Monday, November 9, 2015

Tuscany Style: Rumah Idaman Italian style




Rumah idaman? Wah, kok kayaknya mimpinya terlalu dini gitu. Kerja juga belum, punya suami juga belum, lha kok udah mikirin rumah idaman aja!

Haha... mimpi boleh, tapi yang realistis dooongg! Masak hasil kuis rumah idaman saya di flipit.com adalah rumah ke-Itali-Italian gitu. Padahal impian saya mah nggak muluk-muluk. Punya rumah yang nggak terlalu gede di lokasi yang enggak bising. Saya punya kebun kecil di sekitar rumah dan rooftop. Saya juga harus punya kolam kecil di ruang baca yang bisa jadi itu di teras. Saya juga pengen punya rumah dengan pencahayaan siang dari matahari. Kalo bisa sih punya panel surya juga. Udah sih gitu aja rumah idaman saya. 

Nah, Flipit justru ngasih detail rumah yang saya mau. Udah gitu doi juga bagi-bagi voucher belanja Rp. 500.000 di Lazada pula. Siapa yang nggak ngiler? 

Eh, ada belum kenal sama Flipit? Doi adalah sesosok ‘Sinter Klas’ yang kerjaannya bagi-bagi voucher belanja sekaligus voucher diskon pastinya. Flipit (bacanya pelan-pelan: Flip-it!) merupakan anak perusahaan Imbull. Di sana kita bisa dapat deal-deal terbaik dari toko-toko online yang aktif di 21 negara. Langsung aja melipir ke web-nya, www.flipit.com untuk further info!

Kembali ke topik rumah idaman, deh. Setelah saya buat akun di Flipit (Ini link-ny: flipit), saya langsung mulai kuisnya. Ohya, data yang diinput harus data asli loh. Soalnya nanti kalo menang dan datanya nggak sama dengan identitas kita kan berabe. Sayang banget hadiahnya, cyin!

Gambar rumah mana yang paling menarik bagi anda?

Dari pertanyaan pertama ini, sebenernya keinginan saya nggak ada yang sama persis sih sama yang ada di gambar. Tapi yang mendekati selera saya adalah gambar E dengan pepohonan di sekitar rumah yang membuat suasana jadi asri. Rumahnya juga nggak terlalu besar. 

Di kamar mandi mana anda akan menghabiskan waktu?

Wah, bagian ini saya antusias banget deh. Saya pengen punya rumah dengan bathtub (kalo bisa sih dari kayu) terus lantai kamar mandinya itu batu-batu gitu dengan pencahayaan alami dari matahari. Gambar yang mendekati selera saya adalah gambar D. Seger banget kali yah berendam di bak itu ditemani sama musik yang asik, bau aromaterapi, udara sepoi-sepoi, molor dah!


Kumpul keluarga paling asyik di ruang keluarga mana?

Ruang keluarga adalah tempat yang nggak boleh dianggap remeh. Dari ruangan ini bisa muncul keakraban dan diskusi-diskusi seru. Sambil ngemil, ngerujak, nonton film, atau sekedar bercanda bareng keluarga. Saya pilih gambar D. Lagi-lagi karena hijau-hijau dari kaca samping ruangan itu. seger banget. Dan ruangannya nggak terlalu besar. Ohya, saya nggak suka rumah yang besar karena malas bersih-bersihnya kesannya jadi nggak akrab gitu. Kurang hangat.


Duduk sore enaknya di teras mana?

Ini kayaknya saya pilih gambar H. Saya pengen punya beginian di rooftop. Bisa juga di halaman samping rumah lengkap dengan kebun sayuran mini dan kolam ikan dengan airnya yang selalu mengalir. Ohya, saya ingin atap ruangan ini transparan aja. Jadi saya bisa menikmati cahaya matahari kalaupas cerah. Saya juga bisa menikmati musik hujan di ruangan ini. 

Teras semacam ini bisa jadi ruangan produktif untuk diskusi bareng kawan-kawan, keluarga, atau sekedar me time bareng buku, musik, atau bahkan tumpukan deadline. Oke semua dah pokoknya!


Mari berimajinasi! Hewan manakah yang anda ijinkan untuk tinggal di rumah anda?

Tentu saja ikan! Selain ikan konsumsi, saya oke aja melihara ikan hias. Justru saya pengen punya aquascape selain kolam kecil. Kalo burung... eng... suka sih, tapi burung suka berisik banget. Saya lebih suka dengan burung liar yang mampir semaunya ke rumah saya. Saya juga pengen melihara ayam untuk konsumsi. Tapi kandangnya agak jauh ya dari rumah. Jangan mepet-mepet. 


Saat lapar datang, di dapur manakah anda akan memasak masakan kesukaan anda?

