Thursday, September 8, 2016

APLIKASI MYJNE: KIRIM, PANTAU DAN TRANSAKSI DALAM GENGGAMAN



Seiring perkembangannya selama seperempat abad, JNE terus menorehkan prestasi. Penghargaan pertama adalah Digital Popular Brand Awards 2016 yang diberikan oleh PlasaFranchise.com dan TRASnCo Research yang bekerjasama dengan IMFocus Digimarketing Consultant. Selanjutnya JNE juga menerima penghargaan TOP Brand Awards 2016 diberikan oleh Majalah Marketing yang bekerjasama dengan Frontier Consulting Group. Yang terakhir adalah ICCA (Indonesia Contact Center Association) menganugerahkan bronze medal kategori The Best Supervisor Contact Center kepada Irni Sofni selaku Section Head Contact Center Department JNE. Ketiga awards itu diterima JNE dalam suasana Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71. *standing ovation*


Tentunya, sebagai perusahaan jasa, prestasi JNE tak lepas dari loyalitas para pelanggannya. Untuk itu JNE selalu berusaha memberikan inovasi dan mengaplikasikan kemajuan teknologi dalam bisnisnya sehingga bias benar-benar membangun Indonesia. Belum lama ini JNE me-launching JNE Seven Magnificient (7M) yang terdiri dari My JNE,  My COD, BoxPrepaid, Layanan Super Speed, PopBox dan JNE Trucking. Teknologi yang diterapkan JNE dalam bisnis selain memudahkan pelanggan, tentu saja turut membangun perekonomian bangsa. *applause lagi*

Di era yang serba canggih dan serba mobile seperti sekarang, pelanggan tentu sangat membutuhkan layanan yang bisa diakses kapan pun di mana pun. Aplikasi My JNE salah satunya.

Sebenarnya saya udah lama tau ada aplikasi ini. Beberapa bulan lalu sejak dunia maya heboh dengan aplikasi ini saya sudah coba install. Tapi entah karena saya yang emang gaptek atau memang aplikasinya sedang dalam pengembangan, jadi fitur-fiturnya kurang bisa dimanfaatkan.So, uninstall!

Sekarang semuanya serba online. HB misalnya dengan bisnis buku, tas dan handycraft-nya sekarang sudah merambah ranah jual-beli biji kopi. Dan siklus di tokonya sangat membutuhkan semua aliran distribusi dan informasi yang cepat dan akurat. Saya juga kelak pengin punya bisnis e-commerce yang mumpuni. Nanti, kalau sudah terbiasa dengan rutinitas. Insyaa allah.

Honestly aplikasi ini berguna banget untuk para penggiat online shop semacam HB karena nggak perlu repot lagi untuk cari tau tarif via browser atau was-was ongkir yang ditawarkan ke konsumen kurang atau lebih. Atau khawatir barang yang dikirim terlambat atau bahkan gagal dan mengecewakan pelanggan karena bisa langsung cek status pengiriman sembari  antri di bank, dalam perjalanan, atau menjelang tidur. Bayangkan aja kalau para penggiat online shop masih aja konvensional, bakal ada setumpuk resi pengiriman, ngecek satu persatu dengan cara ngetik di tracking shipment pakai browser di PC. Yah, wasting time dan sangat kurang akuntabel. Iyuuhh… cara itu so bad yesterday, guys!

So, lemme tell you about this so damn cool mobile app from JNE.

Aplikasi User Friendly

Beberapa bulan lalu, as I said before, saya kesulitan mengoperasikan aplikasi ini. Tapi setelah saya download ulang aplikasi MyJNE dan coba registrasi lagi ternyata sangat mudah. Aplikasi ini setau saya memang baru ada untuk ponsel berbasis android, tapi katanya sih bakal ada di IOS juga.


