Tuesday, October 24, 2017

Beauty Treatment di Sumia Aesthetic Clinic Lampung

Selfie dulu baru treatment

Pameo "beauty is pain" nggak berlaku buat saya. Ya jadi wajar aja kalau  saya gini-gini aja. LOL. Judge me!


Maksudnya gini, saya emang enggan melakukan perawatan yang memungkinkan saya untuk merasakan sakit atau efek buruk yang belebihan atau berkepanjangan. Misalnya, saya nggak mau melakukan setrika perut, betis dan lain-lain sekali pun itu memang saya perlukan.

Setelah konsultasi berminggu-minggu dengan dokter dan terapis di Sumia Aesthetic Clinic, saya putuskan bahwa saya nggak mau coba treatment yang aneh-aneh menurut saya. Sekali pun saya perlu. Itulah gunanya ada dokter di klinik kecantikan, kan? Terapis di Sumia juga menceritakan secara gamblang banget seperti apa prosesnya dan bakal gimana efek dari treatment ketika proses dan pascanya. Ah, thanks banget Sumia yang telah membuka pikiranku sekaligus meyakinkan bahwa beauty is not about pain. So, enjoy the moment. Beauty treatment is fun, so much fun.

Akhirnya saya melakukan treatment mesoglow, totok wajah, dan body peeling.
Jadi mesoglow ini adalah treatment untuk wajah yang bermasalah dengan flek hitam dan bisa bikin wajah jadi glowing. Ah, masa? Entahlah. LOL. Wajah saya memang sudah mulai banyak flek hitamnya karena malas pakai sunblock. Abisnya sunblock suka bikin wajah jadi berminyak terus jadi gelap malahan. Ini problem saya banget.

Saya pernah melakukan treatment meso sebelumnya. Sama aja sih prosesnya seperti facial biasa. Bedanya cuma kalau meso ini ditambahkan serum dengan semacam alat yang memanfaatkan gelombang dan frekuensi. Sewaktu diambil komedonya, saya nggak tahan. So saya minta ke terapisnya untuk pakai alat daripada pakai sumpit (?). Karena bagi saya beauty is not about pain but fun yakan?!

Rileks


Sebelum dimeso, saya terlebih dahulu di totok selama dua puluh menit. Entahlah saya senang banget ditotok wajah karena selain saya senang disentuh, saya juga merasa rileks banget dengan treatment totok wajah itu. Jadi ya semacam keharusan bahwa kalau ke klinik kecantikan atau refleksi ya harus ditotok. Meski pun nggak kencang mijatnya, ditotok itu bikin rileks banget.

Treatment totok wajah dan mesoglow ini memakan waktu hampir dua jam sendiri. Setelah facial saya penasaran pengin nyobain body peeling. Awalnya saya ragu karena konon kalau dipeeling itu artinya kulit bakal ngelopek selama beberapa hari. Tapi ngelopeknya halus jadi nggak kelihatan. So, saya putuskan untuk nyobain body peeling karena tangan saya budug banget. Warnanya juga gelap, jadi suka malu kalau disandingkan sama tangannya HB yang sekarang mulai bersih karena dia jarang pergi kemana-mana.

 Prosesnya cuma tangannya di-scrub terus diolesin semacam cairan body peeling yang rasanya srenut-srenut gatal gitu. Huwaaaa... Pengin garuk-garuk sambil guling-guling rasanya. Kemudian sama terapisnya dibilas pakai akuabides dan taraaaaaa... Rasa gatal-gatalnya hilang seketika.

Saya pikir di-peeling berarti discrub sampai keluar dakinya. Ternyata enggak. Ternyata gitu doang dan tunggu aja reaksinya beberapa hari kemudian. Huhu. Parahnya si mbak terapisnya baru bilang kalau pengelupasan kulit di badan beda dengan di wajah. Pengelupasannya katanya sampai kayak kulut salak bergantung kondisi kulit juga. Huhu... Dan saya nggak nanya di awal, si mbaknya juga nggak ngasih tau di awal. Tapi yasudahlah tak mengapa. Yang penting enggak menyakitkan.

Why Sumia?
Beberapa waktu lalu Sumia Aesthetic Clinic sempat mengadakan launching produk baru mereka. IPL. Dalam kesempatan itu mereka juga launching logo yang awalnya pink dan sekarang berubah menjadi hijau. Filosofisnya sih karena Sumia ingin tumbuh dan berkembang sebagai aesthetic clinic, klinik kecantikan, dan skin care. Jadi memang fokusnya Sumia adalah treatment khusus wajah. Meski pun ada juga treatment lainnya, tapi core businessnya adalah pada wajah.


Ruang treatment  untuk penyinaran

Treatment: yang ada di Sumia ada kayak buat jerawat (acne), peremajaan (rejuving), pigmen dan lain-lain.

Sumia Aesthetic Clinic Lampung sudah ada sejak 2011 di depan Rumah Sakit Graha Husada. Pada 2012 mereka pindah ke Plaza Lotus lantai 2 dan awal 2017 pindah ke lantai 1. Mereka buka di Jakarta 2014 dan awal Oktober lalu buka cabang di Jakarta lagi. Lalu Desember nanti bakal buka di Depok. Jadi udah pasti berpengalaman dan nggak perlu ragu lagi sih untuk treatment di Sumia Aesthetic Clinic.

Selain itu, pasien di Sumia Aesthetic Clinik juga mendapat fasilitas konsultasi gratis dengan dr. Anita dan dr. Bella. Mereka juga sudah punya sertifikat aesthetic medic jadi bukan dokter kecantikan abal-abal yaaa.


Ruang tunggu yang nyaman



Untuk produknya, meski pun Sumia Aesthetic Clinik nggak punya apoteker, tapi mereka menjalin kerjasama dengab perusahaan farmasi. Produk mereka semuanya lolos uji dan bersertifikat BPOM. Selain itu produk skin care di Sumia Aesthetic Clinic aman bagi ibu hamil dan menyusui. So, nggak perlu ragu untuk berkonsultasi. Yang penting pasiennya jujur aja sama dokternya jadi ketauan deh produk yang cocok apa.


FYI, Plaza Lotus udah nggak sehoror beberapa tahun belakangan deh. Sekarang udah mulai rame lagi. Selain rame sama yang jualan henpon, ada tempat-tempat makan baru. Ada pizza-nya Indonesia yang apa sih namanya lupa. Ada yang ngehits juga, The Space. Ada juga yang tempatnya cute banget dan mungkin bakal saya ulas kapan, Cito Cafe, yang juga menyediakan sisha. Dan pastinya tempat favorit saya, Relax Reflexology. Inul Vista juga makin rame. Yah, pokoknya Plaza Lotus makin hiduplah. So, nggak bakal garing-garing amat kalau ke sana, dan pastinya nggak cuma ke Sumia Aesthetic Clinic doang sih. Bisa sekalian hang out.


Sumia Aesthetic Clinic

Plaza Lotus Lt. 1
Jl Radin Inten No. 73 Bandar LAmpung
0721 250 818
WA 0813 1726 7300
BBM d29a699
Line dan Instagram @sumialampung

2 comments:

  1. aku kalau di treatment suka jadi ketiduran, heee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak banget yaaaa. Apalagi kalau pas maskeran. Hihi

      Delete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<