Saturday, April 16, 2016

Amazing Manda di Mataku


Masih lekat dalam benak saya, dulu saya memanggilnya ‘Manda’ pertama kali di grup WA Blogger Cantik Jogja dan beberapa bertanya, kenapa dipanggil Manda? Siapa Manda? Wah,pasti belum pada berkunjung ke blog-nya tuh. Haha. Itu sekitar setahun lalu.
Dulu, sewaktu kuliah S1, saya punya ‘Manda’ dan ‘Panda’ di kampus. Sebutan untuk ketua dan sekretaris bidang pendidikan di organisasi kampus di jaman saya masih bau kencur. Sebutan itu akronim dari Mama-nya Nda dan Papa-nya Nda. Hehe. Jadi ketemu Manda dan Panda di Jogja seperti mengulang kenangan masa lalu yang tak lekang oleh waktu. Tsaaahhh.

Pertama kali mengenalnya juga langsung di dunia nyata, di Arisan Ilmu pertama di Jogja. Kebetulan tempatnya di rumah Manda yang ternyata nggak jauh dari tempat latihan nari saya.

Arisan Ilmu #1
Manda orangnya heboh. Rame. Kalo ngomong kayak nggak pernah keseleo. Lancar banget kayak pakai oli Castrol. Udah gitu ekspresi dan bahasa tubuhnya dapet banget. Pasti energi yang keluar lumayan banyak setiap Manda bicara dengan berapi-api begitu. Haha ... ini saya sambil ngebayangin Manda lagi cerita, bisik-bisik tapi kedengeran jelas. Udah gitu tatapan matanya tajam. Gerakan kepalanya membuat topik obrolan jadi semakin mantabbbb. Oh iya satu lagi, meski pun Manda lagi pegang hape, tapi kalo ngobrol selalu fokus, kok. Menurut pengakuannya, dia sudah terbiasa mengerjakan beberapa hal sekaligus alias multitasking.

Perempuan yang saya bicarakan adalah seorang Primastuti Suryani yang tenar membawa nama belakang suaminya, @imasatrianto. Putri sulung dari dua bersaudara dari Bapak Djoko dan Ibu Wiwien ini merayakan milad setiap 28 Februari. Orangnya cantik dan njawani banget. Karakternya dewasa, penyabar dan peduli.

Dulu sewaktu saya masih d Jogja, setiap ada event blogger atau sekedar hang out, saya pasti bergantung pada Manda atau Mbak Diba. Saya kan nggak punya sepeda motor, kalau suruh nggowes jauh-jauh yaaa...  lelah juga hati adek, Bang. LOL.

Pernah suatu ketika kami baru pulang dari menghadiri undangan sebuah restoran di utara Jogja. Saya diantar Manda sampai ke Kerajaan Kecil Vita. Di sepanjang jalan itulah saya jadi semakin mengenal Manda. Manda juga jadi banyak tanya-tanya sama saya. Manda tanya, sebenarnya saya sakit apa? Waktu itu saya memang sangat kurus. Berat saya hanya 44 kilogram dan sedang dalam masa pemulihan setelah bedrest selama dua bulan. FYI, sekarang berat badan saya 58 kilogram loh! *Proud but sad*
Ini saya di 44 kilogram

Setelah saya jelaskan bahwa ada masalah dengan rahim saya, Manda nampak sangat antusias dan iba memandang saya. Sambil nyetir, tangan kiri Manda mengusap lembut lengan kanan saya. Manda meyakinkan bahwa nggak semua perempuan yang bermasalah dengan rahimnya dipastikan nggak bakal punya anak. Manda cerita tentang seseorang yang nyatanya bisa punya anak meski dalam kondisi sudah sangat pesimis.

“Pacar Rinda tau Rinda sakit apa?” tanya Manda yang nampaknya sangat berhati-hati.

Ketika itu pula saya semakin tau bahwa Manda dan Panda selalu berusaha untuk menjadi orangtua yang layak untuk mendapat titipan anak dari Tuhan. Saya lupa apa saja usaha yang telah mereka lakukan. Terlalu banyak istilah yang membuat saya pusing. Manda juga menceritakan tentang jalan medis dan doa-doa yang selalu mereka berdua rapalkan. Juga tentang senantiasa berbagi kebahagiaan dengan orang lain.

