Friday, November 3, 2017

Kereta Api: PIlihan Moda Transportasi Tepat, Hemat dan Nyaman Menuju Kota Bumi



Foto: Mery


Perayaan Sumpah Pemuda sekaligus HUT Jaringan Perempuan Padmarini saya isi dengan jalan-jalan. Kali ini saya nggak jalan-jalan sendirian. Nggak juga berduaan sama pacar. Kasian sama yang jomblo bisa baper nanti yakan? Jadi saya jalan ramean bareng teman-teman ke Kota Bumi.


Sebenarnya tujuan utama kami bukan sekedar Kota Bumi, tapi Lampung Utara secara keseluruhan. Kota Bumi adalah Ibukota Kabupaten Lampung Utara. Saya, Mbak Izzah, Mery, Novi dan Novrian memilih naik kereta supaya santai. Saya juga saking kangennya pengin naik kereta lagi. Dulu mah hampir tiap bulan gujes...gujes. 


Terakhir kali saya naik kereta bareng HB dari Bandung ke Gambir di akhir Juli lalu. Di kali kami masih pengantin baru yang lagi norak-noraknya.

Banyak yang belum tau kalau di Lampung ada juga kereta penumpang di samping kereta babaranjang. Eh, malahan ada juga yang belum tau apa itu babaranjang? Itu lhoooo... kereta yang bikin macet jalanan saking panjangnya. Babaranjang adalah kependekan dari kereta batubara rangkaian panjang. Panjangnya bisa sampai satu kilometer. Kebayang kalau doi lewat, antrian di pintu rellnya kayak apa kan?


Nah, kereta penumpang di Lampung ini ada dua jenis. Yang endingnya di Kotabumi, Lampung Utara atau yang ke arah Stasiun Kertapati, Sumatera Selatan. Kalau kereta yang ke Sumsel saya sendiri belum pernah naik. Semoga kelak ada kesempatan deh.
Kereta lokal dari Tanjung Karang ke Kota Bumi ada Kereta Seminung, Rajabasa, Sriwijaya atau Way Umpu. Jadi ini mirip dengan kereta Rancaekek-Cimahi yang  harus beli tiket on the spot dan tanpa nomor kursi. Sama-sama KRD dengan rute yang lebih panjang mencapai 108 kilometer.

Sabtu siang lalu, tertulis di tiket kami keberangkatan pukul 13.30 WIB dengan kereta Way Umpu. Tapi ternyata pas kami menuju kereta, keretanya berjudul Seminung (... dikala dibi, cahyani ... lanjut nyanyi). Dan ternyata kursinya udah pada penuh. Cry.

Saya dapat kursi di gerbong kedua, kawan-kawan lainnya di gerbong pertama. Kami semua nggak ada yang ngumpul. Semuanya berpencar. Yagimana mau ngumpul, dapat kursi juga uyuhan -_____-


Di dalam satu gerbong terdapat dua kursi yang berhadapan yang bisa diisi oleh empat orang. Saya duduk bersama dua orang ibu hamil dan dua anaknya yang sepanjang jalan ada aja obrolan serunya. Seru banget.



Kalau dari dalam kereta di Pulau Jawa penumpang bisa melihat pemandangan gunung, lembah dan hamparan sawah, di dalam kereta penumpang kali ini saya hanya melihat sawah dan rawa. Terkadang ada juga kebun karet, sawit atau singkong. Pemandangannya memang kurang sip. Tapi masih lebih okelah daripada naik mobil dengan pemandangan kemacetan di antara kendaraan transformer. Belum lagi hujan, jadi foto-fotonya kurang sip.

Saya pikir kereta ini penumpangnya sedikit. Nggak taunya sampai pada berdiri-berdiri omaigat. Kami sangat beruntung banget naik dari Stasiun Tanjung Karang meski naiknya di last minute yang dapat kursi juga udah hamdalah. Jadi mungkin karena waktu itu hari sabtu, makan banyak mahasiswa dan para pekerja yang pulang kampung. Kebanyakan mahasiswa naik dari stasiun Labuhan Ratu yang di Jalan Untung Suropati. 

