Friday, September 29, 2017

Hotel Grand Zuri BSD: Staycation (Bagian 1)




Saya dan HB mendadak pergi ke  Tangerang di pertengahan bulan lalu. Bukan dalam rangka honeymoon sih, tapi ya bebas aja kalau orang-orang mau bilang begitu. LOL. Awalnya saya lupa kalau kami sudah melakukan reservasi di hotel Grand Zuri BSD, Tangerang untuk pertengahan Agustus. Seketika itu juga, pas saya dan HB ingat kami langsung aja menyeberang ke Tangerang dari Lampung. Kebetulan HB memang mau belanja dan ada keperluan untuk bertemu dengan klien di sana.

Karena kami pikir Tangerang hanyalah selangkahan kaki dari Bandar Lampung, maka kami nggak mempersiapkan apa-apa. Kami berangkat dari rumah sekitar jam sepuluh malam. Ngeteng, sodara-sodara. Ada yang nggak tau arti kata ngeteng? Jalan putus-putus gitu menumpang angkutan umum.

Sampai di Tangerang, kami nyari-nyari sarapan. Sebenarnya HB nggak terlalu asing dengan Tangerang apalagi BSD karena sewaktu kerja dulu doi sering banget pergi ke BSD.

Setelah sarapan dan ketemu klien sampai sekitar dzuhur, kami langsung menuju ke hotel. Ternyata kami bisa early check in sesuai pesanan saya. Aslinya di Grand Zuri BSD check inya jam dua siang.

Kami dapat kamar di lantai enam. Kamar 610. Saya pikir saya bakal dapat kamar dengan city view yang menawan. Karena yaaa... di lantai enam gitu loh. Tapi ternyata kenyataannya nggak begitu. Karena okupansi kamarnya lagi tinggi, jadi ya kami nerima aja deh. Toh saya juga masih bisa eksplorasi fasilitas di Hotel Grand Zuri BSD ini yang ternyata lengkap banget. Cek videonya di sini, dooong.


Saya memulai segalanya dengan room tour dimana kamar kami ini ternyata pas banget ukurannya. Kebetulan saya kurang suka dengan kamar yang terlalu luas. Berasa mubazir aja gitu. LOL. Kamar kami dilengkapi dengan tivi yang lumayan besar dengan channel beragam dan kulkas yang lengkap dengan isinya. Kamar mandinya juga ternyata besar dan ada hair dryernya. Penyelamat banget hair dryer ini!



Amazingnya, di atas kasur ada dua angsa yang lagi memadu kasih. Duh, jadi nggak tega mau mengganggu mereka. Keren ya penyambutan tamu yang dilakukan pihak manajemen Hotel Grand Zuri BSD ini?! Udah tau tamunya couple dan newblie jadi dibuatin yang unyu-unyu. Haha.

HB nampak udah capek dan ngantuk banget karena sewaktu di perjalanan dia benar-benar nggak tidur. Saya aja yang tidur karena mabok dan lemes banget di jalan. Jadilah dia jagain saya. Tanpa berpikir panjang lagi ya udah da langsung mendengkur deh.

Karena merasa jadi istri yang terabaikan sejenak, saya langsung cari kesempatan untuk hotel tour. Yes, sendirian. Saya menuju ke lantai tiga dimana fasilitas umumnya ada di sana.

Keluar dari lift, saya disambut oleh pintu kaca yang langsung mengarah ke kolam renang outdoor. Kolam renang ini terbagi dua. Buat dewasa dan anak-anak. Di samping kolam renang ada sebuah ruangan yang ternyata adalah ruang fitnes. Kalau mau lari-lari kecil dari kenyataan bisalah di sini. Sejenak melupakan kepenatan sambil berkeringat dengan mata memandang ke arah kolam renang.


Di sebelah ruang fitnes ada ruang sauna yang terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Karena berada di satu lokasi dengan ruang fitnes, jadi pas banget tuh kalau abis lari-lari dari kenyataan atau berenang-renang memanjakan badan dulu sambil detoksifikasi deh.

Saya mengeksplorasi lebih jauh fasilitas umum  di lantai tiga ini. Ada terrace cafe yang jadi satu dengan playground. Saya simpulkan dari sini kalau Hotel Grand Zuri BSD ini adalah hitel yang ramah anak karena udah mah ada playground, ada mainan-mainan untuk di air juga.



Setelah agak sore saya kembali lagi ke kamar. Ternyata HB udah bangun dan langsung deh saya ajakin untuk mneikmati afternoon tea di lounge. Lounge ini terletak di lantai dua. Konsepnya adalah bar dan ada live musicnya. Cuma waktu saya kesana live musicnya belum mulai.

