Sunday, March 27, 2016

#BloggerPeduliMasaDepan Hemat listrik (Day 27)


Hemat listrik, nih? Hmmm, hampir semua masyarakat perkotaan pasti ingin mengupayakannya. Tapi pernah nggak, merasa bosan dengan kelap-kelip lampu di kala malam, suara hingar-bingar televisi, pemutar musik, dering pesan yang masuk ke telepon genggam dan bahkan suara dengung AC atau lemari es.. pasti pernah kan kita ingin hening sejenak?

Mata kita tentu lelah melihat layar elektronik dan telinga kita capek dengar suara bising. Kalau Anda tidak merasa bosan, berarti cukup terlena dengan hiruk-pikuk benda-benda elektronik di sekitar Anda. Ya katakanlah sebagai penunjang kehidupan. Kita saat ini perlu koneksi internet 24 jam, seperti saya. Tapi saya tidak bisa terus melek 24 jam sehari menikmati barang-barang elektronik tersebut.

Pernah nggak coba tinggal di desa dengan keadaan yang tidak serumit dan sesibuk dan segemerlap kota... tenang. Bahkan ada desa yang belum mendapatkan listrik, ya kan.. tapi saya tidak bisa membayangkannya ha ha ha. Bisakah kita yang sudah kekinian ini hidup tanpa listrik? Kayaknya perlu upaya keras, toh? Nah, kebetulan Sabtu lalu tanggal 19 Maret baru aja ada Earth Hour, tuh. Memadamkan lampu serentak pukul 20.30-21.30 waktu setempat. Ini setau saya hanya satu jam dan dilaksanakan secara global. :)

Coba deh, kita ikut matikan lampu di rumah 1 jam ajaaa... Kalau saya sendiri kurang dari 1 jam udah nyalakan lampu jika perlu ke kamar mandi supaya tidak terpleset hehe.... tapi saat tidur saya bisa kok, tanpa lampu. Anak-anak saya pun mulai terbiasa. Justru mata jadi enak karena tidak terlalu silau. Tidak lupa steker televisi saya cabut dari colokan agar lampu led merahnya tidak stand by serta ponsel saya matikan. Kalau pas malam mengisi daya ponsel.. ponsel tidak saya posisikan stand by.

Agak susah ya matiin semua lampu apalagi saat ada anak-anak. Mereka peka juga soal gelap di kamar tidur atau terlalu terang. Nah, lain hal dengan satu jam saja matikan televisi dan gadget seperti ponsel pintar, komputer tablet atau game console? Coba, bisa ya? Ayo pasti bisa :)
Anak-anak juga kurang suka diabaikan dengan melihat orang tuanya utak-atik pegang ponselnya atau apalah yang buat anak jadi tidak mendapat senyum atau perhatian :).


Karena pengalaman saya, hari Nyepi 9 Maret kemarin hampir bisa. Ya, selama 1 hari. Kira-kira gampangnya begini.. saya mulai pukul 06.00 WITA hingga besoknya ya tanggal 10 Maret. 24 jam hampiiiiir bisa. Diisi kegiatan apa saja bersama keluarga..? Membaca buku cerita dengan anak, ajak melipat pakaiannya yang sudah dicuci dengan rapi, main mobil-mobilan atau kereta favorit anak, sedikit senam ringan, tidur siang dan lihat bintang saat malam, oh ya.. juga berusaha cuci piring pelan-pelaaaan sekali. Kami menjelaskan pula kepada anak pertama kami yang usianya hampir 3 tahun bahwa hari ini Nyepi, kita tidak bersuara keras, tidak nonton televisi dan tidak main keluar rumah. Lihat, semua orang disini diam di rumah dan menikmati hari dengan keheningan.

Saya pasti perlu memasak makanan anak-anak lalu masak air minum, air panas untuk air mandi mereka. Ya, itu dilakukan dini hari. Pagi-pagi banget agar pas hari Nyepi semua sudah rampung, air panas sudah dimasukkan termos, dan air untuk mandi anak-anak di taruh di panci ditutup kain-kain celemek agar vakum - paling tidak tetap hangat saat akan dipakai. Saat hari Nyepi dimulai sudah tinggal bermeditasi, introspeksi diri, baca-baca buku... :) atau istirahat saja, ya tepatnya setelah mengajak anak-anak bermain agar mereka tidak bosan.
Saya sempat diwanti-wanti oleh ibu mertua saya supaya tidak menyalakan kompor saat Nyepi. Maka dari itu ibu dan bapak mertua saya juga lah yang membantu menyiapkan memasak air dan masak telur rebus pagi-pagi banget hingga suami saya dibangunkan tapi saya yang bangun. Karena suami cukup letih juga, sih, jagain anak-anak.