Pertama cukup unduh aplikasinya di Play store dengan mencari kata kunci MyJNE. Nanti kita akan menemukan aplikasi dengan logo Si Joni. Nah, ini yang saya suka. Cuma butuh sekitar 7 MB aja ruang di ponsel supaya bisa mengunduh aplikasi ini. Sewaktu dioperasikan juga ringan dan nggak pakai acara lag. JNE tau banget kalau nggak semua pelanggannya punya ponsel yang keren, saya salah satunya. Ponsel saya cupu banget. Alhamdulillah karena aplikasinya ringan dan cukup responsive, saya jadi bisa ikut menikmati kemudahan dalam genggaman. Ponsel saya juga nggak kelelahan jadinya.
 
Pendaftaran mudah


Karena saya anaknya suka coba-coba. Saya melakukan sign up COD Wallet meski untuk bisa menggunakan beberapa fitur aslinya nggak perlu daftar dulu. Cara daftarnya juga sangat mudah, cukup ketik alamat email, nomor telepon dan password. Nah, setelah itu kita akan mendapatkan notifikasi di email untuk mengonfirmasi pendaftaran kita. Tinggal klik link yang disediakan di sana. Dan selamat, anda terdaftar di MyJNE!

Fitur-fitur yang rinci

Saya bilang bahwa menu yang ditawarkan di aplikasi MyJNE ini sangat khusus. Bergantung kita butuhnya apa, tinggal klik button yang tersedia. Ada menu utama di awal ketika kita masuk ke aplikasi keren ini, yaitu JNE Nearby, MyCOD dan MyCOD wallet. Ada juga kategori Shipper, Consignee dan Favourite.

Shipper

Untuk melihat aktivitas dan status transaksi barang yang kita kirim, gunakan menu Shipper. Tanpa perlu mengetikkan nomor resi, kita sudah mendapatkan informasi barang yang kita kirimkan dengan identitas nomor telepon kita. Jadi nggak perlu kerja dua kali, cukup tunggu kabar aja via SMS dan cek status dengan scan barcode lewat menu My Shipment. Jadi bisa jualan sambil tidur-tiduran, ngemil dan baca novel. LOL.

Consignee

Yang kedua ada menu Consignee yang bisa digunakan untuk melihat aktivitas transaksi penerimaan barang yang kita terima. Ini sering saya gunakan kalau saya habis belanja online dan butuh informasi barang saya ada dimana. Kalau dulu saya suka kesal karena setiap ngecek status barang cuma tertulis “on process”, sedangkan kita butuh info proses apa sih kok lama banget? Lelah adek nungguin Abang kiriman Abang! Sekarang udah jamannya canggih dengan teknologinya JNE. Kita bisa tau posisi barang kita ada dimana. Bahkan katanya kurirnya pun akan ketauan kalo misalnya dia lagi mabal kerja dan mampir minum es dugan. Haus, Bang?

Favourite

Ada lagi menu Favourite yang berisi aktivitas transaksi yang sudah kita favoritkan. Jadi kayak pin it gitu.

Check tariff

Nggak lupa juga kalau saya paling sering mengunjungi menu check tariff biar nggak nombok atau sekedar pengin tau kepastiannya aja. Saya anaknya takut di-PHP-in. LOL. 

Biasanya, setelah saya mengetikkan kecamatan asal dan kecamatan tujuan, akan muncul pilihan tariff mulai dari OKE, Reg, YES, dan kadang JNE Trucking. Tapi kali ini giliran saya pengin pamer hasil screenshoot pencarian tariff pengiriman kopi ke Cimahi, informasinya malah nggak ditemukan. *fail*


JNE Trucking

Yang terakhir saya sebut di paragraf sebelum ini juga disingkat JTR. Layanan ini menggunakan armada pengangkutan barang yang lebih besar daripada kendaraan biasanya. JTR bisa dimanfaatkan untuk pengiriman barang dalam jumlah banyak. Duh, coba waktu saya pindah kos dari Jogja waktu itu udah ada aplikasi ini, pasti nggak usah repot angkut-angkut sambil elap keringat dan air mata karena sedih dengan ongkirnya. LOL.