Di sana saya ketemu dengan manajer dari Hotel Grand Zuri BSD yang ternyata sebelumnya merupakan manajer di Hotel Novotel Bandar Lampung. Wah, kami jadi bisa cerita banyak karena ternyata beliau kenal dengan teman SMA saya dan sudah banyak mengeksplorasi Lampung. Beliau inilah yang melahirkan menu minuman kemerdekaan. Haha. Minuman ini sebenarnya adalah campuran dari buah naga, susu, dan soda. Warnanya seperti mewakili perayaan hari kemerdekaan aja. 



Sementara HB dikasih kopi wamena yang memang spesial dari lounge Hotel Grand Zuri BSD ini. Sebagai pelengkapnya, kami berkesempatan mencicip kroket kentang yang teksturnya lembut banget dan rasanya guriiihhhh mantap dan dalamnya agak lumer gitu sementara di luarnya krispi.

Malam harinya adalah yang paling spesial karena pihak hotel Grand Zuri BSD sudah menyiapkan romantic dinner di terrace. Yeay. Seru sih, seru. Soalnya saya nggak pernah diromantisin macam gini sama HB. Haha. Tapi untuk cerita-ceritanya nanti lanjut aja di postingan selanjutnya yaaaa.

Selama menginap di hotel berbintang empat ini saya ngerasa diburu-buru banget. Apalagi kalau bukan soal kerjaan. Huhu. Pengin banget bisa escape sejenak dari dunia deadline endebrew endebrew. Tapi yaaa gimana.

Akhirnya keesokan harinya kami memutuskan untuk mantap pulang. Sebelumnya kami menikmati sarapan dengan backsound musik lagu-lagu nasional yang kayak membangkitkan nasionalisme gitu. Pokoknya suasana independence day di sana kerasa banget deh. Mulai dari musik sampai propoerti berupa sepeda ontel, naskah proklamasi sampai ke minumannya juga.



Ada yang saya suka banget dari menu sarapan di Hotel Grand Zuri BSD ini. BROKOLI! Hohoho. Pengalaman menginap di Hotel Grand Zuri BSD ini emang membawa banyak keajaiban. Sayangnya saya lupa mau minta resep sama diajarin masaknya. Asli brokolinya enak, nggak langu dan kematangannya pas. Glek. Rasanya masih ada sampai sekarang nih.

Seperti di kebanyakan hotel sekelasnya, di Grand Zuri BSD ini menyediakan menu sarapan buffet yang beragam banget. Mulai dari yang tradisional seperti nasi campur, aneka pastry and bread, serealia, sampai yang default kayak nasi goreng dan omelet. Ohya, di sini ada pergiliran menu makanan kudapannya ada wafel sampai kue cubit. Sayangnya waktu saya kesana adanya wafel, bukan kue cubit. Huhu.

Kue cubit is lyfe.

Ohya, setelah sarapan kami bermaksud untuk muter-muter BSD ala-ala hestek couple goals gitu. Berdua aja sambil naik sepeda tandom. Tapi ternyata gagal. Itu sedelnya naik turun dan pedalnya berat banget digoes sementara stangnya kelok-kelok. Shortly saya nyerah. Tapi kalau kata HB sepedanya biasa aja, yang berat adalah tandomnya. Jahat.



Abis itu kami lagi-lagi istirahat sambil muter lagu-lagu di tivi. Leha-leha sebentar kayak bos jaman now. Nggak tau kenapa deh, tapi mungkin juga pertanda badan mulai ringkih. Baru jalan ngeteng dari Lampung ke Tangerang aja udah keok begini jadi kurang menikmati liburan. Padahal tiga tahun lalu saya masih bisa bolak-balik Lampung-Bandung-Jogja-repeat tiap dua bulan ya ngeteng juga. Kini kulemah. Kalian punya tips enggak sih biar aku setrong menjalani hidup untuk bisa jalan-jalan dan menikmati pemandangan?

Oh iyaaaa... saya masih punya sebongkah cerita lagi tentang romantic dinner di Hotel Gran Zuri BSD. Tunggu yaaaa....

2 comments:

  1. Kamar 610 itu yang viewnya water park bukan? Kayaknya waktu saya menginap di Grand Zuri menginap di kamar yang sama juga :D

    ReplyDelete
  2. Duh so swiitnya mbak..
    Belum pernah menginap di Grand Zuri BSD, tapi, baca2 artikel temen2 blogger yg pernah stay di sana, tempatnya oke banget yah mbakk
    KApaan bisa kesana, hhee

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<