Kereta kami melewati beberapa stasiun, diantaranya Tanjung Karang, Labuhan Ratum Gedung Ratu, Rejo Sari, Branti, Tegineneng, Rengas, Bekri, Haji Pemanggilan, Sulusuban, Blambangan Pagar, Kalibalangan, Candimas dan berakhir di Kota Bumi. Perjalanan ini menempuh rute tersebut selama kurang lebih 3,5 jam. 

Hanya dengan Rp. 10.000 aja saya dan teman-teman sudah bisa menginjakkan kaki di Kotabumi. Rencananya untuk pulang ke kota keesokan harinya kami pengin naik kereta lagi. Tapi ternyata nggak memungkinkan karena jadwal kereta dari dan ke Kota Bumi hanya dua kali dalam sehari. Jadwal kereta Kota Bumi – Tanjung Karang PP sebagai berikut:

Jadwal kereta Tanjung Karang – Kota Bumi
 06.30 WIB – 08.31 WIB
13.30 WIB – 15.48 WIB

Jadwal Kereta Kota Bumi – Tanjung Karang
10.35 WIB  – 13.03 WIB
16.30 WIB  - 19.00 WIB

Entah kenapa saya selalu excited naik kereta. Kereta bagi saya menyimpan romantisme yang mendalam. Dan stasiun bagi saya seperti persinggahan yang sebenarnya enggan untuk saya datangi. Ya ngapin sih Cuma bertemu untuk berpisah, yakan? Eh, tapi itu kan dulu. LOL.

Sampai-sampai para petugas di stasiun kayak terheran-heran. Mungkin di benaknya saya ini ndusun betul dan baru pertama naik kereta. Iya, Pak iya. Saya emang baru pertama naik kereta di Lampung. Haha.



Di dalam kereta saya masih excited dan berharap bakal melihat pemandangan alam yang ajib banget. Yah, ternyata just so so dan hujan pula. Jadi ya, well... untuk travel mate saya kali ini adalah ibu-ibu yang semuanya doyan cerita.

Long story short, saya senang banget bisa punya kesempatan naik kereta di Lampung dan berharapa kelak saya bisa mengulangi pengalaman naik kereta ini dengan lebih asyique. Karena kata ibu-ibu di sebelah saya biasanya keretanya bagus, ada colokan dan ada meja kecilnya juga. Ber-AC pula. Nah, kereta kami kemarin jendelanya bolong ala-ala kereta ekonomi Pasundan jaman Rp. 35.000 sebelum masa kelulusan saya. Haha. Jadi ketika hujan dan jendela harus ditutup ya engap banget.

Foto: Novrian

Happy banget sih bahwa di sini ada moda transportasi kereta idola sepanjang masa. Kereta ini memudahkan konektivitas antarwilayah. Meski pun sekarang ongkosnya masih disubsidi, ya semoga kelak selalu ada di hati para pelanggannya. Semoga pelayanannya juga semakin baik. Semakin banyak orang naik kereta jadi jalanan nggak macet. Semacet-macetnya kereta mah cuma bikin berhenti kendaraan selama beberapa menit di pintu rel doang yakan?

Ada yang pernah naik kereta ini juga? Share dong pengalamannya!

31 comments:

  1. Saya sebenarnya mau komen, "Wih keren, Lampung punya kereta api." Maklum, di Kalimantan belum ada. Tapi karena takut disebut ndeso sekali, jadi saya cuma mau bilang, "Serunya naik kereta antarkota begini,semoga Kalimantan juga cepat punya moda transportasi seperti ini biar konektivitas antarwilayah lancar jaya."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woiya di Kalimantan belum ada gara2 struktur tanahnyakah ya, mbak?

      Delete
  2. Di medan juga ada kereta api.. Dan pemandangannya juga sama. Danbdisini kalu dri stasiun utama dpt tempat duduk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di medan mah kerwn ya, ada kereta dr bandara kan?

