Sunday, December 18, 2016

JANGAN SEMBARANGAN NONTON FILM HEADSHOT!



Foto: 21cineplex.com


Sutradara : Mo Brothers
Produser : Shinjiro Nishimura, Mike Wiluan, Wicky V. Olindo, Sukhdev Singh
Pemeran : Iko Uwais, Chelsea Islan, Julie Estelle, Zack Lee, Sunny Pang
Produksi : Screenplay Infinite Films


Sinopsis

Film ini menceritakan kisah seorang lelaki yang dipanggil Ishmael (Iko Uwais) yang ternyata bernama Abdi oleh dokter yang merawatnya yang bernama Ailin (Chelsea Islan). Ishmael kehilangan ingatan setelah ditemukan terdampar di sebuah pantai. Masa lalu Ishmael ternyata belum usai karena perlahan ingatannya pulih dan membawanya kepada seorang Lee (Sunny Pang) dan dunia criminal yang ternyata tak bisa lepas begitu saja dari sejarah hidup seorang Ishmael.

Film Action Pertama Saya

Maksudnya bukan film yang saya bintangi, ya, tapi yang saya tonton. Saya emang nggak terlalu suka nonton film. Kadang-kadang malah tidur pas lagi nonton. Beda sama HB yang emang demen banget nonton film dan udah tau banget bakal ada film ini. Kalau saya sih selain suka ketiduran gara-gara di bioskop dingin dan redup, suka sayang juga sama uangnya. *bilang aja pelit* LOL

Jarang-jarang saya bikin blogpost tentang film. Terakhir udah bertahun lalu. Kata HB, ini adalah film yang pemerannya mirip dengan film-film sejenis sebelumnya. Sebut saja The Raid yang fenomenal. Iko Uwais sebagai bintang utama juga pernah main di film Merantau dan Berandal. Saya juga baru tau kalo Julie Estelle main di film action. Dan parahnya saya baru tau ternyata itu loh yang namanya Iko Uwais, suaminya Audi setelah saya bilang ke HB kalo wajahnya nggak pantes jadi criminal. Ya, gue emang gagal gaul. Tapi nggak ada di ujian kan yang beginian? -_______-

Uniknya film ini, selain membuat saya nyari tau tentang para aktornya adalah teasernya. Iya, saya baru nonton teasernya setelah seminggu lalu nonton filmnya. Jadi ada dua teaser, dari sudut pandang Ailin yang ini:


Dan dari judulnya keliatan ada romantikanya kan di filmnya?! Satunya lagi dari sudut pandang si Ishmael:




Film ini mengandung unsur komedi. Jadi beberapa adegan terutama yang di awal suka dibuat lucu. Itulah yang membuat penonton juga senang dan sering pecah tawa jadi bikin gagal tragis. Tapi kalau menurut saya sih nggak lucu, umm… lebih tepatnya lucu yang nggak pada tempatnya gitu. Dan sebenarnya nggak enaknya nonton di bioskop bareng-bareng ya gitu. Suka ada penonton yang tiba-tiba teriak. Bikin pecah konsentrasi.

Kalau kata HB sih dari segi sinematografinya (tsah gayak bahasa gue) film ini keren, cuma alurnya lebih keren film sebelumnya. Kalau buat saya yang emang nggak nonton The Raid dan kawan-kawannya, alurnya ini biasa banget. Gampang ditebak dari awal.

Tapi kayaknya yang bikin HB bentah nonton sampe akhir bukan karena laganya, tapi karena adanya Chelsea Islan. Saya akui, doi emang lucu banget, apalagi pake kacamata. Menurut saya dia paling lucu pas scene di pantai setelah Ishmael keluar dari rumah sakit dan pas mereka berdua hujan-hujanan sebelum Ailin pulang ke Jakarta. Ya iyalah saya cemburu, kalo HB melototin Tante Tamara Blezinsky sih agak nggak apa-apa. Lah ini seorang Chealsea yang masih seger kinyis-kinyis -_____-

Tontonlah Film Sesuai Usia dan Karakter

Kalau dari posternya dan judulnya sih saya emang udah menduga kalau ini film dewasa. Tapi saya juga nggak terlalu aware soalnya saya kan Cuma sekedar nemenin HB nonton aja. Saya nggak ambil pusing mau gimana juga filmnya. Bahkan awalnya saya udah membayangkan kalau di dalam bioskop saya bakal bobo syantiks.

