program lainnya dari BNI, melakukan internet dan SMS banking. Jadi kalau sudah ada aplikasi ini di smart phone, nggak perlu repot buka PC, colok modem atau berburu Wifi untuk bisa bertransaksi online atau sekedar cari info. Nah, yang lebih membahagiakan nasabah gampang tergoda seperti saya adalah: Coupon! Lewat layanan ini, kita bisa mengakses aneka merchant yang bekerjasama dengan BNI.
BNI Experience (Sumber: Web. BNI)
 5.      Memudahkan transaksi keuangan On line nasabah
Bank yang baik itu kan nggak akan mempersulit nasabah. Jadi saya juga terbiasa dibuat simpel oleh BNI. Saya tahu ada layanan BNI E-Tax, layanan ini dari beberapa orang terdekat yang dapat memudahkan membayar pajak secara on line. Lagi-lagi BNI nggak suka yang ribet-ribet. Ini pasti berguna bagi saya di masa depan.

Selain itu,  sebulan sekali saya pasti beli tiket kereta api, saya bisa beli online dan bayar lewat ATM atau internet banking. Untuk urusan pulsa, saya juga lebih suka transaksi online daripada harus beli di abang-abang konter atau minimarket. Untuk pembayaran tagihan lainnya, BNI juga selalu siap sedia. Yang paling penting mah selalu dijaga saldonya, atau anda akan merasa jadi nasabah gagal gaul. LOL.
6.     Mendukung gerakan non tunai
Dengan adanya kemudahan transaksi online saja, nasabah sudah sangat bisa transaksi non tunai, apalagi dengan produk TapCash. TapCash bekerja sama dengan Badan Penyelengggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) dan bus Trans melakukan integrasi e-ticketing. Integrasi itu memungkinkan pemilik kartu BNI TapCash menggunakannya sebagai alat pembayaran pengganti tiket.

Kartu BNI TapCash merupakan uang elektronik berbentuk kartu sebagai pengganti uang tunai yang digunakan dalam melakukan transaksi pembayaran di seluruh merchant yang telah bekerja sama dengan BNI. Dengan demikian, pemegang Kartu BNI TapCash itu sama seperti sedang memegang uang tunai. BNI TapCash dapat digunakan selama lima tahun sejak tanggal transaksi pertama. Dengan menggunakan TapCash ini juga saya bisa mudah bertransaksi di tempat favorit saya nongkrong berjam-jam kalau lagi serius berkencan dengan PC, BNI-UGM Food Park.
7.      Antrian yang teratur di bank
Sebagai nasabah setia, saya tetap aktif bertransaksi meski sedang menunggu kartu ATM Taplus saya selesai dalam dua minggu (saya bukan pilih yang instan). Transaksi online tidak dapat saya lakukan dengan alasan kartu ATM tidak aktif, sehingga saya harus pergi ke Customer Service dan ke teller. Saya mengambil nomor antrian dibantu oleh Satpam yang luar biasa ramah, kemudian saya duduk.
Antrian di BNI Kalianda

Antrian sangat panjang hari Senin kemarin, katanya setiap awal bulan apalagi Senin memang banyak nasabah yang datang ke Kntor Cabang Kalianda. Tapi saya nggak perlu standing in line dan bergerak maju setiap ada nasabah yang selesai bertransaksi. Saya cukup duduk manis sambil ngetik atau browsing dengan PC saya. Cara untuk tetap produktif meski sedang mengantri di bank. Hal kecil, tapi beberapa pesaingnya lupa untuk memberikan kenyamanan serupa.
8.     Pengurusan kehilangan dan ‘kelupaan’ yang simpel
FYI, dulu saya gampang banget kehilangan kartu ATM, KTM, dan sejenisnya. Semudah itu juga saya lupa PIN, kartu ATM diblokir dan semacamnya yang membuat saya harus bolak-balik kantor BNI, akrab dengan Customer Service, sampai membuat mereka geleng-geleng keheranan.

Meski begitu, saya bangga karena selama saya menjadi mahasiswa di UGM, saya baru satu kali kehilangan KTM/ATM.LOL.  Saya menyadarinya dua hari setelah kejadian setelah uang cash saya habis. TKP-nya diperkirakan di ATM BNI dekat rumah kos saya. Sepertinya saya cuma ngambil uang yang saya tarik dari ATM dan melupakan begitu saja kartunya. Menurut informasi tukang ojeg yang mangkal di sana, kartu saya ditemukan oleh seseorang yang kemudian memberikannya kepada petugas ‘tukang isi ulang uang’ di ATM. Ya, kalau sudah begitu kan ribet.

