Sunday, October 1, 2017

Kanker Serviks Ternyata Bisa Dicegah, Loh



Foto: Prodia


Masih banyak orang yang belum paham tentang pentingnya deteksi Kesehatan Pranikah dan setelah menikah. Hal ini seperti yang pernah saya ceritakan di blogpost saya pada Tahun 2015 yang membeberkan biaya-biaya pernikahan sampai alasan kenapa saya tidak lekas buru-buru menikah. Pada akhirnya blogpost tersebut mengundang pro dan kontra.

 Baca juga: Nikah? Yay or Nay?
Pernahkah kamu berpikir bakal gimana hidupmu bertahun-tahun kedepan? Gimana kondisi kesehatanmu dan pasangan? Keturunan?


Gaya hidup anak muda jaman now cenderung hedonis, banyak duduk, pola makan buruk, kalau pun ingat makan yang di konsumsi junk food. Belum lagi paparan udara yang semakin jahat. Risiko dihinggapi penyakit meningkat seiring dengan konsumsi makanan cepat saji, soft drink, berpengawet, dan digoreng dengan minyak yang udah hitam legam. Apalagi bebek goreng di pinggir jalan berteman kol goreng yang udah berasa lyfe banget pastinya. Sering makan gituan juga? makanya kita nggak boleh enggak aware lagi dengan yang namanya kesehatan.

Kita tahulah bahwa setiap orang menginginkan kebahagiaan di hidupnya. Kebahagiaan juga ditentukan oleh kesehatan masing-masing. So, thats why saya sangat menyarankan pentingnya melakukan deteksi kesehatan dini.

Kenapa harus?

kankerservik.com
Satu alasan yang pengin saya tekankan di sini adalah tentang kanker serviks. Penyakit ini menjadi makin tenar setelah kematian artis Julia Peres beberapa bulan lalu. Seperti dikutip dari tempo.com, lebih dari 92.000 kasus kematian terjadi pada wanita di Indonesia pada tahun 2014 akibat kanker. Sebesar 10,3 persen merupakan jumlah kematian yang disebabkan kanker serviks. Dan faktanya jumlah penderita kanker di Indonesia mencapai posisi peringkat kedua terbanyak di dunia. 

Mengerikan!

Kanker serviks atau kanker leher rahim ini disebabkan oleh infeksi Human Papiloma Virus atau tenarnya HPV. Kanker muncul ketika dalam kondisi sel pada serviks tidak terkendali. Penderita kanker serviks ini punya prediksi harapan hidup atau survival rate yang berbeda-beda. Banyak faktor yang menentukan, diantaranya stadium, usia, kesehatan secara keseluruhan, dan pengobatan yang dilakukan.

Bagaimana Gejalanya?


Dari hasil baca-baca dan pengamatan kepada beberapa teman yang menderita, pada stadium awal biasanya memang belum timbul gejala. Palingan kita perlu waspada kalau timbul keputihan yang lain daripada biasanya. Pada tahap yang lebih tinggi baru akan muncul
§  Perdarahan sesudah senggama
§  Perdarahan di luar siklus haid
§  Perdarahan sesudah menopause
§  Nyeri daerah panggul

Fortunatelly, kanker serviks ini merupakan kanker yang bisa dicegah kalau ketahuan sejak awal. Tubuh kita semacam otomatis bisa mengatasi sekitar 70% inveksi. Tapi kalau virusnya terlalu banyak ya tubuh kualahan juga sih.


What to do?

So, apa sih yang harus dilakukan sebagai tindakan preventif? Atau setidaknya untuk mengantisipasi bahaya yang lebih jauh kalau sudah terjadi.

tenor.com
1.       Deteksi Visual dengan Asam Asetat (IVA)
IVA merupakan metode screening kanker serviks yang paling sederhana, cepat, dan yang paling penting murah. Metodenya dilakukan dengan melihat serviks secara langsung setelah dioles larutan asam asetat 3-5%. Yang dilihat adalah perubahan warna yang terjadi setelah sepuluh menit. Kalau ada bercak putih kemungkinan ada kelainan pada sel serviks. Metode screening ini memang kurang sensitif dibandingkan dengan metode yang lain.

