Tuesday, March 8, 2016

#BloggerPeduliMasaDepan Dari Tulus untuk Gajah Sumatera (Day 8)




Setidaknya punya tujuh puluh tahun
Tak bisa melompat kumahir berenang
Bahagia melihat kawanan betina
Berkumpul bersama sampai ajal

Besar dan berani berperang sendiri
Yang aku hindari hanya semut kecil
Otak ini cerdas kurakit berangka
Wajahmu tak akan pernah aku lupa


Barisan kata di atas bukan sekedar lagu. Bukan sekedar curhatan semu dan sendu dari seorang Muhammad Tulus. Tentang seekor gajah dengan segala sisi positifnya yang menggambarkan pengalamannya sewaktu kecil. Tulus yang berbadan besar kerap dipanggil kerbau, beruang, dan sebagainya. Tapi dia memilih gajah sebagai tokoh sentral dalam lagunya sebagai balasan olok-olok teman masa kecilnya.

Pelantun lagu Jangan Cintai Aku Apa Adanya itu tak sekedar mahir menulis lagu yang bercerita. Kepedulian Tulus kepada lingkungan dan masalah sosial cukup patut diacungi empat jempol. Selain bergabung dalam program Indonesia Mengajar, Tulus juga bekerja sama dengan World Wild Fund (WWF) untuk gerakan #JanganBunuhGajah.


Gerakan ini berawal dari kehancuran hatinya lantaran seekor gajah di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di ujung barat Provinsi Lampung meninggal karena dibunuh. Gajah yang sehari-hari bertugas melakukan patroli itu bernama Yongki. Dia dibunuh, diambil gadingnya, kemudian tubuhnya dibiarkan begitu saja di hutan. Jika kalian ingin melihat sosok Yongki, tonton saja video klip Gajah-nya Tulus. Yongki merupakan satu dari lima gajah yang membantu Tulus dalam membuat video klip selama empat hari. Tidak heran jika sehingga Tulus kenal betul dan merasa sangat sayang dengan gajah itu.

Tulus ingin senantiasa mengingatkan bahwa Gajah adalah bagian penting dari ekosistem. Tujuan berikutnya dari gerakan #JanganBunuhGajah ini adalah pengumpulan dana untuk membantu WWF dalam pengadaan sensor lokasi yang kelak akan dipasang pada tubuh gajah sumatera. Gajah-gajah terlatih nantinya akan dipasang GPS sehingga mereka nanti yang akan menjaga gajah-gajah liar. Dengan demikian posisi gajah akan selalu terpantau sehingga dapat mencegah kejadian perburuan dan pembunuhan gajah lagi.

Aksi #JanganBunuhGajah ini akan menggalang dana dengan penjualan merchandise yang keuntungannya akan dikelola oleh WWF Indonesia. Merchandise yang ada berupa T-shirt, tumbler dan tas belanja dengan ilustrasi gajah karya Elfandiary. Ada juga mug handmade hasil kerjasama dengan Pori Keramik. (Sumber: jpnn.com/7 Maret 2016). Untuk tahu lebih banyak lagi tentang gerakan ini, sila seacrh di media sosial dengan hesteg #JanganBunuhGajah dan untuk bisa berkontribusi dengan membeli merchandisenya bisa melalui:situstulus.com/toko/

Bukan hanya Tulus, yang beraksi untuk perjuangan penyelesaian masalah lingkungan. Fadli PADI adalah sosok lain yang sejak lama telah bekerja bersama-sama WALHI untuk berkampanye dan berjuang. Tidak ketinggalan pula Iwan Fals, musisi senior yang memang sangat akrab menyentil telinga kita dengan lagu-lagu bernada protes dan kepedulian. Ada lagi Melanie Subono, yang sangat konsen berjuang untuk lingkungan bersama WALHI dan lembaga-lembaga lainnya, salah satunya dengan gerakan menolak reklamasi Teluk Benoa di Bali. Juga berjuang untuk #IloveHiu yang juga didukung oleh Slank dengan berbagai atribut kampanye yang melekat di badan mereka.

Bukan hanya di kancah nasional saja, seluruh dunia juga telah lebih dulu aware tentang adanya ancaman masa depan lingkungan. Sebut saja Harrison Ford, tokoh Indiana Jones mewakili Conservation Internaional dan Bo Derek mewakili Animal Right bahkan pernah hadir memperjuangkan konservasi harimau di sebuah acara yang digelar World Bank di Amerika Serikat pada 2008 lalu. Siapa lagi pesohor yang kalian tahu sangat konsen tentang perjuangan untuk lingkungan?

See, mereka adalah selebrita yang bertekad membangun kesadaran masyarakat. Masyarakat mengenal mereka lewat karya-karyanya. Tentunya aktivitas dan teladan positif dari para public figure sangat membantu tercapainya tujuan-tujuan kampanye dalam rangka membangun kepekaan dan kesadaran masyarakat. Baik dalam kehidupan sosial maupun dalam masalah lingkungan dan peruhan iklim.

Apa yang bisa kita lakukan dalam rangka turut serta menjaga kelestarian alam supaya anak-cucu kita kelak juga bisa mensyukuri betapa kayanya Indonesia akan keanekaragaman hayati?

1.       Ajak keluarga, teman, tamu dari luar negeri atau daerah berkunjung ke lokasi konservasi untuk menumbuhkan kesadaran dalam diri mereka terhadap nasib flora dan fauna langka.
2.      Jangan beli produk yang dibuat dari tubuh satwa langka, misalnya tas dari kulit harimau, hiasan dari gading gajah,  kopi dari luwak tangkar yang langka dan hampir punah, dan sebagainya.
3.      Jangan membeli dan memelihara satwa langka dengan alasan apapun. Sekali pun kamu sangat menyayangi mereka dan mampu menjamin keberlangsungan hidup mereka kecuali kamu ikut program orang tua asuh di tempat konservasi.
4.      Aktif di lembaga-lembaga atau LSM yang berjuang untuk lingkungan hidup sebagai relewan, sebagai anggota individu, dan sebagainya.
5.      Menyumbang dana dengan memberi cash atau membeli merchandise untuk upaya konservasi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga YANG LEGAL dan TRUSTED.
6.      Laporkan kepada pihak terkait jika ada kegiatan penangkapan, pembunuhan, jual-beli dan memelihara satwa langka tanpa izin.
7.      Jangan lupa untuk senantiasa berkampanye dengan aksi nyata dalam keseharian, melalui t-shirt, tumbler, tas, blocknote, dll juga di media sosial, ya.

Masih bisa sekedar berpangku tangan? Sekedar menikmati lagu-lagu syahdu dari para pesohor itu seolah tanpa ada makna terpendam dibaliknya. Sekedar menikmati dan terbuai tanpa mau tahu aksi apa yang dilakukan para seleb dalam kehidupan keseharian pribadinya. Jangan jadi orang yang egois! Yang hanya berpikir tentang kenikmatan hidup sendiri saja. Jangan selalu menuntut untuk kehidupan yang serba nyaman dan mudah saat ini tanpa berpikir bahwa bumi dan dunia ini ada untuk seluruh makhluk Tuhan, bukan hanya manusia, bukan hanya kamu yang hidup mungkin tak akan lama. 

Topan Angga Winata


2 comments:

  1. Aku yang pernah datang ke Tesso Nilo, Riau. Sama pawangnya diajak menelusuri jejak kawanan gajah. Berkesan banget karena kakiku sempat terperosok di rawa2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, keren Mbak Lusi sudah sampai ke Teso Nilo. Berkesan dan menantang ya Mbak

      Delete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<