Hihi... kalo dapur sih nggak terlalu make sense, ya. Saya nggak suka masak. Lebih tepatnya males. Dapur yang saya mau adalah dapur lengkap dengan blower. Bisa juga dapur yang terhubung dengan halaman sekalian. Saya enggak suka bau asap masakan itu loh.
Dari keseluruhan gambar, saya paling suka yang F. Kesannya simpel dan nggak terlalu besar. Tapi kayaknya gambar F ini nggak langsung terhubung dengan halaman. Tapi yang pasti, saya ingin juga dapur dengan meja-meja semacam ini. Supaya saya bisa masak rame-rame atau bisa sambil makan bareng sehabis masak kilat.


Manakah lampu yang paling bersinar bagi anda?

Ini lampu kok kayaknya redup semua, ya? Saya pengen pakai lampu hemat energi. Lampu LED yang cukup satu untuk menerangi keseluruhan ruangan. Kecuali untuk di kamar dan ruang baca. Di sana butuh lampu tambahan yang bisa digunakan seperlunya. Antara pengen ngirit dan cinta lingkungan kan emang beda tipis. LOL.


Kasur manakah yang paling pas menemani tidur malam anda?

Nah, ini yang penting banget nih. Rumah kan bisa jadi cuma tempat untuk numpang mandi sama tidur. Haha. Saya pengen punya kasur yang luas. Lengkap juga dengan meja kursi. Supaya kalo saya sesekali lembur, saya bisa langsung nggelosor ke kasur yang nggak jauh dari tempat saya kerja tanpa harus merapikan kertas dan buku-buku berserakan. Saya suka tempat tidur H.


... dan rumah idaman saya ternyata TUSCANY STYLE!

Nah, ternyata dari keseluruhan deskripsi yang saya berikan adalah rumah yang menggabungkan unsur elegan, detail, dan bangunan yang kokoh. Saya nggak nyangka kalo rumah idaman saya bergaya Italia klasik gitu. Tapi yang jelas saya suka material kayu dan batu alam. Juga karpet karena saya suka kehangatan. *abaikan*


Katanya, desain rumah ini banyak dijumpai di wilayah Firenze, Italia. Tuscany style memang jauh dari kesan extravaganza. Karena kesederhaan menjadi ruh desainnya. Bahkan jika melihat langsung eksistensi hunian bergaya tuscany di sana, memang banyak ditemukan di daerah pedesaan atau di dataran tinggi. Hunian ini setidaknya mampu memberikan kesan megah di luar, namun mengundang damai di dalamnya (sumber : www.indonesia-housing.com).

Menurut sumber yang lainnya, material alami memegang peranan utama dalam dekorasi Tuscany. Material yang biasa dihadirkan antara lain batuan alam, marmer, terakota dan kayu. Batuan alam seperti marmer umumnya diletakkan pada meja konter, lantai, atau kitchen backsplash. Material batuan juga bisa dihadirkan di sekeliling perapian sebagai aksennya. Ini sih gue banget!

Warna yang lekat dengan tema Tuscany adalah warna – warna yang membumi dan bisa membawa nuansa hangat ke dalam rumah. Warna merah bata, cokelat muda, kunging muda, oranye dan peach adalah warna yang bisa dihadirkan dalam dekorasi interior Tuscany. Kombinasikan warna – warna ini dengan warna biru muda dan hijau muda sebagai representasi dari langit dan tumbuhan.

Tak lengkap rasanya jika menerapkan desain Tuscany tanpa melibatkan hiasan dan aksesoris pendukungnya. Ada beragam pernak – pernik yang bisa Anda pilih. Misalnya, Anda bisa memilih wall sconces dari bahan besi (wrought iron). Material besi ini bisa juga hadir dalam bentuk dekorasi atau aksesoris lain, misalnya rak majalah atau rak tempat minuman dan makanan ringan (Sumber: architectaria.com).

Asik banget kayaknya menghayal punya rumah klasik dengan kesan rustic. Dan ternyata tipe rumah yang saya suka adalah rumah orang-orang Italia di desa-desa gitu. Natural banget pastinya.Nanti beli perlengkapannya di Lazada aja. Biar nggak usah transfer, bisa bayar di tempat dan trusted banget. Pssst... di sana juga lagi banjir diskon, gengs!

Ah, ngigau mulu. Sekarang mendingan langsung aja meluncur ke link kuis rumah impian di www.flipit.com, share hasilnya ke facebook. Lalu berdoa supaya bisa jadi orang yang beruntung dapetin voucher belanjanya. Aamiin.

2 comments:

  1. saya juga udah ikut quiznya mbak dan type rumah kita sama yaitu tuscan style :)
    tapi saya belum menuliskannya di blog, emang harus di tulis lagi di blog yah mbak??
    mohon infonya.

    salam kenal:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo, Mbak! Maaf banget baru liat, ini lomba blognya, Mbak. Tapi keok. Hehe.

      Delete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<