Friday, November 13, 2015

Liburan, Pilih Homestay atau Hotel?


Hepiiiii wikeeeennn!
Siapa yang weekend ini berlibur? Kebanyakan dari kalian pilih nginep di hotel atau homestay, sih? Kenapa?

Akhir pekan ini saya nggak berlibur. Justru otak saya akan diperas habis hingga selasa besok. Masih melanjutkan agenda menulis di Yogyakarta dan bukan datang untuk liburan. Saya tinggal di rumah Pak Riyanto, salah satu warga di Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo.

Mungkin terlalu dini kalau saya menulis soal ini. Soalnya saya baru aja dateng tadi siang dari Lampung dan langsung dapat inspirasi ini. Honestly, baru kali ini saya merasa sangat (SANGAT) bersyukur orangtua saya tinggal di pedesaan di Lampung sana. Kecuali soal sinyal dan wifi, ya.

Oh, ya... disclaimer nih. Tulisan ini mungkin akan sangat terkesan subyektif. Karena ini berdasarkan uneg-uneg saya sendiri. Bukan bermaksud menggurui apalagi menghakimi. THIS IS MY HOME!



Well, sebenarnya saya sudah terbiasa tinggal di rumah penduduk di kampung. Dengan kondisi saya tidur di lantai tanah pun tak masalah. Tapi saya enjoy aja. Paling saya harus sedia tisu basah sebagai pengganti aktivitas mandi. Atau sedikit menahan lapar. Saya anaknya cerewet soal ini: kenyamanan dan makanan. Homestay yang saya maksud di sini adalah benar-benar RUMAH RAKYAT. Bukan villa. Bukan rumah dengan pelayanan hotel kelas bintang lima. Atau bisa juga disebut HOST FAMILY.

Dua factor itulah yang sebenarnya menjadi penentu keputusan menginap ketika liburan. Baru kemudian bisa diturunkan sebagai pohon keputusan. Bicara apa sih anda ini?

1. Ketersediaan budget
Yaiyalah yang namanya liburan anggarannya harus sesuai dengan budget. Jangan sampe besar pasak daripada tiang. Kalo nginep di homestay, biayanya emang cenderung lebih murah. Apalagi kalo liburannya rame-rame sama temen, sharing budgetnya kan pasti lebih oke. Kalo di hotel, rame-rame juga ada batasan kapasitas orang yang masuk. Masuk nambah bed aja bayar. Padahal kan sebenernya kadang kita bisa empet-empetan (((empet-empetan)).

2. Tujuan liburan atau perjalanan
Kadang kita butuh tempat nginep bukan karena alasan liburan aja, kan? Bisa untuk urusan bisnis. Bisa juga sekedar nyari inspirasi dan biar dapat me time.

Tim RSK (Reimburse Sumatera Kami) photo courtesy: K. Syaifullah

Kayak saya sekarang ini. Pergi ke Jogja bukan untuk liburan. Yaiyalah, ngapain juga liburan kok ke Jogja.  Kami, saya dan teman-teman butuh tempat untuk berkonsentrasi penuh. Saya sendiri nggak boleh terganggu dengan aktivitas remeh temeh domestik. Makanya, lebih tepat nginepnya di hotel dengan pelayanan dan fasilitas yang oke.

Fasilitas yang paling utama adalah ketersediaan wifi dan kelancaran aksesnya. Berikutnya adalah fasilitas kamar mandi dan kamar tidur yang mumpuni. Kita MANUSIA. Bukan robot. Demi istirahat yang nyaman, kita butuh tempat tidur yang nyaman pula. Yang nggak kalah penting adalah faktor makanan. Ini sih menurut saya banget.

Kalo di homestay, saya suka nggak bisa cuek. Suka pengen bantu-bantu yang punya rumah. Suka pengen ngobrol sama yang punya rumah. Dan suka enggak enakan aja karena privasi kita enggak terjaga. Kalo di hotel, mau kita nungging, mau kentut, mau apapun kan enggak masalah.

 3. Lokasi yang dituju
 Yakali kita mau nginep di hotel sekelas Novotel tapi liburannya di Pulau Pisang yang menyendiri di tengah lautan Pesisir Barat Lampung. Kalo emang memungkinkan untuk kemping, saya prefer kemping kalo rame-rame liburannya. Kalo cuma berdua atau sendirian mah mending berbaur dengan masyarakat lokal.

4. Kondisi kesehatan
Ini juga yang lagi terjadi sama saya. Entah kenapa, setelah serangan batuk yang bertubi-tubi pergi justru datang flu berat tadi malam. Padahal ada banyak hal yang harus saya kerjakan. Badan harusnya fit.

Nah, di saat nggak terduga seperti ini kita nggak bisa kan begitu aja cancel kegiatan. Apalagi melibatkan banyak orang. Masak iya cuma gara-gara flu orang lain harus re-schedule lagi. CUMA GARA-GARA FLU. Nggak keren banget, kan?

So, dalam kondisi seperti itu kita harus tetap prima, kan? Dan enggak mungkin ikut-ikut tuan rumah beres-beres. Sementara nggak mungkin juga minta tolong bikinin ini-itu kayak kita minta room service di hotel. Begitu juga soal kenyamanan dan privasi ketika kita butuh istirahat.

So, kebaca kan kalo sekarang saya mengharapkan fasilitas nyaman di hotel? #kodekeras

3 comments:

  1. seruu yaaa rinda.. kl buat manda, tergantung perginya sama siapa.. kl sama keluarga besar sepertinya homestay seru yaa,,

    ReplyDelete
  2. Mungkin kayak waktu KKN gitu ya, tinggal di rumah warga sekitar 1-2 bulan, kan biasanya KKN itu di desa-desa pelosok
    Eh sekarang masih ada KKN gak ya?

    ReplyDelete
  3. Wah aku belum pernah nih tinggal di homestay, seru kayaknya...

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<