Saya menjadi semakin yakin bahwa manusia benar-benar hanya bisa berencana dan berusaha semaksimal mungkin yang kita bisa. Selebihnya adalah kuasa Tuhan untuk mengabulkan atau menunda apa-apa yang kita minta. Waktu itu, enam tahun Panda dan Manda menantikan kehadiran sang buah hati. Sabar dan jangan menyerah ya Panda dan Manda sayaaaaanggg :*

Saya jadi berpikir, mungkin Tuhan masih ingin membiarkan Panda dan Manda mengurai romantisme yang menginspirasi setiap orang yang melihatnya. Tuhan masih membiarkan Manda menebar manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Berbagi inspirasi lewat tulisan-tulisannya. Berbagi kebahagiaan setiap ngobrol dengannya. Berbagi rejeki lewat job vacancy yang disediakannya. Intinya, menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya dan siapapun yang mengenal Manda.
Romantic couple ever <3 br="">

Panda dan Manda merupakan sosok pasangan idaman setiap orang. Mereka saling mendukung aktivitas satu sama lain. Mereka berdua juga sangat suka jalan-jalan. Makanya  nggak heran kalau blog Manda bernama tamasyaku.com karena memang isinya kebanyakan tentang jalan-jalan dan kulineran. Ada lagi satu blog Manda yang lumayan baru tentang keseharian Manda, kalian bisa sesekali mengunjungi ceritamanda.com dan bersiaplah tersenyum dan bersemangat kembali. Jangankan membaca tulisan Manda di blog, membaca status Manda diFacebook aja selalu bahagia. Positif terus sih nadanya.

Salah satu postingan di sosmed Manda

Selain suka jalan-jalan, Manda juga suka banget membuat bento. Dan karena Manda nggak pernah main-main dalam setiap apa-apa yang dilakukannya, Manda dan tiga orang temannya membuat dbento.com. Blog khusus bento ini memang sengaja dibuat karena minimnya blog dengan bahasan sejenis dalam bahasa Indonesia. Dbento yang officially lahir pada 24 April 2010 lahir ini merupakan singkatan dari Deutschland alias Jerman dan bento karena memang dibuat ketika mereka bersama-sama tinggal di Jerman dan menjalin persahabatan. Empat sekawan di balik dbento bahkan saat ini tinggal di kota yang berbeda-beda. Ada Lia di Aachen Jerman, Intan di Bandung, Ira di Duren Jerman, dan Manda sendiri di Yogyakarta.

Dulu sebelum menikah, Manda adalah seorang wanita karir. Hingga akhirnya setelah menikah Manda benar-benar membuat keputusan besar dalam hidupnya. Menjadi istri dan ibu rumah tangga nggak pernah ada di dalam benak saya. Status ibu rumah tangga ala Manda beda. Ibu rumah tangga produktif dan inspiratif. Eh, kayaknya Manda harus ikutan ngajar di Kelas Inspirasi deh. ;)

Awalnya saya kebayang betapa boring-nya kalau hanya di rumah, sesekali hang out, arisan. Ibu-ibu masa kini kayak di tivi-tivi. Sementara saya kan kebiasaan melanglangbuana dari the lost world lalu kembali ke real world, mendaki gunung, lewati lembah, menyusur sungai.

Ngariung bareng blogger dan Indihome Telkom di Tickles

Tapi Manda dengan bekal ilmu dan kecerdasan yang dimilikinya, sekaligus dukungan dari keluarga tentunya, Manda bisa jadi ibu rumahtangga yang sukses. Gimana enggak, Manda mengelola usaha minimarket, berbisnis di Oriflame, sekaligus ngehits sebagai blogger.

Yang saya nggak habis pikir adalah bahwa Manda selalu online dan nggak ketinggalan bertegur sapa dengan teman-teman di dunia maya. Kalau lagi kumpul-kumpul di dunia nyata, Manda juga tetap fokus ngobrol, antusias dan sangat menghargai lawan bicara. Rupanya IQ, ESQ, dan EQ Manda sudah lulus dengan nilai sangat baik, jadi dia bisa melewati semua aktivitas itu dengan lancar. Manda sendiri memang mengaku kurang suka ditelpon. Benar juga sih, bicara ditelpon akan mengurangi fokus kita pada hal lainnya. Munculnya beragam fasilitas chatting ternyata benar-benar memudahkan aktivitas manusia jika digunakan sebaik mungkin.

Shortly, Manda selalu peduli. Bahkan soal hal yang remeh pun Manda selalu menunjukkan awareness-nya. Tentang saya yang curhat soal SPP bahkan saat saya ingin beli lipstik. Bahkan sewaktu saya mau wisuda, Manda sampe merekomendasikan tetangganya untuk merias. Saya merasa sangat diperhatikan. LOL. Terimakasih atas hadiah seperangkat alat make up-nya lho Manda, Kakak Riant dan Mbak Diba-diba-cinta-datang-kepadaku. Blush on dan eye liner-nya masih ada banyak sekali. Kalau parfum sama lipstiknya boleh nambah lagi nggak?

