Thursday, May 4, 2017

Pavilion Resto and Cafe: Mata Cemerlang, Perut Kenyang, Hati Senang




Saya sampai di Pavilion Resto & Cafe kira-kira jam sebelas siang di hari Jumat. Teman-teman saya dari Tapis Blogger rencananya akan datang sekitar jam satu siang. Lama banget nunggu terus bete? Nggak gue banget! Dan nggak mungkin bete kalau datang ke sana.


Resto Friendly di Mata, Friendly di Hati

Setelah kelar urusan di bank yang nggak jauh dari lokasi resto, saya memutuskan untuk langsung ke sana. Seperti biasa, saya kan anaknya senang banget kerja di sebuah resto atau kafe. Sengaja saya bawa laptop lengkap dengan chargernya.
Sepeda motor saya berbelok ke area parkir yang langsung disambut baik sama tukang parkirnya. Para pegawainya juga menyapa dengan baik. Kemudian saya masuk dan menebarkan pandangan ke sekitar resto. Seger banget mata ini. Konsep resto yang private garden ditambah dengan pemandangan Teluk Lampung bikin saya langsung memutuskan bahwa saya pasti betah berada di sana. 


Di Pavilion Resto and Cafe ada beberapa jenis tempat duduk. Ada yang indoor yaitu di bar. Ada juga yang outdoor di bawah payung-payung gitu. ada juga yang semi outdoor di lantai dua dan buat rame-rame di lantai satu yang dibatasi pakai pagar dan tanaman merambat. Cantik banget penataannya. 

Melihat saya yang celingukan, seorang waiter langsung menghampiri dan saya langsung menjelaskan bahwa saya dan teman-teman akan ada pertemuan sekitar jam satu siang. Waiter itu bernama, Hans. Dia juga menemani kami hingga sore menjelang. Fix. Kesan pertama yang saya dapat dari resto ini adalah: PERFECTO! Tempat yang bagus, pemandangan yang indah dan pegawai yang ramah. Apalagi? Ya tentunya kesannya belum lengkap karena belum nyobain makanannya , dooong.

Hidangan Cantik dengan Taste Bintang Lima

Sambil menunggu teman-teman, saya memutuskan untuk duduk di area bar. Di sana ruangannya ber-AC jadi saya pikir cocok banget menunggu di sana sambil kerja. Ada stop kontak pula. Komplit.

Saya masih lumayan kenyang, tapi saya yang emang suka kue nggak mau melewatkannya begitu aja. Akhirnya saya pesan Cokopi. Bolu kopi dengan kopi mousse di tengah dan coklat dots di antara mousse dengan toping coklat butterceam. Awalnya saya juga pengin pesan minuman coffee based karena di sana banyak juga varian minuman dari kopi. Mulai dari manual brew single origin, coffee blend, dan aneka latte. Tapi ternyata mereka memberi saya es teh leci sebagai welcome drink. Wow. Service excellent. Jadi saya nggak jadi pesan minum lagi. Takut mubazir. LOL.

cikopi

Cakenya as I wish sih rasanya kopi, tapi nggak terlalu kuat berasa kopinya. Lumayan enak dan ada sensasi lucu pas ngigit mousse-nya. Biasanya saya suka sakit perut kalau makan cake sembarangan. Kali ini enggak karena kuenya juga nggak terlalu manis. Jadi pas bangetlah. Lagian ngapain juga manis-manis kalau cuma di bibir aja, kaaan?

Sewaktu teman-teman saya udah datang, kami langsung ditawari minuman. Dengan cepat saya order orange crumble. Enggak saya nggak punya ekspektasi apa-apa tentang rasanya. Saya Cuma liat penampilan cerah cerianya aja di instagram. Eh, Abah Gundul juga ikutan pesan Orange Crumble yang diikuti Mas Arung yang pesan Strawberry Crumble.

Orange dan Strawberry Crumble (Foto: Yopie Pangkey)

Belum datang minuman yang kami pesan, kami disajikan menu minuman andalan resto itu yang konon belum lama launching. Detox fruit salad dan Sunrise Lemonade. Detox Fruit Salad ini terdari dua bagian, yaitu potongan buah-buahan dalam satu gelas lebar dan minumannya di gelas lainnya. Ini merupakan satu paket penyajian. Sedangkan sunrise lemonade adalah minuman cantik dengan segala macam buah, biji selasih, sampai soda ada di dalamnya. Rasanya gimana? Enak-enak seger kayak penampilannya gitu deh.

