Thursday, June 1, 2017

Tentang Memilih Metode Kontrasepsi

Foto: bundaasyraf.com


Ini sesungguhnya merupakan postingan yang entah-apa-banget karena ‘lha wong nikah aja belum kok ngomongin KB’. LOL. Jugde me deh, saya kan emang anaknya #wellplanned yakaleee.


Saya tergelitik untuk menulis ini karena adanya postingan viral beberapa waktu lalu tentang IUD ibu yang jadi mainan si anak. Ada yang bilang itu hoax, ada yang bilang itu fakta. Ya, whatever sih karena bukan itu poin saya. Saya Cuma butuh meyakinkan diri aja jalan apa yan bakal saya tempuh, well may be baru akan saya mulai tempuh bertahun-tahun ke depan. Tapi nggak ada salahnya kan dicari tau dari sekarang? Bicara kontrasepsi bukan lagi sesuatu yang tabu, tapi ilmu pengetahuan yang harus dicari tau.

Mundur ke belakang lagi, sempat ada kehebohan bahwa KB itu haram hukumnya. Ya walaupun telah diluruskan bahwa selama niatnya adalah untuk mencegah kehamilan, bukan untuk berhenti hamil sih katanya nggak masalah. Daripada nanti kebobolan terus tapi nggak bisa merawat anak dengan baik dan layak kan justru lebih memprihatinkan. So, saya ada di tim KB, meski entah gimana caranya.

Setelah saya cari tau, alat kontrasepsi atau kalau saya mengartikannya secara harfiah adalah alat yang mencegah pembuahan ada untuk laki-laki dan perempuan. Syarat untuk memilih alat kontasepsi mana yang akan dipilih ya berarti kita harus kenal dulu dengan diri sendiri. Pasalnya nggak sedikit cerita seram yang saya dengan dari orang-orang sekitar. Kebanyakan sih karena memang mereka nggak kontrol rutin, atau kuran diberikan edukasi oleh petugas KB-nya.

Baru-baru ini, Ibu dari teman kerja saya diketahui menderita kanker karena spiral yang ditanam di rahimnya. Ada juga ibu-ibu yang bantu saya nyuci nyetrika pakai spiral selama tujuh tahun aman sentosa. Jadi ya memang urusan KB ini harus benar-benar melibatkan banyak pihak. Bukan sekedar pasangan.

Alat kontrasepsi yang paling akrab dalam kehidupan saya adalah pil KB. Bertahun-tahun setelah saya kenal dengan pil KB ini saya baru tahu ternyata pil KB ada dua macam, yaitu kombinasi dan progesteron. Saya pikir ibu saya dulu memakai pil KB yang kombinasi karena efeknya ibu saya jadi terserang hipertensi dan kegemukan. Nyatanya ibu saya masih kebobolan juga hehe karena lupa minum pil KB-nya mungkin. LOL.

Ternyata ada juga alat kontrasepsi yang bentuknya seperti koyo atau patch. Jadi setiap koyo itu ditempel di tubuh, hormon reproduksi akan terlepas. Canggih ya Cuma dengan nempel koyo doang. Ada lagi alat kontrasepsi berbentuk cincin yang dipasang di vagina. Alat ini dipakai sewaktu nggak menstruasi, jadi setiap bulan harus diganti.

Nah ketiga alat kontrasepsi tadi kan jenis hormonal yang mengotak-atik kerja hormon dalam tubuh. Selain itu ada juga KB suntik yang bertahan selama tiga bulan yang juga sangat populer. Ada juga alat kontrasepsi yang nggak mengganggu kerja hormon. Ada yang ditanam di rahim, ada juga yang steril.


Kedengarannya serem ya kalau bicara tentang memasukkan sesuatu alat ke dalam tubuh?


Berbeda dengan saya, Mak Noni justru memilih alat kontrasepsi IUD atau spiral. Dia enggan memakai KB hormonal karena dia pernah punya pengalaman terserang FAM. Suatu penyakit di payudara. Jadi dia takut kalau pakai KB hormon akan mengganggu kerja hormon di tubuhnya.Mak Noni menceritakan semuanya di blognya: nonirosliyani.com.

Mak Noni saat ini baru punya anak satu. Namanya Luna. Setelah Luna berusia enam bulan, Mak Noni memutuskan untuk mengikuti program KB IUD ini.

Sama seperti kebanyakan perempuan lainnya, Mak Noni juga pasti mengalami ketakutan. Awalnya dia takut dengan alatnya, tapi dia memilih untuk nggak liat alatnya sama sekali. Jadi dia udah bolak-balik papsmear dan kontrol KB tapi nggak pernah liat alatnya. Kalo saya sih pasti penasaran. LOL.

Ketakutan kedua adalah sagat manusiawi. Takut sakit. Yang namanya badan dioprek-oprek ya pasti ada rasa. Tapi katanya bukan sakit, tapi linu dan nggak tergambarkan dengan kata-kata. Nyatanya semua aktivitas Mak Noni tetap lancar jaya kok setelah dipasang IUD.