HB rewel banget pas tau ada banyak anak kecil yang masuk ke dalam teater. Dan ternyata di samping dia juga ada dua bocah laki-laki kira-kira kelas dua SD. Iya kelas dua, coba? Emak-Bapaknya gimanalah yaaa? Terus sama mbak-mbak yang jaga pintu juga kok ya boleh aja sih? Apa pihak bioskop apatis demi segelintir uang.

Menurut hasil penelitian Nando, seorang Mahasiswa IPB pada tahun 2011, adegan film yang paling berkesan adalah ketika adegan perkelahian, memukul atau menendang. Umumnya perasaan responden yang timbul setelah melakukan perilaku agresi adalah tidak tentu. Responden pada penelitian ini adalah siswa SMK, bukan anak-anak. Bisa dibangkan enggak kalau anak-anak yang nonton film penuh dengan darah yang mengucur, muncrat, mata yang ketusuk, kepala ketembak, badan tertembus benda tajam? Astaghfirullah. Saya aja lemes demi mengingat adegan-adegan itu. Belum lagi nama-nama binatang dan umpatan yang keluar dari mulut para aktornya.

"Anjiiingg... hahaha.... anjing katanya!"


Jelas tertulis di layar kalo itu bukan film anak-anak. Kalo nggak salah malah buat 21 tahun ke atas. Tapi entah kenapa masih ada aja orangtua yang bawa anaknya. Bahkan ada juga yang bawa bayi. Ya kalo pengin pacaran lagi titipin aja dulu anaknya barang tiga jam bisa meureuuunnnn.

Remotivi.or.id  pernah merilis artikel tentang aksi kekerasan yang diakibatkan karena anak-anak menonton film yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Kan katanya anak-anak adalah peniru yang ulung, jadi ini dia aksi-aksi yang diteladani anak-anak yang pernah ditulis oleh Remotivi.

1.      Gulat “Smack Down”
Pada 2006, tayangan “Smack Down” dihentikan setelah banyak anak yang menjadi korban akibat menonton dan menirukan adegan di dalamnya. Sedikitnya ada tujuh kasus kekerasan yang ditengarai akibat tayangan “Smack Down” telah dilaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Sebelum dihentikan, “Smack Down” sempat pindah jam tayang, dari sebelumnya di bawah pukul 22.00 WIB menjadi tengah malam. Namun, penggantian jam tayang ini tidak memberikan solusi karena telah banyak orang yang menggemarinya termasuk anak-anak. 

Saya sendiri nggak tau ini acara apa karena saya emang membatasi nonton TV apalagi untuk acara-acara nggak jelas. Yang jelas tontonan saya paling Laptop Si Unyil dan kroni-kroninya.

2. Eksekusi Saddam Husein
Hukuman mati Saddam pada 30 Desember 2006 ditayangkan di sejumlah jaringan televisi di Arab dan Barat. Setidaknya lima orang anak dilaporkan gantung diri meniru hukuman mati Saddam setelah menyaksikan eksekusinya di televisi. Di antaranya adalah seorang anak berumur 12 tahun di Aljazair yang digantung sejumlah temannya dalam permainan meniru adegan eksekusi Saddam. Kasus serupa menimpa bocah laki-laki berusia 10 tahun di Texas yang dilaporkan secara tidak sengaja bunuh diri saat mencoba meniru adegan penggantungan Saddam dengan mengikat leher di tempat tidur susun. Kasus terakhir menimpa gadis berusia 15 tahun asal India Timur yang tertekan berat setelah menyaksikan hukuman mati Presiden Irak tersebut.

3. Sulap Limbad
Pada 2009, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun di Jakarta Pusat ditemukan tewas tergantung di ranjangnya yang bertingkat. Menurut keterangan orang tua korban dan saksi lainnya, diketahui bahwa ia gemar meniru aksi seorang pesulap di televisi. Setiap selesai menyaksikan tayangan “Limbad The Master”, korban mempraktikkan adegan yang ditontonnya. Korban juga sempat menusuk tangannya dengan sejumlah jarum kemudian dipertontonkan kepada teman-temannya. Orang tua korban sering marah dan menegur kebiasaan anaknya ini. Ketika akhirnya kebiasaan korban meniru sulap Limbad merenggut nyawanya, orang tuanya sedang berjualan di pasar.
Saya gagal paham kenapa tayangan macam ini bisa merebak di tivi. Ngeliatnya aja ogah kalau saya mah, apalagi nonton dan membiarkan keluarga saya nonton hal so damn useless begini.