Detox fruit salad (kuning dan buah) ; sunrise lemonade (merah)

Yang nggak kalah segar adalah caramel queen. Penampilannya cantik banget dan merupakan salah satu menu baru di resto kece ini. Uniknya ada menara karamel kembar yang harus buru-buru dimakan. Kalo enggak ya dia akan mencair dan lengket dimana-mana setelah terpapar udara. Dilengapi dengan kue bagelen jadi bikin kenyang setelah makan ini aja.
Caramel queen
 
 Selanjutnya kami disuguhi menu kelas berat yaitu spicy fire ribs dan tenderloin steak. Menu daging-dagingan ini membuat saya berdecak kagum saking uniknya. Jadi spicy fire ribs ini nggak menyala-nyala seperti seharusnya karena nggak pakai alkohol. Iga sapinya disajikan dengan cocolan saus yang... guess what terbuat dari apa coba? Sausnya dari tulang sapi yang direbus selama 48 jam, dijemur, lalu diolah sedemikian rupa sehingga jadi saus yang rasanya unik banget. Tekstur iganya juga lembutnya pas, nggak berlebihan.
 
Tenderloin Steak (Foto: Yopie Pangkey)
Untuk steaknya saya bisa kasih lima bintang dari lima deh. Teksturnya daging banget. Saya beberapa kali dengar bahwa memang para pecinta daging selalu mencari tekstur daging yang nggak terlalu lembut. Kadang kita juga nemuin daging yang udah kehilangan ciri khas dagingnya saking lembutnya. 

Fire Ribs

Daging di sini beda. Hal itu diamini oleh Chef Agung yang sudah berkiprah di dunia masak-memasak selama enam belas tahun. Mereka menyajikan daging khusus pecinta daging. Saking totalitasnya mereka mengimpor dagingdari US. Beda dengan daging lokal dan daging australia, daging dari US ini lebih juicy, aroma dagingnya dapat, dan yang penting teksturnya pas. Bahan lain yang digunakan untuk steak ini kecuali daging adalah bahan baku lokal dari petani kita.

Green Chili Pasta (Foto: Yopie pangkey)

 Untuk menu karbonya, kami disugui pasta green chilli. Hijaunya pasta itu ya dari cabe segar yang digiling. Emang lagi musim banget mengawinkan menu lokal dengan menu internasional. Ya kan gapang aja kalo mengawinkan makanan, kalo orang kan susah. Musti ngurus visalah, kitaslah, endebrew endebrew. Makanya saya juga maunya kawin sama orang lokal aja, biar nggak ribet. LOL.

Ok, balik lagi ke pasta. Jadi pasta ini selain ditaburi dengan bubuk cabe hijau juga dikasih toping tuna creamer. Jadi itu bukan sembarang krim tapi ada ikan tunanya. Terus yang saya pikir Cuma garnis, ada dua potong tomat. Ternyata itu bukan garnis, tapi tomat yang dalamnya diisi olahan daging dan ditutup dengan keju mozarella yang aduhai seksi banget bergoyang di mulut.

Meat Platter (Foto: Yopie Pangkey)

Nah, memenuhi kebiasaan orang kita yang pengin semuanya ada dalam satu piring, ada menu meat platter. Kalau biasanya menu platter isinya Cuma kentang goreng, sosis dan teman-temannya, Pavilion menyajikan platter dengan isian macem-macem termasuk mi. Jadi super kenyang. Konon kata chef Agung, semuanya bikin sendiri kecuali sosisnya yang beli udah jadi. Repot kali ya cyin kalo pavilion musti punya alat untuk masukin daging ke selongsong.

Menu hiburan juga disuguhkan kepada kami. Chicken boxing. Ini terdiri dari chicken drum stick tanpa tulang yang dibungkus semacam tepung roti. Drum stick ini dibuat dari sayap ayam yang tulangnya dicabut terus dibuat ‘tulang buatan’. Chicken boxing disajikan dengan saus BBQ besutan chef dari Pavilion sendiri. Sebagai alasnya ada tortila yang kruik banget dan enak.