2.      HPV-DNA dan pap smear
HPV DNA ini merupakan pemeriksaan molekuler menggunakan metoda hybrid capture II tipe risiko tinggi pada bahan pemeriksaan yang diambil dari serviks. Diketahui ada 13 jenis HPV risiko tinggi yang dapat dideteksi. Pemeriksaan HPV-DNA juga dianjurkan bila hasil pemeriksaan Pap Smear tidak jelas atau membingungkan. Jadi hasil dari deteksi dengan metode ini bisa lebih meyakinkan karena konon haasilnya lebih valid daripada pap smear biasa.

Seperti yang saya baca dari website www.prodia.com, saat ini juga sudah tersedia vaksinasi untuk mencegah infeksi HPV risiko tinggi, namun hanya dapat melindungi 2 tipe HPV saja.

prodia.com

3.      Setia dengan satu pasangan
Salah satu penyebab banyaknya virus di dalam tubuh adalah karena sering barganti pasangan sehingga risiko kanker serviks yang lebih tinggi. Kalau wanitanya setia tapi laki-lakinya sering jajan di luar ya sama aja bohong. So, komitmen terhadap pasangan ini juga penting banget.

4.      Berhubungan seksual pada waktu yang tepat
Orang akan lebih berisiko terserang kanker serviks jika berhubungan seksual lebih dini. Resikonya bisa sampai tiga kali lipat kalau satu pasangan berhubungan seksual sebelum berusia 20 tahun. Risiko ini akan meningkat hingga sepuluh kali lipat jika seseorang mempunyai tiga pasangan atau lebih. 

5.      Gunakan kondom dan diafragma
Bukan sekedar berperan sebagai alat kontrasepsi, kondom dan diafragma juga dapat melindungi serviks saat berhubungan seks. Perlindungan yang dimaksud adalah perlindungan dari sejumlah bahan yang dapat menimbulkan iritasi, termasuk ikut menempelnya virus HPV.

6.      Stop smoking!
Semua juga tau kalau merokok lebih banyak mudharatnya. Manfaatnya hanya diterima oleh pembuat dan penjualnya. Sorry to say. Bahan-bahan kimia dari rokok akan terkonsentrasi di dalam cairan leher rahim. Kondisi ini akan mengakibatkan turunnya kemampuan perlindungan dari infeksi. 

7.      Jaga pola makan dan pola hidup yang sehat
Yang paling penting sih gimana cara kita untuk terus berperilaku hidup sehat. Ini dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi dan sehat dalam jumlah seimbang. Yang sering diabaikan adalah membersihkan organ kewanitaan dan mengelapnya sampai kering dan jangan lupa mengganti pakaian dalam. Duh parah banget kalau malas ganti pakaian dalam deh gimana jodoh mau deket. Ups.

prodia.com

Kapan pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan?

Nggak ada ketentuan pasti kapan kita harus memeriksakan kesehatan secara dini. Yang pasti kalau pap smear sebaiknya dilakukan sekitar 5 hari setelah haid, atau 10-20 hari setelah hari pertama haid. Nggak ada kata terlambat sih kalau belum pernah pap smear. At least 3 tahun setelah berhubungan seks pertama kali dan kalau udah berusia lebih dari 30 tahun paling enggak pap smear rutin dilakukan setahun sekali.Ada juga program pap smear gratis bagi peserta BPJS di beberapa klinik Prodia. Selengkapnya ada di sini.

Sementara, hal yang nggak kalah penting adalah premarital check up yang sebaiknya dilakukan enam bulan sebelum menikah. Harapannya masih ada waktu untuk konseling dan mencari solusi untuk penyakit yang ditemukan. Kabar gembiranya, kamu bisa dapat diskon 15% untuk premarital check up selama Oktober 2017. Info lengkapnya langsung aja cus ke www.prodia.co.id.

Kalau kamu di Jakarta dan kamu perempuan, kamu bisa datang ke Prodia Women' s Health Center (PWHC) berbasis Women-Wellness yang pertama di Indonesia yang berada di Wolter Monginsidim, Jakarta Selatan.

3 comments:

  1. Terima kasih telah berbagi informasi seputar kanker serviks

    ReplyDelete
  2. Peenah kepikiran pengen premarital check up tapi kemudian mas boz bilang...kalau ternyata ada penyakit dan kita jadi ragu, gimana? Hihi... Bismillah...liat 'sejarah hidup' inshaAllah sehat semua.
    Beruntung ada prodia yg udah lengkap tesnya yah...bagi yg di jkt beruntung bgt tuh karena ada PWHC juga

    ReplyDelete
  3. lebih baik mencegah daripada mengobati ya mba

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<