Saturday, May 7, 2016

[REVIEW] Ngeblog Suka-suka Bonus Uang Cuma-cuma




Judul Buku               : Blogging: Have Fun and Get The Money
Penulis                      : Carolina Ratri
Editor                        : Herlina P. Dewi
Proof Reader            : Weka Swasti
Desain Cover            : Teguh Santosa
Layout Isi                 : Arya Zendi
Penerbit                    : Stiletto Book
ISBN                          : 978-602-7572-44-7
Waktu Terbit            : Desember 2015
Tebal                          : 245 halaman
Harga                         : 59.000

Follow your passion, have fun then monetize your blog!


Sinopsis

Bagi seorang blogger, mempunyai blog yang mampu mendatangkan uang pasti menjadi cita-cita. Sementara itu, bagi sebuah brand, blogger semakin diperhitungkan untuk menjadi partner dalam strategi marketing mereka melalui job review.

untuk sampai ke tahap itu, seorang blogger harus membekali diri dengan keterampilan yang mumpuni. Tidak hanya keterampilan dalam menulis dan mengotak-atik SEO, untuk bisa profesional seorang juga harus membekali diri dengan mental seorang profesional blogger.

Buku ini ditulis oleh seorang Carolina Ratri yang memang dudah malang melintang di dunia blogging sejak 2007. Buku ini berisi tip-tip blogging yang menyenangkan sekaligus meraup uang, seperti:
·         Menentukan tema blog
·         Mencari ide tulisan
·         Mempelajari teknik menulis yang baik
·         Mempercantik tampilan blog
·         Cara mendapatkan job review
·         Cara kerja Google Adsense
·         Memopulerkan blog dengan SEO dan media sosial
·         Profil para blogger senior

Pada akhirnya, akan banyak yang bisa kita dapatkan dari blog. Tak hanya untuk bersenang-senang dan dapat uang, tapi yang tak kalah penting adalah jejaring, juga personal branding.

***
                                                                                                       
Why Blogging?

Dulu di awal-awal saya nge-blog, beberapa teman nggak tau apa itu blog. Apa itu go blog? Apakah sama maknanya dengan go blok? Maksud saya, apakah sama denganpergi ke suatu blok perumahan? #garing

Tapi sekarang, semakin banyak orang yang tertarik menjadi blogger. Entah sekedar untuk bersenang-senang, atau memang serius secara profesional. Bahkan para blogger nyubi sekarang ini malah sudah banyak yang mendeklarasikan dirinya sebagai blogger profesional. Saya sendiri sebagai seorang yang gaptek merasa sangat cemburu sekaligus terhinakan karena saya memang sudah kenal blog sejak lama, tapi kok ya gini-gini aja.

Faktanya, nggak sedikit blogger gaptek yang banyak beroleh peruntungan di dunia blogging dan media sosial. Artinya, siapapun punya kans yang sama untuk bisa disebut blogger profesional. Termasuk saya. Nggak peduli ada sebutan blogger kos-kosan, blogger cheerleader, blogger umbah-umbah, sampai blogger remah-remah kece oreo. Intinya, kita menjadi seorang blogger karena kita mau, karena kita memang menyukai dunia blogging. Lah kok ada yang memaksakan kita menjadi blogger ‘sesuatu’. Ada yang berusaha menempelkan identitas ‘blogger sesuatu’ di jidat kita. Ya, itu sih suka-suka anda. Yang penting kita terus nge-blog, have fun, berteman dan membangun jaringan, kalau masalah uang itu kan rejeki masing-masing orang. Rejeki yang bisa dikejar kalau kita mau dan nggak sekedar berpangku tangan atau pasrah sama sinyal atau gadget yang pas-pasan. #PecahkanCermin

Buku tentang blogging itu banyak. Saya sendiri sudah pernah baca beberapa, entah di perpustakaan atau di toko buku. Yang saya bawa pulang paling cuma dua, tiga dengan buku karya Mak Carra ini. Selebihnya cuma saya baca sakali lewat. Sekali duduk, buka-buka sebentar, liat-liat gambar ada yang kece atau enggak, lalu tutup lagi dan taruh di rak. They didn’t make a sense. Kenapa?


Alasannya, kebanyakan buku yang berhubungan dengan internet dan komputer itu bagi saya garing. Saya yang gaptek disuguhi dengan istilah-istilah bahasa langit dunia yang sangat jauh dari jangkauan otak saya, males. Belum lagi tentang gaya bahasanya. Kaku. Emang nggak semuanya, tapi mostly. Dan hadirnya buku ini memberikan warna berbeda. Menyajikan pengetahuan tentang dunia yang sangat dinamis dengan cara yang menyenangkan.

Shortly, buku ini gue banget! Saya dengan sangat mudah bisa memahami apa-apa yang coba disampaikan oleh sang penulis. Dengan gaya bahasa sederhana, lugas dan friendly, buku ini sukses membuat saya sampai bisa membaca ulang. Bukan, bukan karena terharu dengan isinya, tapi sekali lagi saya tegaskan bahwa saya cukup gaptek. Dan Mak Carra telah mencapai puncak keberhasilannya dengan membuat saya menjadi tertarik dan bersemangat untuk belajar.