Layanan ini cuma bisa digunakan untuk barang dengan berat minimal 10 kilogram. Kebayang nanti saya bisa pakai layanan ini untuk mengirim kopi dari Lampung around the world. *otak bisnis*

JNE Nearby

Sebagai orang yang sering datang ke tempat yang baru, menu ini membantu saya banget. Saya jadi tau dimana lokasi agen JNE terdekat dengan lokasi saya di saat itu. Jadi kita nggak perlu muter-muter, nyasar-nyasar dan sepahit-pahitnya kenyataan adalah dengan teknik GPS, Gunakan Penduduk Setempat. Eaaaaa. Dengan MyJNE, kita cukup memanfaatkan bantuan GPS (Global Positioning System, GPS sebenarnya), icon Abang Joni sudah bermunculan di mana-mana. Sayangnya di seputaran Wisma Dosen Itera, saya nggak nemu icon Abang Joni. 



MyCOD dan MyWallet

Ini adalah fitur yang bisa kita gunakan untuk menjadikan JNE sebagai media pembayaran transaksi e-commerce. MyCOD (Cash On Digital) ini adalah fitur yang berguna sebagai alat mediasi transaksi online khususnya jual beli online. JNE disini bertindak sebagai mediator, semacam rekber gitu deh, alias rekening bersama. Nah, apalagi kalau udah top up di MyWallet, jadi nggak perlu susah-susah cari token internet banking atau ngantri di ATM apalagi ngantri setor di bank. So yesterday banget, sorry to say!


Cara top upnya juga gampang banget. cukup transfer sejumlah uang dengan mengikuti petunjuk di aplikasi MyJNE ini. Transfer lebih banyak dari kebutuhan belanja online saat itu juga nggak apa-apa. Toh nanti deposit itu akan tersimpan jadi lebih mudah lagi kalo besok-besok pengin transaksi lagi. Kalo misalnya kita pengin narik uang tinggal kirim uangnya ke rekening terus tarik deh lewat menu cash out. Bisa juga transfer ke sesame pengguna semacam transfer pulsa gitu. Nah, biar bisa dievaluasi, kita bisa lihat di menu history yang berisi rekaman transaksi kita menggunakan MyCOD Wallet ini.

Kalau biasanya kita menyebut COD sebagai pertemuan antara penjual dan pembeli di suatu tempat tertentu biar hemat ongkir, disini sedikit berbeda. Kita nggak perlu lagi takut untuk dibohongi dalam belanja online. Yaiyalah, penjaminnya kan perusahaan sekelas JNE, kalau masih ada yang kecolongan kan bisa langsung ditindak. Lagian juga kita punya virtual account sebagai identitas kita di dunia pasar elektronik. Kita juga bisa bertransaksi dimana aja dan kapan aja. Dengan proses top up yang simple, JNE juga memudahkan kita para generasi yang dinamis ini.



All at all, bisa saya simpulkan bahwa kita juga bisa loh mendukung gaya hidup ramah lingkungan dengan memanfaatkan aplikasi MyJNE ini. Kenapa?

1.       Hemat waktu
Hemat waktu kan sama aja dengan menghemat uang dan energi. Kita bisa melakukan hal dengan multitasking karena semuanya jadi lebih mudah dengan bantuan aplikasi yang user friendly yang super responsive sehingga hemat pemakaian kuota internet dan kuota memory ponsel bahkan baterai.

2.      Paperless
Dengan menggunakan aplikasi ini kita nggak perlu cetak-cetak bukti transaksi loh. Kan sudah ada notif dan bukti transaksi yang bisa kita cek anytime.

3.      Low carbon footprint/jejak karbon
Bayangkan aktivitas pengiriman barang kita dengan siklus begini: beli barang; bungkus (dengan pembungkus bekas pakai atau yang ecofriendly); timbang barang; buka laptop; cari wifi; harus beli kopi; buka browser; buka jne.co.id; cek tarif; minta jemput tukang ojeg; ke agen JNE; minta anter pulang tukang ojeg; misuh-misuh ongkosnya membengkak; misuh-misuh server internet down pas mau cek status pengiriman atau resi ilang. *life*

Untuk situasi di atas, berarti Si Abang Tukang Ojegnya butuh empat kali bolak-balik. Bayangkan berapa bensin yang dia butuhkan! Berapa emisi yang dikeluarkan dari motornya? Kenapa nggak diserahkan aja sama Abang Joni yang sekalian nganter paket cinta kemana-mana.