Gambar paper bag Doraemonnya mana? saya mau pamer! :D

Back again to Manda, dengan segala keseimbangan hidup itu, Manda selalu low profile. Katanya, “Manda cuma seorang istri yang suka sibuk dan nggak bisa diem. Suka belajar, Rindaaaa... karena semakin merasa kecil kalau ketemu banyak orang.”

Padahal menurut saya, menjadi istri itu bukan sekedar ‘cuma’. Tapi itu merupakan suatu bakti yang tiada tara. Bakti kepada Tuhan, suami, keluarga, dan masyarakat.

Hal lain yang saya kagumi dari seorang Manda adalah bahwa Manda nggak pernah segan untuk menegur jika saya melakukan kesalahan. Bukannya sebal, saya malah senang dengan sikap seperti ini. Seperti pengakuannya, Manda adalah seorang ‘Jawa’ yang ‘bersikap Sumatera’. Ceplas ceplos dan nggak pernah mendem njero. Begitulah seharusnya seorang sahabat, seorang kakak. Ya kalau memang itu untuk kebaikan, kenapa harus disembunyikan. Selama disampaikan dengan cara yang baik sehingga nggak menyakiti orang lain.

Suatu ketika, saya pernah mendapat masalah lantaran menulis tentang suatu coffee shop di Kota Cimahi. Ketika itu saya memang terlalu jujur dan sangat terus terang dalam menunjukkan ketidaksukaan saya atas pelayanan dan produk di kedai itu. Hingga sang pemilik kedai marah besar. Waktu itu saya curhat dan minta masukan dari rekan-rekan blogger di Jogja. Salah satu yang memberikan komentar cukup serius adalah Manda. Manda menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dengan sepenuh hati. Sharing is caring, segala ilmu yang saya pelajari pasti berguna bagi perbaikan diri saya ke depan nanti.

Dalam rangkaian pertemanan kami di Jogja, saya adalah salah satu yang sering di-bully. Selain karena relatif muda daripada beberapa lainnya, saya juga suka lemot. Dan alasan terakhir ini yang membuat saya jadi objek bullying. Manda sering menghibur saya, dan mungkin juga para korban bullying yang lainnya. Bullying itu tanda sayang, kata Manda. Dalam pertemanan, di-bully itu biasa. “Saat kita bercengkerama dan bertemu, kita kakak adek sekaligus sahabat. Begitulah pertemanan, trust and simple.”


Ah, Manda. Nggak akan ada habisnya kalau membahas tentang Manda. Oh iya, semoga kita lekas ketemu lagi. Ingat, ya. Manda masih punya utang makan-makan setelah Manda wisuda Magister Manajemennya. *devil laugh* Semoga segala upaya kita dalam mengejar impian senantiasa diberkahi ya, Manda Sayang :*

Saya selalu ingin kembali ke Jogja bukan karena Jogja yang Istimewa, tapi Manda dan sahabat-sahabat di Jogja lainnya yang membuat saya nyaman, karena KALIAN ISTIMEWA!

Disclaimer:
Foto-foto itu koleksi Manda. Saya mah nebeng eksis aja :D

10 comments:

  1. Rindaaaaaaaaaaaaa, paket kumplittttt! Kok bisaaaaaaa detail A-Z giniiii siiiii??? Wah jangan2 rinda nyewa paparazzi niiii... Rindaaaa, hope you always n always happy and success.. Doa baik menyertaimu rindaaaa... Terima kasih catatan sepenuh hati yang membacanya banyak cleguk cleguk, oohhh seperti ini ya kekuatan dunia maya... Terima kasih mewarnai hari2ku di dunia nyata dan dunia maya... Silaturahminya tersambung terus yaaa rindaaaa... Loveee uuuu....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuhhh kan, ngeresponnya cepet bener. padahal baru di-share. LOL. Aamiin. Aamiin yaa rabb.Love you too Mandaaaaa

      Delete
  2. Waw pada cantik-cantik semua mbak :) Semuanya Istimewa :D

    ReplyDelete
  3. Hai Kak Manda, saya jadi tertantang untuk berkenalan denganmu

    ReplyDelete
  4. Indahnya punya teman seperti Mand ini ya Mbak. Sahabat yang baik dan juga istri yang sempurna :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... semoga bisa meneladani segala yg baik2 :D

      Delete
  5. terimakasih mbak Manda udah jagain Rinda di seputaran kerajaan kecilnya, hehehehe
    btw foto di parkiran pizza nya ga ada ? hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya jugaaa yaaa... belum dishare loh kayaknyaaaa #FokuskeFoto

      Delete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<