      Delete
  3. Aku baru tahu di lamoung ada juga moda transportasi kereta. Terus jadi walaupun udah pesan tiket, tempat duduknya gak bernomor ya? Alias siapa cepat dia dapat? Seperti naik commuter line di Jakarta gitu ya? Tapi harganya cukup ekonomis sih. Kapan-kapan jika berkesempatan ke Lampung jadi ingin coba heheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kurang lebih gitulah.kayak KRD Rancaekek-Padalarang kalau di Bandung

      Delete
  4. kapan lah ya naik kereta api, aku belum pernah naik lho. setiap orang yang naik bilangnya enak, asik, jalannya lurus, cepat, pemandangan biasanya kece badai.

    hhmmmm

    semoga di Bengkulu nanti ada kereta api juga ya, aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sini, ngesot ke Lampung aja kak. Sekalian explore

      Delete
  5. Wuiih,seruuu naik kereta api, baru tahu itu kereta api babaranjang

    ReplyDelete
  6. Dulu pernah ke Lampung tapi pakai mobil, via laut, kayaknya kalau naikkereta api seru juga ya

    ReplyDelete
  7. Baru tahu, di Lampung ada babaranjang. Lucu juga singkatannya hihihi...
    Duuh..maunya senang-senang, naik kereta bareng teman-teman. Tapi ternyata tempat duduknya berpencar ya...malah beda gerbong :(
    Tapi emang beneran, naik kereta itu menyenangkan. Anak saya juga paling suka kalau naik kereta api.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pasti lebih senang krn lbh leluasa. Nggak sumpek

      Delete
  8. wah, di Kota BUmi ada temanku lho mbak. seru banget ya bisa jalan2 ke sana apalagi naik kereta

    ReplyDelete
  9. Melihat ini, entah kenapa aku jadi ingin jika kelak akan ada kereta yang menghibungkan Pulau Sumatera dan Jawa. Pasti akan enak banget. Tapi, ah itu paling hanyalah khayalan belaka. Orang mungkin masih prefer pesawat jika ingin dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jembatan Selat sunda aja mentah lagi nah

      Delete
  10. Di Kalimantan ngga ada Kereta api tapi aku sering banget naek kereta api kalo lagi bepergian. Murah sih dan juga lebih nyaman buat istirahat ketimbang bus. Masalah harga juga jadi pertimbangan. Klo harus prjalanan semalaman aku pilih kereta api biar hemat budget nginep saat traveling

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banget. Aku pun pilih kereta kalau pas jalan santai

      Delete
  11. Oooh hampir kayak KRL yaaa... Hampir doaaang, hahaha

    Btw, aku gak tau lagu ini --> dikala dibi, cahyani
    Lagu jaman kapan sih. Atau akunya aja yang gagal paham 😆

    Lucu ya namanya babaranjang, kayak nama ala ala Sunda gitu 😆😆

    ReplyDelete
  12. saya termasuk orang yang jarang naik kereta, baru terhitung jari satu tangan naik kereta, jadi saya agak beda dengan mbak, yang kereta punya kesan, saya sih masih biasa aja, btw dengan harga 35 ribu itu termasuk murah ga sih jika memperhitungkan jarak dibandingkan dengan harga kereta di Jawa ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 35k itu sebelum disubsidi, sekarang cuma 10k

      Delete
  13. Hihihi... maaf Mbak aku ketawa-ketawa baca tulisan ini. Dari babaranjang hingga travelmate-nya ibu-ibu hamil yang doyan cerita semua :D. Ih tapi asyik ya, justru pengalaman-pengalaman unik bin ngebetein kayak gitu bisa selalu menjadi kenangan :)
    Semoga ke depannya semakin baik ya pelayanan kereta api di Lampung. Kalau di Jawa, sependek pengalaman aku, KA sekarang udah bagus pelayanannya. Fasilitas oke semua :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kayaknya pelayanan seluruh kereta sekarang ini udah bagus deh ya?

      Delete
  14. Blm pernah naik kereta, pengen tp kemarin gagal berangkat. Habisnya di Jepara gak ada sih, kudu ke Semarang dulu

    Itu keretanya keliatan bersih. Bayangin gimana desak2 kan di dalam sana

    ReplyDelete
  15. Asik banget naik kereta, murah pula. Aku belum pernah naik kereta, hiks.

    ReplyDelete
  16. Batru tau di Lampung ada kereta, mana lowong banget lagi. Itu beneran 10rb aja tiketnya? Murah bgt Hehehe

    ReplyDelete
  17. Lah seriusan ada kereta di Lampung? Baru tau dari postingan ini, aku kangen banget sama Lampung :(

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<