Monday, March 21, 2016

Tentang Kutu Buku Bernama Asri Rahayu



https://pbs.twimg.com/profile_images/689981635509501952/Cqg4J-ni.jpg
Hallo, kenalin nama aku Asri Rahayu MS. Kalau di luar rumah biasa dipanggil Asri. Usia nggak penting ya buat dikonsumsi publik *LOL*. Aku lahir dan besar di Kota Yogyakarta tercinta. Lahir di bulan Mei *perlu tanggal? Siapa tau masu ngasih kado* Aku kerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa. Hobiku membaca dan menulis. Dan dari hobi tersebut akhirnya aku memutuskan untuk buat blog khusus buku karena suka ngereview. Kalau untuk blog harianku ada di asthrella.blogspot.co.id. (sekarang asrirahayu.com) please jangan tanya,  kenapa masih gratisan dan belum beli domain. Masih berpikiran duit beli domainmending buat beli buku atau jajan makanan *LOL*.


Begitulah cara Asri memperkenalkan diri. Ini adalah penggalan chat whatsapp dengan Asri pada 22 Februari lalu. Mungkin dia sudah sangat fasih jika berkenalan di depan forum. Sepertinya dia pribadi yang enerjik, kalau dia agak gembil mungkin mirip bola bekel. Tapi sayangnya kata orang dia mungil, jadi kayak apa dong ya? #BerpikirKeras

Loh jadi kamubelum pernah ketemu sama Asri?

Inilah anehnya. Kata (tulisannya) Manda, Asri datang pas Arisan Ilmu #1 di rumah Manda yang seragamnya oren-oren itu. Tapi saya kok nggak ngeh yang mana Asri. Duh maap yaaa... abis waktu itu kayaknya nggak ada yang ngaku single dan available, adanya cuma saya sama kakak Riant. Utamanya saya yang sempat jadi objek bullying. LOL.

Pertemuan saya dengan Asri pertama kali adalah lewat cyber world. Bermula dari grup WA Blogger Cantik Jogja. Di grup dia selalu ngaku kalo paling jomblo belum nikah sendiri tapi bilang bahwa umur bukan konsumsi publik. Haha. Dia mau sok misterius mungkin yaaaa. Padahal Si Mami Ubii aja manggil dia “Mbak” dan entah sebenarnya usianya berapa, apakah lebih muda dari Mak Liya atau enggak. I don’t really care coz it’s just a number, right?

“MS-nya (nama belakang asri) itu apa sih? Kayak aku juga nih pake MS di belakangnya”, tanyaku. *Padahal saya mah MSc  #fail*

Dan jawabannya hanya,”panjang beud namaku ituu, mak!” Duh, kasian banget ya kamu kalo ujian ngitemin kolom namanya lama banget. >,<

“So, dari kapan kamu nge-blog? Dari awal udah mutusin untuk jadi blogger buku? Honestly aku juga suka banget baca tapi aku belum pernah sukses mereview buku. Aku pengen minta ilmu dari kamu...,” lah dalah, malah saya yang curhat tho.

“Untuk blog harianku mulai 2011 kalau nggak salah. Kalau untuk blog buku, mulai 2015 awal karena memang suka baca dan suka banget sama quotes di setiap buku yang kubaca. Berhubung dulu bikin review buku jadi satu di blog harian, akhirnya awal 2015 bikin blog baru khusus buku data di blog harian mengenai review buku tinggal dipindahin ajah...wkwk,” kayaknya Asri anaknya seru ya kalo diajak ngobrol langsung. Tapi sok misteriusnya itu loh yang nggak nahan. Haha. Lanjut...

“Oh gitu, terus apa yang kamu dapat dari aktivitas menulis (review) buku di blog?” tuh, saya kepo banget emang anaknya.

“Buanyakkk buangetttt. Setidaknya bisa tau seluk beluk dunia kepenulisan. Udah kan interview-nya? Udah pas kali yaaa. Ndak usah panjang lebar wkwkwk... ntar yang lain kagak kebagian wkwkwk” parah kan Asri, padahal saya kan niatnya pengen kenal lebih dekat gitu karena saya (merasa) belum pernah ketemu. #MissionFailed

Pas saya tanya tips biar sukses jadi blogger buku, jawabannya cuma disuruh rajin baca, rajin review, berikan review yang jujur sekalipun menyakitkan. Tulis aja di blog, share ke sosmed, mention ke penulis, penerbit.

Yap, Asri betul sih, kayak kata beberapa penulis juga gitu. Gitu doang sih emang caranya. As simple as that. Beberapa kali review ala ala saya juga mendapat apresiasi dari Ika Natassa, Laksmi Pamuntjak, Dee Lestari, Elisabeth Inandiak, dan siapa lagi yaaa... tapi honestly saya pernah agak sakit hati sama seorang blogger buku yang agak nge-hits. Saya sudah sering datang ke blognya. Sudah follow di sosmed. Sudah sering mention-mention. Sampai pernah juga mention penulis-penulis novel yang tinggal di luar negeri. Eh, si penulis aja pada folback dan antusias ngobrol, dia enggak sekalipun balas cuitan saya. Dia balas cuitannya si penulis dan nama saya diapus, sodara-sodara?! Apa salah gue? Gue beginner gitu? Maaf, tapi saya benar-benar bingung dibuatnya. Mungkin saya terlalu keren.

Kembali lagi ke Asri Rahayu yang katanya mungil itu, saya angkat topi sama dia. Dia suka banget sama novel roman. Dan review bukunya yang roman-roman gitu. Kayaknya Asri tipe orang yang konsisten deh. Buktinya aja dia menyanggupi untuk mewawancara dan menulis tentang teman-teman bloggernya sebulan dua kali di luar arisan. Itu kan butuh usaha banget (kalo saya sih :D). Dia juga udah berani tampil dengan genre-nya. Bahwa jenis kelaminnya adalah blogger buku. Karakteristiknya adalah novel roman. Titik.

Lah, kalo saya masih ngalor-ngidul-ngetan-ngulon. Anaknya masih suka terpengaruh sana-sini. Yah, semoga aja aura positifnya Jenk Asri ini bisa menular ke saya, ya. Dan terimalah sembah sungkem saya, tertanda: yang belum setor tulisan untuk guest blogger. *nyengir*

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<