Mungkin karena memang basic-nya penulis buku ini adalah flash fiction, jadi dia bisa dengan mudah menyampaikan ide-idenya dengan bahasa yang sederhana, singkat, tapi tepat sasaran. Nggak perlu bertele-tele dan menggunakan bahasa langit. Dia juga sudah berpengalaman menulis fiksi sejak 2012 dan menulis buku tentang toko online pada tahun 2014. Artinya, sebelum menulis buku ini, sang penulis telah lebih dulu berpengalaman dalam menyampaikan tentang dunia internet sebelumnya. Dia juga beberapa kali mengadakan survey lewat media sosialnya. Mungkin juga karena Mak Carra lulusan arsitektur jadi bisa lebih mudah membuat sketsa pikiran pembacanya. Haha. Masuk akal? Enggak? Yasudah abaikan.

Saya nyaris nggak menemukan cacat di buku ini. Semuanya apik. Cover dan warnanya lucu, lembut kayak yang bacanya. Penulisannya sistematis dilengkapi dengan petunjuk praktek yang mudah dipahami. Jenis tulisan yang easy to read dan nggak membuat mata lelah. Begitu juga dengan spasi dan layout bukunya. Apalagi ditambah dengan foto-foto ilustrasi yang membuat pembaca jadi makin paham dan tertarik untuk membuka lembar buku berikutnya. Kurang apa lagi coba?

Saya pernah menemukan typo, hanya sekali. Dan saya lupa itu letaknya dimana. Saking nggak ada yang perlu saya komentari negatif, saya jadi pengin protes soal covernya. Covernya nggak tau dibuat dari jenis kertas apa. Yang jelas buku saya jadi mudah lecek di bagian jilidan yang terlipat.

Go out and socialize!

Itu bukan kata saya, tapi kata Mak Carra di halaman 96. Iya, bersosialisasi adalah suatu keharusan kalau kita mau maju. Dengan banyak bersosialisasi, kita jadi kenal dengan orang-orang baru, bergabung dengan komunitas baru yang sarat ilmu, hingga membuat kita termotivasi untuk nggak mau ketinggalan dengan teman-teman lainnya. Akhirnya kita dituntut untuk lebih banyak membaca, lebih banyak belajar dan lebih banyak lagi mempraktekan ilmu yang sudah kita dapatkan.


Mak Carra juga membantu kita memberikan gambaran kehidupan beberapa blogger tenar seperti Mak Indah Juli, Mbak Isnuansa, Aldy Terren Putra, Mbak Istiarina Putri, dan Emak Gaoel yang rajin bagi-bagi smartphone itu. Pembaca jadi tahu mekanisme advertiser, headhunter dan job reviewer untuk bisa diikuti jejaknya (hal. 175-197). Kalau yang belum kenal, mungkin bisa untit di media sosial mereka, pepet terus, kenali karakter pribadi dan tulisannya, pelajari, dan berusaha terus biar kebagian rejeki. Hihi.

Uang memang topik yang sangat menarik sepanjang zaman. Mak Carra telah berhasil mengemas paket lengkap dunia blogging dalam tujuh chapter yang nggak melulu bercerita soal uang yang mungkin hanya cocok untuk blogger yang sudah khatam pahit getir dunia blogging. Buku ini pun sangat cocok bagi pemula yang benar-benar baru menjadi blogger dengan alasan-alasan ngeblog, menentukan niche, nama dan judul blog, platform, hingga teknik menulis, SEO dan job review dengan segala tetek bengeknya.

Kalau boleh saya bilang, kehadiran buku ini di akhir tahun lalu merupakan aji mumpung karena ketika itu dunia blogger memang sedang ramai membicarakan soal job review hingga cara menghitung ratecard. Menghitung harga yang harus dibayar jika ada pihak yang ingin meng-hire seorang blogger (yang mengaku) abal-abal hingga profesional. 

Atau mungkin juga sebaliknya, buku ini menjawab pertanyaan dalam benak beberapa blogger yang ingin go pro dengan segala keluh kesahnya. Mungkin juga justru buku ini yang menghadirkan tren, yang membuat para blogger jadi berpikir tentang harga, tentang kualitas blognya, dan menjadi cerminan seberapa pantaskah blognya untuk diperhitungkan.


Apapun itu, satu yang pasti saya pahami dan yakini, hasil nggak akan pernah mengkhianati usaha. bersosialisasi adalah koentji! Slow but sure kalo kita mau mengikuti hukum alam ini pasti bisa kok jadi blogger sukses. Sekarang hal penting yang harus saya lakukan adalah praktekan semua teori dari buku ini, memperbaiki kualitas tulisan, semakin aktif dan konsisten di blog dan media sosial lainnya, serta terus berjejaring dan merawat persahabatan di dunia maya dan nyata hingga kelak berbuah manis seperti seharusnya.


6 comments:

  1. wahhh.. jadi pengen baca dan ikutann :D makasi mbaa infonya hoahoahoa

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Ayooo beli! Ini kitab suci banget loh hohoho

      Delete
  3. Vitaa, makasih yaa.
    Keep blogging, tanpa label di jidat ya! :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. single but not available labelnya haha

      Delete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<