Monday, May 22, 2017

Banana Foster, Mengangkat Derajat Komoditas Unggulan dengan Trend Kekinian


Selamat hari Senin lagi!

Kali ini saya pengin cerita tentang rasa, rasa (cake) yang pernah ada. Hey, jangan mikir yang bukan-bukan karena saya mau cerita tentang Hengky Kurniawan. Seperti teaser yang saya posting di instagram beberapa hari lalu, bahwa saya pekan lalu diundang oleh Banana Foster melalui Tapis Blogger, Rabu (17/5) untuk menghadiri meet and greet bareng Hengky Kurniawan.


Hengky seperti beberapa public figur lain yang sudah lebih dulu malang-melintang di dunia bisnis oleh-oleh seolah tak mau kalah. Kalau Makuta yang antrinya nggak masuk akal itu sangat digandrungi di Bandung, Mamake baru saja dibuka di Jogja dan Napoleon ada di Medan, maka tak salah kalau Hengky Kurniawan mencoba peruntungannya di Lampung.
Ide untuk mewujudkan Banana Coster ini konon datang ketika dia bertandang ke New Orleans, salah satu negara bagian di US. Di sana dia kecantol dengan salah satu penganan yang terbuat dari pisang dan disajikan dengan brown sugar dan es krim vanila. Dia pun berkeinginan untuk membuat hal yang sama. Dia pun memilih Lampung dan pastinya tim yang berada di belakangnya sangat pandai membaca peluang dan target pasar. Lampung memang lumbungnya pisang dan tak salah kalau mereka ingin memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi komoditas tersebut.

Foto: Anonim

Karena konsepnya merupakan oleh-oleh, maka tentu es krim vanila nggak bisa disajikan bersama dengan cake pisang yang mereka buat di Lampung yang kemudian berjuluk Banana Foster ini. Tapi taste gula merah dan rempah tetap ada. Khasnya cake dan cookies dari beberapa negara barat adalah kayu manis, dan Banana Foster memberikan sentuhan kayu manis dan cengkeh yang nggak terlalu berlebihan bagi orang yang sensitif rempah seperti saya.

Lampung juga kaya akan produk gula merah yang terbuat dari nira aren. Saya peenah ceritakan sebelumnya bahwa ada suatu kampung yang mampu memproduksi gula merah tapi kesulitan dalam hal pemasaran. Mungkin nanti Hengky dan tim bisa turut mengangkat derajat gula merah inj sebagai komoditas yang ramah lingkungan dan sosial dan pastinya lebih sehat daripada gula putih.

Baca juga: Cerita dari Kampung Konservasi Pekandangan

Tak hanya cerita, kami yang hadir di resto Hotel Batiqa Bandar Lampung malam itu juga disilakan untuk mencicip berbagai varian dari Banana Foster. Berikut varian yang saya urutkan berdasarkan kesukaan saya. Ini nggak memberikan kecenderungan apa-apa ya. Taste yang diterima dan penilaian ini sangat subjektif, bisa bervariasi bagi setiap orang.

Banana Foster Chocolate

Saya sangat suka banget varian yang ini. Banana Foster dengan filling coklat kental di dalamnya. Rasanya nggak melulu manis, tapi ada sensasi pahitnya. Itu yang membuat saya jatuh cinta.

Foto: Yopie Pangkey



Banana Foster Cheese

Menggigit varian cokelat dan cheese secara bersamaan is the best sih menurut saya. Saya nggak pernah bisa menolak pisang yang dicampur dengan kedua toping itu. Baik cake pisang maupun sekedar pisang goreng. Sayangnya Banana Foster memisahkan kedua toping kesukaan saya ini. Tapi Banana Foster dengan perpaduan rasa pisang dan filling cheese yang lumer dimulut ini nggak pernah gagal menurut saya. Rasanya gurih manis. Pas banget.
 
Banana Foster Caramelized

Honestly saya nggak terlalu suka gula. Tapi Banana Foster dengan toping karamel ya masih okelah menurut saya. Banana Foster dengan filling karamel dan pisang yang lembut merupakan hal baru yang pernah saya coba.

Foto: Yopie Pangkey


Banana Foster Peanut

Can you imagine? Pisang dicampur kacang. Tapi ternyata rasanya seksi juga. Tapi yaaaa khasnya kacang ada lengket-lengketnya gitu. Banana Foster ini dibeei isian peanut butter ditambah dengan vanila crumble di atasnya. Seksi di lidah pokoknya.

Foto: Yopie Pangkey


Banana Foster Nutella

Saya belum pernah cocok dengan nutella. Saya juga belum paham kenapa orang-orang mengelukannya. Karena pengalaman masa lalu itulah mungkin saya harus menempatkan varian ini di urutan terakhir. Yang salah pada nutellanya karena terlalu manis, bukan salah Banana Fosternya. Banana Foster ini untungnya masih ada hazelnutnya, jadi nggak melulu nutella. Ditambah dengan cramble coklat dan vanila yang cukup menghibur saya. Yah, saya memang nggak terlalu suka yang manis. Ngapain manis kalo cuma di bibir aja kan? #baper

Foto: Yopie Pangkey

Honestly, produk apapun yang berbahan baku pisang belum pernah gagal meraih peehatian saya. Apalagi cake pisang. Saya sendiri saking freaknya terhadap pisang punya cita-cita luhur untuk membuat dan menjual produk berbahan dasar pisang. Itu semua berawal ketika saya melakukan Praktek Kerja di LIPI Subang. Di sana kami membuat cookies dari tepung pisang sebagai fungsion food. Eh, malah sudah keduluan Kang Hengky. Tapi nggak apalah. Semakin banyak yang memberikan perhatian lebih terhadap komoditas ini insyaa allah kesejahteraan petaninya juga kelak terangkat. Bukan hanya Hengky, sebelum ini Yussy Akmal sudah lebih dulu membuat cake pisang. Belum lagi tukang-tukang kue di pinggir jalan. Semuanya punya ciri khas sendiri dan nggak perlu takut berkompetisi. Apalagi keberadaan pisang mampu mengurangi kandungan gluten dalam makanan, apalagi kalau sampai zero gluten pasti bakal lebih sehat lagi.

Banana Foster memilih pisang janten sebagai bahan bakunya. Padahal biasanya saya memilih pisang raja supaya kuat aromanya. Teksturnya juga lebih lembut. Tapi ternyata pisang janten juga enak banget. Andai Banana Foster lebih memberikan cita rasa pisang yang dominan pasti makin nikmat dan saya jadi bakal lupa diet. LOL.

Saat ini Banana Foster yang dikemas di dalam kotak karton memiliki shelf life di suhu kamar selama empat hari dan seminggu di kulkas. So far amanlah kalau memang mau dibawa sebagai oleh-oleh. Cake pisang dengan aneka varian ini siap kamu serbu pada 10 Juni 2017 mendatang. Pas banget pastinya kalau mau dibawa sebagai oleh-oleh mudik ke kampung halaman.

Blogger Bahagia

6 comments:

  1. Cake pisang Banana Foster emang bikin nagih. Mau buat oleh-oleh mudik nih , seruu

    ReplyDelete
  2. ulala..ngeliatnya aja udah bikin berselera, ada optional lain dong klo ke Lampung selain keripik pisang coklat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi. Kapan ke Lampung lagi dooonggg?

      Delete
  3. waaaahhh mantab nih banana foster nya ...

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<