  “Tolong dibantu administrasinya, ya, Mbak. Dua puluh ribu,” pinta petugas di Polsek Bulak Sumur.

Akhirnya saya meminta bantuan tukang ojeg yang bersedia untuk nggak saya bayar dulu. Uang saya tinggal Rp. 3000. Untuk makan pun nggak cukup. Akhirnya saya ditemani tukang ojeg membuat Surat Kehilangan di Polsek Bulak Sumur. Di sana mereka minta bantuan biaya administrasi. Sementara saya nggak punya uang lagi dan sepengalaman saya yang malang melintang di ‘dunia kehilangan’ saya nggak pernah dimintai uang. Orang lagi susah kok dibikin tambah susah. Pun demikian di Kantor BNI Bulak Sumur. Biaya pembuatan KTM/ATM bisa dibayarkan setelah saya mengurus di teller. Mbak Customer Service-nya pengertian banget saya lagi bokek.

Kebiasaan saya yang paling sering adalah lupa PIN dan password Internet Banking. Meski saya sangat menikmati fasilitas bagi orang-orang yang suka ‘Mager’ dan (sok) sibuk seperti saya, saya juga suka lupa. Perlu dicatat, ini bukan modus untuk Pedekate dengan petugas bank. FYI, petugas BNI Bulak Sumur Langganan saya emang cantik-cantik, tapi kan ini berarti bahwa mereka nggak bisa dimodusin! Dengan cepat tanggap, mereka yang bahkan hafal dengan wajah saya selalu menginstruksikan untuk mencatat kode-kode baru di mana pun dan memberi tahu orang kepercayaan. Baiklah, saya juga me-remember­-me akun Internet Banking di PC saya kok seperti juga segala akun lainnya. Saya tahu ini nggak aman, tapi kan orang lain nggak tahu kode token saya. :p

Tetap Setia Walau Tanpa TAPMA

Status saya saat ini adalah pengangguran yang menanti diwisuda. Saya juga sudah mengembalikan KTM saya ke kampus. Artinya, saya juga nggak bisa menikmati layanan BNI TAPMA. Beberapa teman banyak yang menutup rekeningnya setelah lulus, tapi saya memilih untuk tetap setia dengan berpindah ke Taplus. BNI aja setia menemani saya, kenapa saya harus berpindah ke lain hati terus?
Buku tabunganku yang baru

Dilihat dari nilai budaya kerjanya: PROFESIONALISME, INTEGRITAS, ORIENTASI PELANGGAN, dan PERBAIKAN TIADA HENTI, tentu BNI akan senantiasa melakukan penyempurnaan dan selalu inovatif. BNI telah menemani saya sejak baru belajar menabung, menjadi pengharapan saya tiap bulan atas kiriman uang, memudahkan saya dalam transaksi finansial, dan dengan cabangnya yang ada di beberapa kota di luar Indonesia (New York, Hongkong, Singapura, Osaka, Tokyo, dan London) tentunya kelak akan memudahkan saya yang berburu beasiswa doktoral ke luar negeri atau sekedar jalan-jalan kelak.

Bagi saya, mimpi itu harus digantung tinggi-tinggi supaya usahanya juga senantiasa gigih tanpa henti. Seperti BNI yang setia menemani saya dalam menggapai mimpi, saya pun akan selalu setia menjadi nasabahnya sampai nanti, kelak, entah kapan. Bukan hanya setia kepada saya, BNI juga telah setia selama 69 tahun melayani nasabahnya. Dirgahayu BNI, jayalah selalu dan semakin melayani dengan hati!

Referensi:

www.bni.co.id

4 comments:

  1. Eh saya juga nasabah bni rinda.. Makin maju ya bni!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betah yaaa Manda sama BNI... awet-awet!

      Delete
  2. Aku pernah jadi saksi kehilangan atm bni mu..wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. yeaay! Kau malaikat penolongkuuuuu dengan gocengmu! Terimakasih banyaaakkk :*

      Delete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<