Apalagi kalau mau menyelesaikan transaksi belanja online musti ngantri di ATM dulu karena nggak punya MyCOD Wallet atau internet banking. Udah mah makan bensin, bikin cepet laper pula, apalagi kalau di jalan ketemu mantan, tambah baper. LOL.

Parahnya lagi kalo kita mau belanja langsung ke sebuah butik, ternyata udah jauh-jauh ke sana yang dicari enggak ada. Yang namanya cewe suka penasaran, dicarilah ke butik yang lainnya sampe sakit kepala terus budget jajan membengkak. Dan seterusnya. Berapa banyak jejak karbon yang kita tinggalkan?

Apaan sih jejak karbon? Long story short, ini adalah sebutan untuk jumlah emisi gas rumah kaca (greenhouse gasses) sebagai akibat dari aktivitas, proses produksi, distribusi dan konsumsi, dan metabolism individu. Nah, emisi tersebut bisa berupa karbon (CO2) atau gas lainnya akibat pengoperasian alat elektronik, kebiasaan makan, dan transportasi.

4.      Memutus rantai pasok

Duh, apalagi sih itu, Jeng?! LOL. Menurut Wikipedia, Rantai pasok atau supply chain ini adalah sebuah sistem terkoordinasi yang terdiri atas organisasi, sumber daya manusia, aktivitas, informasi, dan sumber-sumber daya lainnya yang terlibat secara bersama-sama dalam memindahkan suatu produk atau jasa baik dalam bentuk fisik maupun virtual dari suatu pemasok kepada pelanggan.

Nah, kebetulan saya tinggal di Lampung yang mana meski pun dekat dengan Ibukota Jakarta dan merupakan Pintu Gerbang Sumatera, tapi seringkali kami sulit mendapatkan produk-produk tertentu atau kadang juga harganya sangat mahal. Dengan adanya perusahaan pelayanan jasa seperti JNE dengan aplikasi secanggih MyJNE, kami bisa dengan mudah mendapatkan produk-produk bahkan dengan biaya ringan karena terkadang pemasok punya kebijakan free ongkir.

So, hidup ini udah sangat mudah dengan hadirnya teknologi, ngapain dibuat susah! Dengan belanja online kita udah membantu banyak orang loh. Penjualnya, karyawannya, kurir JNE dan nggak perlu meninggalkan terlalu banyak jejak karbon. Apalagi kalau udah pakai aplikasi MyJNE ini, melakukan pengiriman, memantau dan transaksi dalam genggaman. As simple as that!

Bahan bacaan: jne.co.id

10 comments:

  1. Aku selalu pakai JNE kalau kirim barang. Ternyata banyak ini itunya ya JNE

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi! termasuk buat ngirim teri sambal :D

      Delete
  2. Mantap, lengkap banget, semoga sukses dan JNE bisa bekerjasama lagi dengan Tapis Blogger hehehe

    ReplyDelete
  3. JNE memang ok banget buat kirim2 barang.

    ReplyDelete
  4. Wah infonya berguna banget buat sis olshop sepertiku! Beberapa minggu yg lalu aku emang nyari nih smartphone app untuk JNE, tp katanya MyJNE kurang bisa diandalkan krn masih banyak bug. Sekarang udah prima ya, malah bagus dan lengkap banget fiturnya! *download kilat!*

    ReplyDelete
  5. Saya juga langganan JNE, Mbak. Malah punya kartunya juga biar dapet poin dan bisa ditukar voucher belanja, hehe. Konternya banyak, jaringan luas, cepat pula. Apalagi sekarang saya juga pasang aplikasinya. Lacak kiriman dan cek tarif, cepet. Semoga makin maju JNE setelaha 25 tahun. Makin berkibar untuk memajukan ekonomi bangsa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, saya malah belum jadi member nih om :D

      Delete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<