4. Petualangan Dora dan Diego
Pada 2008, masyarakat Inggris dikejutkan dengan berita meninggalnya seorang anak perempuanberusia 4 tahun karena leher terjerat pita rambut miliknya. Korban meninggal dengan posisi yang sama persis dengan tayangan kartun yang ditonton di hari sebelumnya. Menurut pengakuan orang tuanya, korban sangat menyukai serial kartun “Dora The Explorer” dan “Go Diego Go”. Pada salah satu tayangan kartun kesukaannya itu memperlihatkan adegan seorang anak yang bergelantungan di pohon menggunakan seutas tali.

5. Kartun Serigala
Di tahun yang sama, dua orang kakak beradik di Cina berusia 7 tahun dan 4 tahun dibakar temannya. Kedua korban diikat ke sebuah pohon dan kemudian dibakar hidup-hidup. Akibat insiden ini kedua anak tersebut mengalami luka bakar yang cukup serius. Pelaku yang berusia 10 tahun mengakui dirinya menirukan salah satu adegan dari film kartun berjudul “Xi Yangyang & Hui Tailang” atau dalam bahasa Inggris “Pleasant Goat and Big Big Wolf”. Pengadilan Cina akhirnya memutuskan produser acara tersebut bersalah dan wajib bertanggung jawab dengan membayar kompensasi biaya perawatan korban sebesar 15 persen.

Jadi ngerti kan yah kenapa blogpost ini punya judul yang rada sensi? Maksudnya jangan nonton bareng anak-anak apalagi bayi piyik. Ya kita sih emang nggak bisa menyalahkan industry hiburan yang terus memproduksi film semacam ini. Toh film-film inilah yang nyatanya mampu menyumbang prestasi untuk Indonesia. Actor-aktor Indonesia juga banyak main di film box office juga karena film-film laga. Jadi ya pintar-pintar kitanya aja memilih hiburan. Apalagi sebagai orangtua, dan juga saya sebagai calon orangtua. Saya harus memastikan calon Bapak dari anak-anak saya juga sejalan dengan saya soal pilihan tontonan. Lha wong di filmnya juga udah jelas itu film untuk siapa, tontonan tivi juga beberapa sudah begitu kan? Selamat memilih. Selamat menonton film Headshot tanpa anak-anak!

9 comments:

  1. Padahal film headshot jelas-jelas untuk orang dewasa dengan alasan kekerasan dan darah dimana-mana, namun masih ada orang yang ngotot bawa anaknya. Setelah itu, nyalahin pembuat filmnya karena bikin film yang nggak mendidik. Susah emang. Solusinya ya cuman satu, mencerdaskan diri sendiri dengan membaca ulasan film sebelum nonton, dan awasi yang baik untuk anak-anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, dan nonton film atau jalan ke mall bukan sekedar untuk jaga gengsi, lebih dari itu ada manfaat atau mudharatnya. Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  2. Lho itu kok bisa ada anak kecil yang lolos pintu si? Masa iya bisa? Kalopun kecolongan beli tiket, mestinya dihadang dan kalo ngotot ya tinggal balikin uang tiketnya, hmm.

    Salam,
    Aci

    ReplyDelete
  3. haduuh saya aja ga berani nontonnya, apalagi bawa anak :(

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. Bukan, haha. Itu Hungry Bear. Sila ditengok series tentang #HBKingdomTheSeries :)

      Delete
  5. Hai, rada gak nyambung sama sosok HB, soalnya ini kunjungan perdana, kakaa... salam kenal dari bumi Borneo ya.

    Aku juga jarang nonton di bioskop, sama, sayang uangnya. *_*

    Nonton Premiere Fox Movies saja di rumah, senangnya luar biasa!

    Tapi, sesekali bolehlah. Apalagi kalau dapat tiket gratis, xixixi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga dari Lampung. Saya jugs nggak terlalu suka nonton, bahkan biasanya ketiduran pas nonton haha

      Delete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<