Thursday, March 17, 2016

Perjalanan Menuju #WEGIGoesToSemenPadang



Memenangi kesempatan sebagai tamu khusus di acara ulang tahun sebuah perusahaan semen tertua di Indonesia adalah suatu pride tersendiri bagi saya. Awalnya, saya mengira bahwa lomba blog yang digawangi oleh Komunitas We Green Industry (WEGI) ini bertujuan menjaring 50 orang yang akan diajak berkeliling Bukit Tinggi dan plant visit ke PT Semen Padang. Ternyata, lomba blog itu hanya memilih lima orang blogger, termasuk saya. Informasi kemenangan ini justru saya dapatkan dari chatting-an Manda di grup whatsapp Blogger Cantik Jogja. Info kemenangan WEGI plus first giveaway-nya Teh Nia Haryanto. TOTALLY SURPRISED, dooong pastinya. Terimakasih ya Para Emak keceeee :*



Saking excitednya, saya ngetwit ke panitia karena belum ada info resmi di email, selain pengumuman di web. Saya kan anaknya agak curious gitu. Takut juga kalau ternyata berita itu hoax. Nggak lama setelah saya nyuit di twitter, datanglah email pemberitahuan. Seketika itu juga saya langsung mengonfirmasi kesanggupan saya mengikuti kegiatan #WEGIGoesToSemenPadang.

Padahal, biaya transportasi lokal dari rumah ke Bandara Cengkareng nggak ditanggung oleh panitia. Tapi siapa yang mau melewatkan kesempatan emas menjadi tamu khusus, berkeliling Bukit Tinggi, dan menyambangi Sumatera Barat sekali lagi? Honestly, Sumatera Barat adalah daerah dimana saya pernah datang, tinggal, dan selalu ingin kembali. Karena apa? Karena makanannya... haha. Juga keramahan orang-orangnya dan pemandangan alam yang luar biasa. So, saya berani bertaruh untuk mencari ongkos ke Cengkareng dan menjamin bahwa saya bisa pulang lagi ke rumah. Entah rejeki itu datang darimana, tapi semoga saja Tuhan bermurah hati kepada saya.

Ketika saya sedang berada di Cilegon untuk urusan masa depan, setelah konfirmasi KTP dan sebagainya kepada panitia untuk dipesankan tiket pesawat, saya mendapat telpon dari Pak Mike. Pak Mike adalah PIC peserta WEGI untuk regional Sumatera. Jadi ada kuota khusus regional Sumatera yang terdiri atas para blogger, influencer, dan selebgram yang juga akan mengikuti kegiatan di padang. Totalnya ada 52 orang, termasuk saya dan Bang Zaki @senafal dari Lampung. Jadi, kans saya untuk bisa ikut kegiatan ini ada dua pintu, lewat kemenangan saya di lomba blog, atau lewat jalur regional Sumatera. Tuhan Maha Baik, dan saya sudah konfirmasi kepada PIC Semen Indonesia bahwa saya sanggup mengikuti kegiatan tersebut.

Hingga akhirnya tibalah hari ini(17/3). Hari keberangkatan saya menuju Cengkareng seorang diri via darat nyambung selat. Sebelumnya saya memang janjian dengan Bang Zaki, tapi beliau memilih naik pesawat TKG-PDG. Da saya mah apa atuh, bisa berangkat ke Cengkareng juga sudah sangat Alhamdulillah.

Diantar Bapak ke perempatan Lubuk Kamal jam 9.30 setelah Bapak nongolin wajah di sekolah, saya akhirnya naik bus menuju Pelabuhan Bakauheni. Saya merasa ada yang ketinggalan, nggak taunya bekal makan siang saya nggak ada di tas, padahal saya berangkat di waktunya nyaris makan siang. Tapi saya tetap tegar, karena saya punya pisang goreng keju. Saya juga kebayang-bayang kentang yang nggak sempat saya goreng tadi pagi. LOL.

Sampai di Bakauheni, badan saya mulai terasa nggak enak lagi. Mungkin kecapekan karena setelah pulang dari Serang, saya pergi ke Pangkul, ujung Kabupaten Tanggamus. Tapi saya mah tetap tegar. Hingga akhirnya saya mengepalkan tangan tanda semangat setelah duduk hampir setengah jam di pelabuhan. 


Suasana pelabuhan lumayan lengang, dan lucky me, saya dapat Kapal Virgo 18. Kapal yang cukup besar dan nyaman. Saya duduk di sofa di depan meja informasi bersama seorang Bapak yang hendak pergi ke Depok dan sepasang Nenek-Cucu yang akan pergi ke Rangkas. Nenek ini mengingatkan saya kepada Almh. Mbah Putri yang masih setia dengan kain jarik dan kebaya. Huhuuu... jadi baper parah. Rencananya, di kapal saya pengen belajar tentang aplikasi green industry-nya Semen Padang dan atau ngepoin akun para peserta WEGI. Tapi itu hanya rencana semata, karena faktanya saya ngobrol aja dengan penumpang lain dan sinyalnya hilang diterkam ombak lautan yang dalam. Manusia, memang hanya bisa berencana dan berusaha.


Oh iya, dalam kegiatan ini nanti saya berkesempatan untuk bertemu penggede Warung Blogger, Mbak Susindra. Bahkan saya juga ditakdirkan sekamar dengan Kak Anita @makarame, jawaranya #BebasBerbagi FWD Life tahun 2014. Yah, meskipun saya belum bisa jadi juara pada 2015, tapi saya tetap bangga bakal ketemu Kak Anita, saya kan passionate people juga. Finalis gitu loh. #TepukDada

Peserta lainnya memang saya belum kenal. Saya kan emang kurang gaul. Tapi mereka juga hebat-hebat banget. Dari perkenalan sekilas-sekilas di grup WA Pemenang aja saya bisa tau kalau mereka ada yang beberapa kali memenangi lomba berhadiah jalan-jalan, bahkan ada Alumni Datsun juga.

Katanya, di acara sharing-sharing nanti, akan ada pertanyaan dari para peserta (yang 50 orang itu) tentang dunia blog dan media sosial. Saya jadi jiper, lha siapa saya ini, follower aja masih jauh banget ditinggalkan para peserta yang nyatanya merupakan para seleb jagat maya di kotanya masing-masing. Tapi, kata Mbak Susindra mah pede aja. Haha... iya pede, orang Mbak Susi emang kece. Saya mah selalu tegar -_____-

Sekarang saya sedang menikmati suasana nyaman di atas kapal. Nggak sabar banget untuk ketemu para pemenang dan panitia di Hotel Ibis Bandara nanti. Oh iya, kabarnya kami besok nggak akan sempat sarapan di hotel karena flight Garuda kami terjadwal pukul 06.15 WIB. Saya mah berdoa aja supaya Garuda menyediakan sarapan nasi padang. Saya kan harus makan besar untuk sarapan. Huhu. Belum lagi urusan makan malam yang konon susah dicari di sekitar hotel. Saya mah selalu tegar. Semoga semua rencana berjalan lancar dan saya bisa kembali ke rumah dalam keadan sehat dan bahagia. Sampai jumpa!


No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<