Untuk memasak nasi dibantu dengan rice cooker dan memasak makanan untuk anak kedua saya yang masih bayi dibantu slow cooker, saya masak beras di slow cooker pukul 02.00 WITA. Selanjutnya, semua lampu rumah dimatikan. Televisi, charger HP, dan radio dicabut stekernya dari colokan listrik. Tapi gimana pun kami sempat foto dengan kamera HP untuk kelucuan Kalki dan Kavin saat coba yoga bersama mamanya.



Saya coba dengan mengisi waktu melakukan peregangan ringan di atas matras yoga. Kalki dan Kavin jelas tertarik. Tertarik main bergelayutan ke mamanya. Akhirnya stretching sederhana untuk melemaskan otot saja.
Saya senang menghabiskan waktu bersama dua anak saya yang lagi aktif ini tanpa gangguan suara TV atau lagu dari HP maupun radio. Hening. Satu hari. Tarik napas dan hembuskan. Rileks. Hanya sejenak dari kepenatan rutinitas sehari-hari. Yang ada di benak saya... bebas hiruk-pikuk semetara ini.
Saat malam, lampu kamar dan lampu dapur tetap dinyalakan oleh suami karena saya perlu pencahayaan saat menyusui adik Kavin. Selain itu, supaya kalau tidur tetap bisa melihat si kakak-adik ini berada di posisi mana di kasur.
Sempat nangis Kalki dan Kavin? Ya. Mereka sempat nangis karena gelap. Di luar, lampu-lampu rumah tetangga gelap. Dan mereka ingin lampu kamar mereka tetap menyala. Suami saya akhirnya menyalakan 1 lampu kamar dan lampu ruangan dapur agar akses ke dapur lebih terang. Sambil menggendong-gendong adik Kavin supaya mulai tidur.
Bagaimanapun kami berusaha merayakan Nyepi dengan keheningan tetap saja kami memerlukan listrik untuk membantu aktivitas rutin sehari-hari khusus di saat Nyepi. Kami berusaha tidak bersuara keras, ya.. tapi tetap saja anak-anak agak gaduh :D kami berusaha tidak keluar rumah, tapi kakak Kalki dan adik Kavin ingin bermain keluar :D.
Kini saatnya saya mengistirahatkan jari-jemari dari mengetik di ponsel pintar dan memejamkan mata untuk tidur.
My smartphone or my cellphone is turned off when I am asleep... So I don't see any blinking leds. Or noisy beeps that can annoy my sons' sleep.

Double love for my sons... Kalki and Kavin,
Intan Putri Rastini
Blog: intanrastini.wordpress.com
Twitter: @jessmite
IG: @jessmite
FB: Intan Ambara

5 comments:

  1. Nice diamond!!
    Kita tidak bisa mengingatkan semua manusia, tapi setidaknya kita sudah berusaha dengan "menulis". Memulai dari diri sendiri emg luar biasa efeknya. bole gak request bahan penulisan? Hahaha. Contoh ttg "rokok" mgkn? Sesuatu yg susah banget buat dihilangkan atau bahkan hanya dikurangi. Have a nice day Diamond, Kalki, Kavin, bli Agus. 😉😉

    ReplyDelete
  2. Nice diamond!!
    Kita tidak bisa mengingatkan semua manusia, tapi setidaknya kita sudah berusaha dengan "menulis". Memulai dari diri sendiri emg luar biasa efeknya. bole gak request bahan penulisan? Hahaha. Contoh ttg "rokok" mgkn? Sesuatu yg susah banget buat dihilangkan atau bahkan hanya dikurangi. Have a nice day Diamond, Kalki, Kavin, bli Agus. 😉😉

    ReplyDelete
  3. Hai...Nico Hayu Sunshine!
    Wah, makasih banyak ya udah baca tulisanku. Aduh aku seneng banget kamu care juga terhadap rokok! Aku sudah pernah nulis pengalaman bli Agus berhenti merokok dan aku submit tulisanku ke Bebasrokok.co.id... aku lupa catat link-nya! Nanti aku coba cari ya, kalo engga ya akan aku tulis lagi yang baru ;)

    Yup mulai dari sendiri sadari hemat listrik, hemat energi, hemat air dan hidup sehat tanpa rokok ^^

    ReplyDelete
  4. di rumah saya tidak ada ac, tidak ada kulkas dan lampu pun hanya menyala pada malam hari :)

    ReplyDelete
  5. Sama... di rumah saya juga ga pakai AC. Jendela rumah lebar dan dari kaca sehingga penerangan banyak dari jendela kalau sianh hari :)

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<