Friday, August 21, 2015

So Many Targets, So Little Chance [Catatan Birthday ke Sekian]

Udah lama banget saya nggak nulis blogpost curhatan di mari. Ya kemaren-kemaren ada sih curhatan, tapi curhatan 'berbumbu'. Kalo sekarang rasanya bener-bener pengen nulis tanpa tedeng aling-aling. Nggak apa-apa kan lagi ngerayain hari spesial. Kalo kata HB "mentang-mentang lagi ulang tahun".

Eh padahal tahun kan nggak mungkin berulang. Lebih tepatnya saya abis memperingati hari lahir saya. Ya, emang kayaknya cuma saya sendiri yang memperingatinya, sih. Beberapa tahun terakhir, hari lahir saya emang nggak ada spesial-spesialnya. Nggak ada lagi kado kayak dulu-dulu kecuali cincin dari Ibu di tahun lalu. Nggak ada surprise. Nggak ada perayaan. Sedih? Pastinya. Saya nggak lebay tapi emang kali ini saya ultah pas lagi dapet juga. Jadi maklum aja kalo makin sensitif.

Tahun ini saya nggak ngilang-ngilangin berkah dari Tuhan juga sih. Banyak banget berkah yang saya dapet. Kesehatan dan kebebasan adalah berkah yang paling tak ternilai. Ya, setahun terakhir saya emang sakit-sakitan. Alhamdulillah sekarang sehat walafiat. Selain itu saya juga mendapatkan kebebasan yang saya idam-idamkan.

Mengerjakan sesuatu yang tidak sesuai dengan passion memang melelahkan. Bukan sekedar mental, fisik juga perlahan keteteran. Mungkin karena itu juga fisik saya jadi nge-drop terus-terusan. Alhamdulillah, akhir bulan lalu saya resmi yudisium. Ke depan, saya bebas menentukan apa-apa yang menarik untuk saya geluti, saya teliti, dan saya pasti akan jalankan dari hati. Selama ini, bukannya saya nggak ikhlas. Mungkin ada sih sedikit rasa nggak ikhlas dalam mengerjakan penelitian. Meski begitu saya selalu berusaha sebaik yang saya bisa.  Selanjutnya, ini akan menjadi pelajaran bagi saya untuk menimbang segala keuntungan dan resiko dari apa-apa yang saya jalani. Agar semuanya murni dari hati.

Hal lain yang selalu mengejar-ngejar saya adalah tentang masa depan. Usia saya sudah sekian dan jatah hidup entah berapa lama lagi sementara saya belum jadi apa. Saya belum bisa berkontribusi apa-apa. Kalau saya boleh kufur nikmat, grafik pencapaian saya justru menurun tajam dari beberapa tahun sebelumnya. Maka dari itu, ketika ada kesempatan dan ajakan dari teman-teman untuk membangun masa depan saya nggak pernah menolak. 

Tapi ketika bisnis yang kami coba bangun selama setengah tahun belakang justru harus bubar jalan, saya merasa sangat nggak berguna. Saya memang bukan yang ahli di bidang bisnis saya, maka saya mempercayakan ini semua kepada teman-teman dalam tim saya. Ketika saya merasa harus memperjuangkan klien dengan mengorbankan diri sendiri tapi ternyata klien pun nggak pengertian saya seperti terjun bebas ke Kawah Candradimuka. Saya sudah merelakan kami tidak mendapatkan keuntungan demi memenuhi janji terhadap klien, tapi ternyata kliennya berhati batu. Saya lebih baik mundur dan menyerah karena ini adalah bentuk kegagalan saya dalam bisnis yang paling parah. 

Oke, saya lebih baik mundur dari bisnis itu. Kemudian saya masih berharap pada masa depan saya yang sebenarnya masih abu-abu. Ketika saya dinyatakan lulus dan tinggal menunggu wisuda, saya dihadapkan pada kenyataan bahwa persaingan di dunia kerja ternyata memang sangat kejam. Demi mendapatkan posisi, bahkan seorang teman tega menjelek-jelekkan track record saya di hadapan pemilik wewenang. Saya merasa nggak pernah punya masalah dengannya, tapi karena omongannya saya jadi semakin enggan untuk kembali dan saya pikir saya harus membangun dari awal dunia saya yang baru, 

Well, saya bukanlah siapa-siapa. Bukan anak dari seorang pesohor, tidak cantik apalagi pintar. Maka saya berhak untuk dilengserkan meski saya belum datang ke medan perang. Tapi saya yakin, Tuhan telah menyiapkan rencana terbaik-Nya untuk saya. Oleh sebab itu Dia beberkan fakta-fakta pahit menjelang peringatan hari lahir saya. Tak lain agar saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan selalu terbaik. Mungkin bukan di sini tapi di sana. Mungkin bukan dalam bidang ini tapi bidang itu. Mungkin bukan sekarang, tapi bulan depan. 


*Tak ada foto untuk kedukaan

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<