Sunday, December 10, 2017

Tak Perlu Memenangi Ajang Pemilihan Duta, Siapapun Bisa Mempromosikan Potensi Daerah




Potensi pariwisata di Lampung memang sedang digadang-gadang banget promosinya. Segala upaya dilakukan mulai dari para pelaku usaha wisata, Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Lampung, sampai pemerintahnya rasanya semua sinergi untuk mengusung tema pariwisata ini. Adanya segala macam duta dan Muli-Mekhanai juga memang ditujukan untuk promosi daerah, bukan sekedar promosi wisata.


Sayangnya, beberapa duta itu justru mendapatkan kritik lantaran mereka terlalu banyak mengupload foto selfie daripada foto-foto dan informasi promosi daerah. Hal itu memang nggak saya tampik karena ya memang benar. Mereka banyak memposting gaya hidup mereka dan foto-foto pribadi. Padahal ya, promosi daerah banyak juga dilakukan oleh masyarakat dan para influencer di media sosial. Engagement mereka juga nggak kalah besar dibandingkan para selebrita dan duta-duta. Artinya, semua orang juga bisa jadi duta pariwisata. Semua orang juga bisa duta dalam mempromosikan daerahnya.

Terkait promosi daerah ini, Pemerintah Propinsi Lampung menggelar workshop promosi potensi daerah di Hotel Novotel, beberapa hari lalu.


Acara ini dibuka dengan fashion show bertajuk Tapis Jaman Now yang merupakan besutan dari para pengrajin tapis dari Desa Sungai Langka, Kabupaten Pesawaran. Tapis-tapis yang disulap menjadi pakaian-pakaian indah itu dipamerkan oleh para model tanpa catwalk. Karena tidak adanya catwalk dan spot untuk mengambil foto, maka orang-orang mengambil foto dan video tanpa etika. Mereka berdiri-berdiri di depan meja. Tentu saja ini mengganggu para tamu yang lain. Padahal ada fitur zoom di ponsel dan kamera yang tentu bisa difungsikan dalam kondisi seperti ini. Semoga kelak di event selanjutnya etika para tamu dapat lebih terjaga karena sikap seperti ini sangat annoying. Saya sendiri bisa mendapatkan foto tanpa harus berpindah dari kursi dan roundtable karena ternyata model yang memeragakan busana berputar di setiap meja.



Memasuki acara inti yang dipandu oleh Mr. Ali dari @infolampung, waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 WIB. Waktu yang sebenarnya sangat tidak pas untuk baru memulai diskusi. Diskusi pada sesi ini menghadirkan Om Oyos Saroso, Mbak Naqiyyah Syam, dan Bang  Zaki Senafal.



Kata Om Oyos, sejak era reformasi pemerintah menerapkan good governance. Pemerintah yg bersih menyaratkan adanya publik yang kritis, bukan yang benci tapi yang peduli dengan persoalan di Masyarakat. Apakah sejauh ini data publik pemerintah sudah lumayan baik dan bisa diakses atau tidak?


Silakan berselancar dan cari situs-situs yang mestinya jadi penyedia data publik, misalnya Bappeda, Diskominfotik, dll. Kalau memang basis datanya sudah bagus, apakah data itu kalau kita akses bisa. Kekurangan data itu jadi tantangan untuk membuka pintu bermitra antara penyedia data dengan para penulis,” papar Om Oyos.


Bang Zaki, yang juga pelaku bisnis yang menggantungkan promosi online yang murah dan cepat bagi bisnisnya. Untuk mencapai target tulisan, bisa mulai dari apa yang kita amati sehari-hari. Misalnya success story Bakso Sony.


Makanan yang nggak enak sampai yang enak banget masih bisa dijual. Dulu saya selalu cerita tentang bebek, dan tempatnya makan enak sebagai tagline. Kesulitan bisnis offline misalnya regulasi. Misalnya di beberapa lokasi juga bisa dipasang baliho. Atau tentang informasi pajak. Market amat sangat gampang ditarik sana sini, dengan gambar yang lebih manis. Path selanjutnya adalah konsistensi, supaya bisnis bertumbuh lebih cepat,” kata Bang Zaki.

Saat ini resto-resto di Lampung masih konvensional. Semuanya masih mengandalkan tenaga manusia sebagai SPG atau SPB dan juga server. Tapi gimana kalau suatu saat nanti restoran semacam JcMa membuka cabangnya di Lampung. Semuanya sudah otomisasi sehingga tenaga manusia sangat minim digunakan.

Mbak Naqi memaparkan tentang pentignya blogging dalam memasarkan potensi daerah. Beberapa blogger Lampung bahkan sudah menjadi rujukan bagi wisatawan sebagai sumber informasi wisata. Hal tentu menjadi kesempatan agar blogger dan influencer lebih semangat lagi dalam melakukan promosi wisata.

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<