Sebenarnya, makanan di atas bukanlah menu makan siang jelang sore kami. LOL. Kami disuguhi  chicken caribbean dan beef milanesa. Keduanya rasanya unik banget sumpah nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dan tolong maafkan kenorakan saya karena belum pernah makan makanan begituan sebelumnya. Hahahaha. 
chicken caribbean
Chicken carribbean punya tekstur ayam yang lembut banget tanpa tulang yang kayaknya diasap gitu karena ada aroma seger-seger gosongnya. Terus sausnya ini unik banget. Rasa saunya mirip dengan saus beef milanesa yang terinspirasi dari Milan. Itu terdiri dari mayones dan honey jadi rasanya guris, asin, manis ditambah dengan potongan cabe jadi sedikit-sedikit pedas. Satu sih kurangnya dua menu ini. Yaitu kurang banyak dagingnya karena nasinya banyak, tapi dagingnya sedikit, jadi dagingnya udah abis nasinya masih banyak kan mubazir. LOL
beef milanesa
 Asli makanan dan minuman di Pavilion Resto and Cafe yang kami makan siang itu semuanya enak, nikmat dan memuaskan. Plattingnya juga semuanya cantik-cantik dan menggoda. Entah denh gimana, yang jelas saya udah keabisan diksi untuk mendeskripsikannya.  Nggak heranlah ya kalau menu besutan chef di sini emang juara. Chef Agung emang udah jago banget dan sangat berpegalaman memasak di hotel dan resto. Sebelumnya bahkan Chef Agung pernah memasak makanan ekstrim seperti biawak, ular, hingga buaya di Batam. Segala jenis makanan baik lokal maupun westernfood maupun Chinese Food udah khatam semua di tangan chef ini.

“Jadi chef kuncinya ada dua, jiwa yang senang dan gila!” katanya.

Bersama Chef Agung (Foto: Yopie Pangkey)

Gila? Iya, gila kerja, gila inovasi dan selalu tak terduga. Saya manggut-manggut aja mendengarkan cerita Chef Agung yang penuh inspirasi yang bisa jadi satu blogpost sendiri. LOL.

Banyak banget makanan kami siang itu. Beruntung nggak bulimia. LOL. Hayulah kapan lagi pesta-pesta di sini. Banyak banget promonya mulai dari promo couple Rp. 99.000, promo es krim cuma dengan posting foto makanannya, promo ulang tahun dan segala macamnya lagi semuanya ada. Mau kopi yang chibi-chibian sampe wine juga ada. Mau menu lokal, chinese, western, indo semuanya juga ada. Mau yang murahan sampe yang mahalan lengkap. Pavilion Resto and Cafe emang ada untuk semua kalangan. Nggak peduli yang suka ngeceng doang sampe yang niat makan beneran. Dari anak muda sampe lansia semuanya diterima di sini. Yang penting bayar. LOL.

Foto bareng Mas Aris, Manajer Pavilion Resto and Cafe (foto: Yopie Pangkey)

 Pavilion Resto and Cafe
Jl Ahmad Dahlan 70 Bandar Lampung
Senin – Jumat 10.00 – 23.00 WIB
Hari libur 10.00- 01.00 WIB

Hiburan: Life Music Rabu dan sabtu malam; Minggu siang
Fasilitas: Wifi, toilet, mushala

14 comments:

  1. Wah bikin ngiler semua nih makanannya.. Pengen caramel queen nya

    ReplyDelete
  2. Reviewnya ketjeeh n kereen. Btw, itu yang bulu disebut2 juga. Cinta produk lokal,ya, Siist... 😊

    ReplyDelete
  3. Typo. Bukan bulu, tapi bule 😂😂

    ReplyDelete
  4. Lain waktu mau ke Pavilion lagi, cobain cake-nya sambil ngopi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ajakin geh om, banyak menu yang harus dicobain 😂

      Delete
  5. Waaaahh... Moga smakin banyak kesempatan spt ini untuk TapisBlogger ��

    ReplyDelete
  6. Seperti harapan saya, baca tulisannya mbak rinda ini pasti renyah banget, bahasa bertuturnya apik dan informasinya lengkap banget, jadi pengen juga nih nyobain pavilion cafe.. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas, besok2 makanya reschedule acara kantornya aja kalo ujug2 nggak jadi. Kan PHP 😬

      Delete
  7. Jadi kepingin Tenderloin Steaknya ... wkwkwk
    salam kenal mbak

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<