Yang ketiga adalah soal ketakutan kacaunya jadwal menstruasi. Kalau saya sih ini udah stress banget pasti. Apalagi saya kalau mens suka sakit banget. Dan gejala mau mensnya udah ada sejak seminggu sebelum hari H. Jadi kacau balau deh. Kalau kata Mak Noni setelah dia memasang IUD, mensnya tetap lancar aja sampai sekarang.

Kalau saya simpulkan dari cerita Mak Noni sih apapun alat kontrasepsinya ya yang penting kita rajin kontrol ke bidan atau dokternya. Segala keluhan disampaikan tanpa tedeng aling-aling untuk mencegah hal buruk terjadi. Yang namanya memasang benda asing dalam tubuh kan pastinya akan berdampak pada tubuh kita.

Sekitar sebulan lalu, saya mendapatkan pengetahuan KB di kampus secara nggak resmi. Waktu itu kami diberikan sosialisasi jabatan fungsional dari pihak DIKTI. Jadi selingannya malah belajar kontrasepsi. Lumayanlah jadi tau dan nyatanya nggak ada malu-malu meski itu di kelas besar dan dihadiri oleh puluhan dosen muda baik yang udah nikah atau pun belum. Kita kan bisa memetik pelajaran darimana aja.

Kalau kata si bapak, intinya mah ada KB yang nggak berdampak langsung bagi tubuh. Bukan KB hormonal, bukan juga memasukkan benda asing ke dalam tubuh apalagi harus sampai vasektomi dan tubektomi. Dan sepertinya cara inilah yang saya pilih untuk saya tempuh. Ya, paling enggak sampai saat ini saya tetap memilih untuk kelak melakukan perhitungan kalender menstruasi karena memang jadwal saya cukup rutin. Meleset paling sehari dua hari. Yang kedua adalah koitus interuptus.

Hehe... ada cerita unik sewaktu bapak ini menjelaskan tentang koitus interuptus yang ternyata kalau diartikan ke bahasa gaul artinya jadi sedikit menjijikan. Intinya, memutus proses koitus agar tidak terjadi di dalam rahim. Metode ketiga adalah dengan menggunakan kondom. So, far meski pun kata orang tetap bisa kebobolan ya nggak ada salahnya kan mencoba. Katanya juga reaksinya beda-beda dalam tubuh. Bahkan ada yang sampe memengaruhi psikologis. Ya, lebih baik emang konsultasi ke ahlinya deh.

Manusia Cuma bisa berusaha, kalau emang kebobolan kan berarti itulah takdir terbaik dari Tuhan. Nggak ada skenario Tuhan yang nggak indah. Konon katanya begitu. Ada orang yang pengin banget steril sampe pengin ngangkat rahim biar nggak bisa hamil. Bisa karena emang males, bisa juga karena emang takut nggak mampu mengurus anak. Bahkan ada juga yang berusaha mati-matian untuk bisa punya anak. Yakan dunia sawang sinawang. Nggak bisa disamain satu sama lain.

Sekarang sih saya bisa koar-koar gini, tapi prakteknya nanti ya biar gimana nanti aja. Semuanya kan perlu didiskusikan, bukan saya seorang aja yang  bisa membuat keputusan.

33 comments:

  1. Aku paling enggak pernah mikirin yang namanya alat kb. Wong tanpa kb aja masih belum berhasil hamil. Tapi iya, mengganggu hormon itu paling ga nyaman. Pengalaman bertahun-tahun konsumsi obat hormon itu rasanya pengaruh ke kepribadian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga rejekinya ya mbak segera diberi amanah sama tuhan. Apapun yg terbaik utk mbak dian dan keluarga 🤗🤗

      Delete
  2. emang agak-agak serem yah apalagi KB yang masukin alat2 ke dalam kemaluan kaya IUD itu hehe, kalo aku justru malah sebaliknya lagi menanti-nanti banget buah hati nih mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak ngeri aku ngebayanginnga. Mbak yesi, semangat yaaa! Semoga djberi amanah di waktu yg tepat dan terbaik

      Delete
  3. Kalo bicara masalah alat kontrasepsi, sepertinya lebih banyak yang diperuntukan untuk wanita. Jadi saya sebagai laki-laki tulen yang belum menikah tak perlu memikirkan alat-alat tersebut hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada loh yg buat laki-laki juga. Dan laki-laki kan berperan juga dlm pengambilan keputusan nantinya sekaligus paham segala resiko dan manfaatnya

      Delete
  4. Ngggg soal kb, saya taunya cuma pake pil kb dan pake iud doang. Eh spiral termasuk juga gak ya?

    Haha soal pembahasan seperti ini, saya belum. Terlalu paham 😂😂😂🔨

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama. Makanya saya juga pengin nuh dengar 'suara-suara' lain hihi

      Delete
  5. KB itu memang gak bisa disamakan. Gak semua orang cocok dengan KB jenis tertentu.Ada yang cocok dengan KB hormonal,ada juga yang cocoknya dengan IUD.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul. Katanya gitu. Berdasarkan kondisi tubuh dan psikologis juga yaaa

      Delete
  6. Naah....teh Noe uda jelasiin di atas.
    Tapi aku juga di #timKB kok, Rindu.

    Secara anak pertama dan kedua ku dekeet banget jaraknya.
    2 tahun.

    Jadi agak waswas kalo KB nya kalender atau kondom.

    Memilih ber-KB dan jenisnya apa memang gak bisa ditentukan kita sendiri. Ada suami dan pasti konsultasikan dengan dokter kandungan.

    Sekian wejangan dari emakemak #timKB ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeaayyyy. Mohon wejangan lebih lanjut nanti yaaaa 😘😘

      Delete
  7. aku baca ceritanya aja rasanya serem gituh kalau pake acara ada benda yang dimasukkan ke dalam tubuh. belum nikah, belum mikirin juga ntar bakal KB apaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sih mikirin. Mikir banget soalnya buat nikin planning sampai ke planning study juga haha

      Delete
  8. Saya taunya alat kontrasepsi ya cuma kondoam doank mba. Kalau pil KB atau pasang spiral itu saya anggapnya sebagai metode pencegahan hamil haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah bukannya kondom juga iya? 😂

      Delete
  9. Sebelum baca info ini aja aku udah meringis ketakutan sendri mbak. Temen2 kerja yang mayoritas ibu-ibu, di sini sering sharing ginian. jadi jiper besok klo nikah pas gimanaa? huhuuu
    Tapi terima kasih buat infonya ini ya mbakk hhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di tempat kerjaku jarang yg sharing beginian. Mungkin masih dianggap tabu

      Delete
  10. Kalau alat kontrapsesi gini pengen KB alamiah aja, tapi emang terbagus IUD asal seperti Mbak Noni bukang rajin periksa aja di Dokter :)

    ReplyDelete
  11. Belum begitu ngerti sih ama alat begituan tapi informasi yang berguna banget nih buat calon istri saya nantinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yihaaaa selamat beemusyawarahmufakat yaaaa

      Delete
  12. Kalau aku gak asing sih dg bahasan kb krn dulu di biologi memang dikasih tahu. Cuma bagaimana alat2nya, tahunya pil doang. Sampai suatu hari, aku lihat kondom dan pengen ketawa. Mana byk rasa pula, wkwkwk #duh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak rasa??? Oohhh iya iyaaa katanya ada yg vanilla jugaaaa

      Delete
  13. Kb yg bagus itu yg gak ganggu kinerja haid. Bagaimana pun hrs ada darah haid yg kluar biar badan sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Noted. Yg penting nggsk ganggu hormon yak

      Delete
  14. Hai Rindaa.. Makasih reviewnya. Hihihi.. Gimana, tertarik jadi #TimKB? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tertarik dooongggg. Tapi buat metodenya masih mikir2. Ntarlah diskusi duluk. LOL

      Delete
  15. Hihhihi kalau aku mengartikan kb itu keluarga besar. Entah mengapa maaf kalau beda pendapat. Kalau keluarga kami sendiri enggak setuju dgn kb kb an bener bener mengusung banyak anak banyak rezeki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa... Di keluarga dr ibu adl keluargs besar. Kalo keluarga bapak adl keluarga kecil. Semuanys nggak KB tapi rejekinya masing2 hihi

      Delete
  16. Wah, postingannya kece, nih! Aku yang udah beranak dua dengan jarak dekat aja baru kepikiran mau pake KB IUD tadi pas ngobrol ma dokter obgynnya anak-anak hihihi. Btw, apapun pilihan pasti ada konsekuensi. Kita pake KB juga tak lain tak bukan untuk kebaikan. Kalo aku pribadi pengen pake KB karena ingin mengatur jarak kehamilan, bukan membatasi kehamilan. Toh kalo membatasi kehamilan, kenapa ga sekalian 'steril' saja, kan? Tapi sampe sekarang masih maju mundur mau pakai KB karena merasa biar mengalir gitu aja, hehehe.

    Persiapan ilmu tentang KBnya udah TOP, mbak. Tinggal nunggu sang pangeran menjemput saja, dan bicarakan lagi berdua soal pilihan ini. Semoga dikaruniai pasangan dan anak yang sholeh/ah yaa.

    ReplyDelete
  17. Kalau saya dulu merasa kalau pake KB tuh piece of cake banget alias gampang Lah ya gak usah ribet. Tahunya pas ngalamin galau sendiri. Untungnya punya dokter yang komunikatif dan akhirnya pake IUD so far puas banget sama KB ini karena enggak ribet. Saya pake IUD karena saya belum bisa hamil dulu soalnya berisiko tinggi.

    ReplyDelete
  18. Aduh. Maaf. Aku ngga punya pengalaman sekalintwntang ini. Yang penting tetap sehat aja. Mau pake yang mana aja oke lah ya

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<